Night Witches merupakan julukan yang diberikan kepada 588th Night Bomber Regiment, unit penerbangan perempuan Uni Soviet yang bertugas dalam Perang Dunia II.
Mereka menjalankan ribuan misi pengeboman malam menggunakan pesawat ringan Polikarpov Po-2.
Namun, sejarah perempuan penerbang Soviet tidak berhenti pada unit tersebut.
Sebelum 588th beroperasi di garis depan, Uni Soviet membentuk tiga resimen penerbangan perempuan dengan tugas berbeda.
Para anggotanya menjalani pelatihan sebagai pilot, navigator, mekanik, teknisi, dan personel pendukung.
Perempuan Soviet dalam Dunia Penerbangan Sebelum Perang Dunia II
Keterlibatan perempuan Soviet dalam penerbangan militer sudah memiliki latar belakang sebelum Perang Dunia II.
Sejumlah perempuan telah mendapatkan pengalaman penerbangan melalui organisasi sipil dan aeroklub.
Salah satu tokoh penting dalam perkembangan penerbangan perempuan Soviet adalah Marina Raskova.
Pada 1938, Raskova menjadi navigator dalam penerbangan jarak jauh dari Moskwa menuju Timur Jauh bersama pilot Valentina Grizodubova dan Polina Osipenko.
Ketiganya kemudian menerima gelar Hero of the Soviet Union setelah penerbangan tersebut.
Raskova pun menjadi salah satu perempuan paling dikenal dalam dunia penerbangan Soviet.
Latar belakang tersebut menjadi penting ketika Jerman menyerbu Uni Soviet pada 22 Juni 1941.
Perang meningkatkan kebutuhan Soviet terhadap personel penerbangan, sementara sejumlah perempuan yang sudah mempunyai pengalaman terbang ingin ikut bertugas di garis depan.
Pembentukan Tiga Resimen Penerbangan Perempuan Soviet
Pada 8 Oktober 1941, pemerintah Soviet mengeluarkan perintah untuk membentuk tiga resimen penerbangan yang pada awalnya beranggotakan perempuan.
Marina Raskova memainkan peran penting dalam proses pembentukan unit-unit tersebut.
Ketiga resimen itu adalah:
• 586th Fighter Aviation Regiment, yang bertugas sebagai unit pesawat tempur.
• 587th Bomber Aviation Regiment, yang menjalankan misi pengeboman.
• 588th Night Bomber Regiment, yang menjalankan pengeboman pada malam hari.
Ketiga unit tersebut dibentuk dalam lingkungan Aviation Group 122.
Para perempuan yang direkrut tidak semuanya dilatih sebagai pilot.
Mereka juga mengisi posisi navigator, mekanik, armorer, serta berbagai pekerjaan teknis dan pendukung yang dibutuhkan sebuah unit penerbangan.
Mereka kemudian menjalani pelatihan di Engels Military Aviation School.
Kondisi perang membuat proses pendidikan penerbangan berlangsung dalam waktu yang padat.
Pengalaman dan spesialisasi para peserta menentukan bidang yang mereka jalani dalam unit.
Mengapa 588th Dikenal Sebagai Night Witches?
Dari tiga resimen perempuan tersebut, 588th Night Bomber Regiment kemudian menjadi unit yang paling terkenal.
Resimen ini menggunakan Polikarpov Po-2, pesawat biplan yang memiliki konstruksi kayu dan kain serta kokpit terbuka.
Po-2 bukan bomber berat. Pesawat ini mempunyai kemampuan membawa muatan bom yang terbatas dan terbang dengan kecepatan relatif rendah.
Kondisi tersebut membuat 588th menjalankan operasi dengan pola yang berbeda dari unit bomber yang menggunakan pesawat lebih besar.
Operasi dilakukan pada malam hari. Dalam sejumlah serangan, pilot mendekati sasaran kemudian mengurangi atau mematikan mesin sehingga pesawat dapat meluncur sebelum bom dijatuhkan.
Ketika mesin tidak terdengar, suara pesawat dari darat menjadi jauh lebih kecil.
Teknik tersebut menjadi salah satu karakteristik operasi 588th.
Nama “Night Witches” berasal dari istilah Jerman Nachthexen. Julukan tersebut kemudian digunakan secara luas untuk menyebut anggota resimen.
Nama resmi unit pada awalnya tetap 588th Night Bomber Regiment.





