Anggota DPP GPM bersama Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (DOK. GPM)

Jakarta, 11 Mei 2026 — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) melaksanakan audiensi kebangsaan bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan.

Audiensi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi kebangsaan, mempererat komunikasi ideologis, serta membangun semangat kebersamaan dalam menjaga arah perjuangan bangsa.

Audiensi dihadiri oleh Ketua Umum DPP GPM Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc, Sekretaris Jenderal DPP GPM Moh. Soedjono, S.H, Ketua Departemen Organisasi DPP GPM Laksda TNI (Purn) Dr. Ir. H. Yuhastihar, M.M, Ketua Departemen Kepemudaan & Mahasiswa DPP GPM Ericko Pandu Sumbogo, S.H., C.M.e, beserta jajaran pengurus DPP GPM lainnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan semangat persaudaraan ideologis. Audiensi tersebut menjadi ruang dialog mengenai berbagai dinamika kebangsaan, penguatan ketahanan organisasi, kaderisasi ideologis, serta pentingnya menjaga nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, dan perjuangan yang berorientasi pada kerakyatan di tengah problematika bangsa yang semakin kompleks.

Di tengah tantangan sosial, politik, dan ekonomi yang dihadapi bangsa saat ini, DPP Gerakan Pemuda Marhaenis memandang bahwa penguatan kesadaran ideologis dan karakter kebangsaan menjadi hal yang penting dalam menjaga kesinambungan arah perjuangan nasional.

Dalam audiensi tersebut, Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M., IPU selaku Sekjen PDI Perjuangan menyampaikan, pentingnya pembangunan ketahanan organisasi yang dimulai dari penguatan ideologi, disiplin kaderisasi, serta konsistensi dalam menjaga arah perjuangan organisasi.

“Ketahanan organisasi tidak dibangun hanya dari struktur, tetapi dimulai dari ideologi, disiplin kaderisasi, dan kesadaran perjuangan. Organisasi yang memiliki fondasi ideologis kuat akan mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan zaman dan dinamika nasional,” ujar Hasto Kristiyanto.

Sebagai organisasi yang berlandaskan ajaran marhaenisme, DPP GPM terus menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai ruang perjuangan ideologis, penguatan intelektual kebangsaan, serta pengabdian terhadap kepentingan rakyat dan bangsa.

Menanggapi hasil audiensi tersebut, Ketua Departemen Kepemudaan dan Mahasiswa DPP GPM, Ericko Pandu Sumbogo, menyampaikan apresiasi atas ruang dialog kebangsaan yang dibangun oleh PDI Perjuangan bersama elemen gerakan kepemudaan dan organisasi ideologis.

“Kami memandang audiensi ini sebagai ruang silaturahmi kebangsaan yang sangat positif dan konstruktif. Mas Hasto memberikan banyak pandangan mengenai pentingnya menjaga ideologi, memperkuat ketahanan organisasi, serta merawat semangat perjuangan kerakyatan di tengah berbagai tantangan bangsa saat ini,” ujar Ericko.

Ia juga menilai bahwa konsistensi PDI Perjuangan dalam menjaga kaderisasi ideologis dan semangat kebangsaan menjadi bagian penting dalam merawat kehidupan demokrasi dan arah perjuangan nasional.

“Kami melihat PDI Perjuangan tetap memiliki komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan keberpihakan kepada rakyat. Pandangan dan pesan-pesan yang disampaikan Mas Hasto juga memberikan refleksi penting bagi kami, bahwa pembangunan GPM Kedepan harus dibangun di atas fondasi ideologi, disiplin organisasi, dan pengabdian kepada rakyat,” tambahnya.

Menurut Ericko, komunikasi dan dialog seperti ini sangat penting sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan nasional dan membangun kesadaran kolektif antar elemen bangsa.

“Di tengah berbagai dinamika kebangsaan, ruang dialog yang teduh, intelektual, dan penuh semangat persaudaraan seperti ini menjadi penting untuk menjaga optimisme dan memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutupnya.

Melalui audiensi ini, DPP GPM berharap semangat persaudaraan kebangsaan, orientasi perjuangan kerakyatan, dan nilai-nilai gotong royong dapat terus diperkuat demi menjaga persatuan nasional dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan. (rls)