Menteri KKP Susi Pudjiastuti/kkp.go.id

Koran Sulindo – Stok ikan Indonesia meningkat dari 6,5 juta ton menjadi 12,5 juta ton pada 2017. Peningkatan ini diklaim karena kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di bidang kelautan, salah satunya pemberantasan pencurian ikan.

Dikatakan Susi, terbukti dengan penanganan yang benar, stok ikan Indonesia terus meningkat. Kenaikan ini disebut dilakukan armada dalam negeri. Akan tetapi, stok ikan terbaru pada 2018, Susi belum mengetahuinya.

Ia menduga karena Komnas Pengkajian Stok Ikan (Kajiskan) mungkin belum merilisnya, karena itu bukan wilayah kementeriannya. Kenaikan stok ikan itu, kat Susi, tidak terlepas dari kebijakan menenggelamkan kapan pencuri ikan dan larangan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

Susi juga melarang nelayan untuk menangkap ikan dengan menggunakan alat tangkap cantrang. Pasalnya, penggunaan alat tangkap itu merusak populasi ikan. Akibat kebijakan menenggelamkan kapal itu, laut Indonesia kini menjadi laut yang menakutkan bagi pencuri ikan. Ketakutan itu bukan krena kekuatannya tapi karena integritas Indonesia.

Merujuk data yang disampaikan Susi, jumlah kapal pencuri ikan yang sudah ditenggelamkan mencapai 383 unit. Itu terhitung sejak November 2014 hingga November 2017. Karena itu, Indonesia menjadi nomor satu neraca perdagangan ikan di Asia Tenggara.

Itu merupakan kali pertama terjadi selama Indonesia merdeka. [KRG]