Laporan Awal soal Ethiopia Airlines: Sistem Kontrol 737-Max-8 Bermasalah

Laporan Awal soal Ethiopia Airlines: Sistem Kontrol 737-Max-8 Bermasalah

Koran Sulindo – Laporan hasil penyelidikan jatuhnya pesawat terbang Ethiopia Airlines menyebutkan, pilot pesawat telah mengikuti semua prosedur sebelum pesawat Boeing 737-Max-8 itu jatuh pada 10 Maret lalu. Seluruh kru telah mengikuti petunjuk yang dilatih Boeing untuk mengendalikan pesawat, walau tetap saja akhirnya gagal.

Menteri Perhubungan Ethiopia, Dagmawit Moges menuturkan, pilot dan kru pesawat telah menjalankan semua sesuai dengan petunjuk dari Boeing. Meski laporan itu masih bersifat sementara, tapi tidak bermasalah untuk diumumkan kepada publik.

Seperti yang diberitakan The Straits Times pada Kamis (4/4), laporan awal yang disampaikan Moges itu belum memuat secara rinci tentang dugaan penyebab kecelakaan pesawat. Pasalnya, laporan lengkap tentang kecelakaan suatu pesawat terbang umumnya memakan waku hingga 1 tahun.

Tetapi, satu hal yang pasti, penyelidik Ethiopia memastikan tidak ada yang salah atas pilot dan kru pesawat karena telah mengikuti semua prosedur. Penyelidik justru membuat rekomendasi kepada pembuat regulasi dan pabrikan Boeing.

Kepada Boeing, Moges menyarankan, agar mengkaji ulang tentang sistem kontrol pesawat dan memastikan masalah itu bisa diselesaikan sebelum 737-Max-8 kembali diizinkan mengudara. Apa yang menimpa pesawat terbang Ethiopia Airlines menjadi sorotan dunia karena berjarak sekitar 6 bulan dengan kecelakaan Lion Air JT-610, tipe pesawat yang sama dan menewaskan 189 orang pada Oktober tahun lalu.

Boeing, demikian Moges, perlu meninjau ulang sistek kontrol pesawat karena hidung pesawat 737-Max-8 berulang-lang menukik ke bawah. Seperti laporan penyelidikan itu, Ethiopia Airlines memastikan krunya telah mengikuti semua prosedur dan panduan ketika sedang dalam keadaan darurat.

Soal laporan ini, Boeing berjanji akan mempelajarinya. Keluarga korban pesawat jenis 737-Max-8 sedang menunggu penjelasan lengkap tentang penyebab jatuhnya pesawat. Seperti kasus Ethiopia Airlines, laporan tentang kecelakaan Lion Air juga berkaitan dengan perangkat lunak Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). [KRG]