ARTIKEL TERBARU

Seorang mahasiswa jatuh tergeletak terkena pukulan pasukan anti huru-hara yang berusaha membubarkan aksi unjuk rasa menuntut Presiden Soeharto mundur di depan Kampus Trisakti, Grogol, Jakarta, 12 Mei 1998. Pada aksi tersebut empat mahasiswa Trisakti tewas terkena tembakan. Namun hingga saat ini, kasus tertembaknya mahasiswa Trisakti itu masih belum terungkap meski Komisi Nasional HAM telah merekomendasikan untuk dilakukan pengusutan.(KOMPAS/JULIAN SIHOMBING)

Deretan Dosa Rezim Orde Baru

PADA 1998 Indonesia mengukir jejak untuk sejarah negeri ini.  Presiden Soeharto yang telah duduk di kursi kekuasaan selama 32 lamanya, dipaksa turun atas kehendak...

“Anak Harto”

Belakangan ini wabah SRS (sindrom rindu Soeharto) kambuh lagi. Reformasi telah berusia lebih dari 20 tahun, presiden sudah gonta-ganti, dan itu belum mengubah persepsi...
Seorang mahasiswa jatuh tergeletak terkena pukulan pasukan anti huru-hara yang berusaha membubarkan aksi unjuk rasa menuntut Presiden Soeharto mundur di depan Kampus Trisakti, Grogol, Jakarta, 12 Mei 1998. Pada aksi tersebut empat mahasiswa Trisakti tewas terkena tembakan. Namun hingga saat ini, kasus tertembaknya mahasiswa Trisakti itu masih belum terungkap meski Komisi Nasional HAM telah merekomendasikan untuk dilakukan pengusutan.(KOMPAS/JULIAN SIHOMBING)

Mengingat Kembali ‘Tragedi 12 Mei 1998’

AKSI DAMAI yang dilakukan para mahasiswa untuk menentang pemerintahan Soeharto di Kampus Universitas Trisakti berubah menjadi peristiwa berdarah dan brutal yang menelan banyak korban...

Mei 24 Tahun yang Lalu, Ketika Soeharto Dipaksa Turun

PADA MEI 1998, pukulan berat krisis ekonomi yang terjadi menerpa Asia Timur termasuk Indonesia didalamnya. Meningkatnya inflasi dan pengangguran menciptakan penderitaan dimana-mana, juga ada...

Marsinah dan Nasib Buruh di Era Orde Baru – Menolak Lupa

DUNIA perburuhan Indonesia tampaknya tak akan pernah melupakan tanggal 8 Mei. Pada hari itu di tahun 1993, seorang buruh perempuan ditemukan meninggal dunia. Marsinah,...

Buruh Pelabuhan Kolonial, Tak Ada Pilihan Selain Mogok

Buruh pelabuhan di era kolonial penghidupan dan kehidupannya sangat tergantung dengan mandornya. Hal itu terungkap dalam pemeriksaan kehidupan buruh pelabuhan di Surabaya tahun 1927.Buruh-buruh...

Bung Karno Vs Tiga Besar (3)

Saat membacakan Proklamasi, usia Bung Karno (BK) 44 tahun, lebih tua setahun dari Mohamad Hatta. Orang yang dituakan BK tinggal sedikit, misalnya Haji Agus...

Pidato Selamat Datang Bung Karno pada Pembukaan KAA 1955

Tuan-tuan Yang Mulia, Nyonya-nyonya dan Tuan-tuan, Saudara-saudara sekalianSaya merasa bangga pada hari yang bersejarah ini mendapat kebormatan dan hak istimewa mengucapkan selamat datang kepada Tuan-tuan...

Mengingat Kembali Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung 18 April – 24 April 1955

SEJARAH mencatat, Konferensi Asia Afrika merupakan pertemuan negara-negara Asia-Afrika solidaritas dan persatuan pada 18-24 April 1955 di Bandung, Jawa Barat. Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika kadang...

Bung Karno vs Tiga Besar (2)

Bung Karno percaya hubungan pribadi antar pemimpin berpengaruh pada pergaulan internasional. Ia pelopor Konferensi Asia-Afrika 1955 dan merasa jadi duta Gerakan Nonblok menghadapi Presiden...