Presiden: Keutuhan NKRI adalah Segala-Galanya

Presiden: Keutuhan NKRI adalah Segala-Galanya

Ilustrasi/Agus Suparto

Koran Sulindo – Presiden Joko Widodo mengatakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah segala-galanya. Keutuhan NKRI jangan dikorbankan karena pilihan bupati, pilihan wali kota, pilihan gubernur, pilihan presiden.

“Keutuhan NKRI harus ditempatkan di tempat yang paling penting,” kata Presiden Jokowi, sebelum memimpin Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019), seperti dikutip setkab.go.id.

Presiden juga mengatakan pada periode kedua kepemimpinannya akan fokus pada pengembangan sumber daya manusa (SDM).

“Mulai dari bayi di dalam kandungan harus bagus nustrisinya, bagus gizinya. Begitu lahir harus diperhatikan yang berkaitan dengan gizi dan nutrisi,” katanya.

Tetapi yang paling penting yang sejak awal memang harus dibangun adalah pembentukan karakter.

“Budi pekerti menjadi sesuatu yang sangat penting sekali. Yang berkaitan dengan etika, disiplin, tanggung jawab, budaya kerja keras, dan kemandirian harus dibangun sejak awal,” katanya.

Pada tahapan menengah, Indonesia harus menyiapkan skill masa kini dan skill masa depan.

“Kalau sudah di perguruan tinggi, sudah saya sampaikan, target kita adalah mereka bisa berkompetisi di regional maupun global untuk yang di universitas. Jadi step-stepnya harus jelas dan harus ada,” kata Jokowi.

Dalam acara hari ini, Presiden mengenakan pakaian adat Klungkung Bali. Upacara dimulai dengan dentuman meriam sebanyak 17 kali. Kolonel Laut (P) Hariyo Poernomo yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Strategi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) bertindak sebagai komandan upacara. Sementara itu, Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas untuk mengibarkan bendera Merah Putih adalah Tim Merah. Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi yang merupakan perwakilan dari Provinsi Jawa Tengah terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih.

Yang bertugas mengibarkan bendera ialah Rafi Ahmad Falah sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili Provinsi Banten, Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar sebagai pembentang bendera yang mewakili Provinsi DKI Jakarta, dan Rangga Wirabrata Mahardika sebagai pengerek bendera yang mewakili Provinsi Jawa Barat.

Upacara peringatan HUT Ke-74 Republik Indonesia ini dihadiri pula oleh Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-11 Boediono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja lainnya. [Didit Sidarta]