Rencana IPO 4 anak perusahaan BUMN
Rencana IPO 4 anak perusahaan BUMN pada 2017 [Foto: Istimewa]

Koran Sulindo – Wakil Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance Eko Listiyanto menyarankan, pemerintah perlu meningkatkan dukungan koneksi jaringan Internet dalam rangka memudahkan pelaku UMKM go online dan bertransaksi di pasar daring pada masa penerapan normal baru.

“Dari sisi penyediaan bandwith jaringan Internet, masih berat kalau bicara mengenai pasar daring atau marketplace namun dukungan koneksi Internetnya rendah,” ujar Eko Listiyanto saat dihubungi, Jumat (19/6).

Ekonom Indef itu mengatakan, terkadang ketika konsumen dan bisnis online sedang transaksi sering terkendala gangguan sinyal, koneksi lambat akibat jaringan Internet yang belum merata di Indonesia.

“Kalau berkaitan dengan pasar daring dalam rangka membesarkan perekonomian Indonesia atau menuntaskan pengangguran, mudah-mudahan dengan adanya dukungan koneksi jaringan Internet yang baik dan merata di seluruh Indonesia kelompok yang menganggur ini bisa tergerak untuk menjadi wiraswasta dengan memanfaatkan bisnis online,” kata Eko.

Lebih lanjut Eko menambahkan bahwa ekosistem digital dan bisnis daring yang didukung koneksi Internet baik dan merata, kemungkinan juga dapat mengatasi sumber-sumber kemiskinan dan pengangguran yang sebagian besar berada di wilayah pedesaan.

Kondisi virus corona ini dapat menjadi momentum untuk mempertemukan produk-produk dari pedesaan dan UMKM-UMKM di luar Jawa bisa langsung bertemu dan bertransaksi dengan konsumen yang tinggal di wilayah perkotaan melalui ekosistem digital dengan tersedianya dukungan fasilitas koneksi Internet yang baik serta merata.

Dukungan koneksi Internet yang baik dan merata, Kata Eko, juga memungkinkan untuk mendorong generasi millenial di wilayah pedesaan dan luar Jawa, untuk bergerak membantu mempromosikan dan memasarkan produk-produk UMKM dari daerah mereka masing-masing di pasar daring.

Dengan demikian mekanisme go online bagi para pelaku UMKM akan lebih cepat terwujud, karena pelaku UMKM di pedesaan dan luar Jawa berkolaborasi dengan generasi mudanya di daerah mereka yang lebih cakap dalam menguasai teknologi digital dan pemasaran daring.

“Saya rasa di masa normal baru ini bisa dioptimalkan upaya-upaya tersebut,” kata Eko. [WIS]