Kehidupan Sehari-hari di Dalam Resimen

Sejarah Night Witches juga mencatat persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu kisah yang dikenal adalah mengenai dua mekanik, Raisa Kharitonova dan Tamara Frolova.

Keduanya mengambil parasut kecil dari flare untuk membuat pakaian dalam. Mereka dihukum karena tindakan tersebut.

Peristiwa itu menunjukkan adanya persoalan kebutuhan pribadi dan perlengkapan yang dihadapi personel perempuan selama bertugas di medan perang.

Apa yang Terjadi Pada Night Witches Setelah Perang?

Perang Dunia II berakhir di Eropa pada Mei 1945. Setelah itu, 46th Guards Night Bomber Aviation Regiment dibubarkan.

Sebagian besar perempuan yang bertugas di dalamnya meninggalkan dinas militer.

Beberapa kemudian melanjutkan kehidupan di bidang penerbangan, sedangkan lainnya menjalani pekerjaan dan kehidupan sipil.

National WWII Museum mencatat bahwa pengalaman para perempuan tersebut setelah perang berbeda-beda.

Sejarawan Reina Pennington juga membahas periode demobilisasi dan pengalaman pascaperang dalam bukunya Wings, Women, and War: Soviet Airwomen in World War II Combat.

Dengan demikian, dokumentasi mengenai para perempuan tersebut tidak berhenti pada masa operasi tempur. [BP]

Kalau kamu tertarik membaca lebih banyak artikel sejarah dan informasi menarik lainnya, Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I