Presiden Jokowi/bloomberg

Koran Sulindo – Partai Kebangkitan Bangsa mengingatkan agar Partai Gerindra tidak jemawa dan mendahului kehendak Tuhan. Termasuk dengan niatnya yang bakal ‘memulangkan’ Joko Widodo ke kampong halamannya di Solo.

“Jangan sombong! Jangan mendahului suratan. Pede boleh tapi jangan mendahului Tuhan dan kehendak rakyat,” kata Wakil Sekertaris Jenderal DPP PKB, Daniel Johan kepada Koransulindo.com, Sabtu (9/6/).

Menurut Daniel, tak ada jaminan bahwa dengan terus menerus mengeluarkan pernyataan kontroversial Gerindra bakal memenangi pemilu.

Seharusnya, Gerindra berusaha mengambil hati rakyat dengan adu gagasan, bukan dengan nyinyir kepada lawan-lawan politiknya.

Meski sampai saat ini PKB belum menentukan sikap secara resmi untuk Pilpres 2019, namun dirinya yakin Jokowi akan kembali memenangi Pilpres 2019 sekaligus kembali menjadi Presiden Indonesia untuk kedua kalinya. “Sampai detik ini kita (PKB) yakin.”

Sebelumnya, anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade meyakini Prabowo Subianto akan memenangkan Pilpres 2019. Ia menyebut Presiden Joko Widodo akan kembali ke kota asalnya, Solo.

“Insyaallah Pak Jokowi akan kita pulangkan ke kampung ke Solo,” kata Andre dalam sebuah diskusi di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/6).

Sontak pernyataan kontroversial Andre itu menuai banyak tanggapan pro dan kontra. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato menyebut klaim Gerindra itu berlebihan.

Airlangga menyebut bertindak sebagai partai pendukung pemerintah, Golkar punya tugas menjaga kantong suara untuk memastikan kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019.

“Golkar mendukung Pak Presiden sehingga tentunya kantong-kantong Golkar juga sekarang memilih Bapak Presiden, tentunya ini meningkatkan elektabilitas beliau,” ujar Airlangga.

Senada dengan Airlangga, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyebut Jokowi pasti ke Solo bakal pulang kampung namun bakal kembali menjadi presiden periode kedua.

“Kalau Pak Jokowi pulang kampung, ya pasti pulang kampung kan ya. Tapi pasti akan kembali lagi ke Jakarta untuk memimpin Negara Republik Indonesia sampai 2024,” kata Ace kepada wartawan di kantor DPP Golkar, Sabtu (9/6).

Pernyataan Andre pun mendapat banyak serangan balasan. Namun dia juga mendapat pembelaan. Salah satunya dari PAN, yang menilai pernyataan Andre merupakan hal yang wajar.

Berbeda dengan politikus Golkar, Wasekjen Partai Amanat Nasional Saleh Partaonan Daulay menyebut pernyataan Gerindra itu sebagai hal yang wajar.

“Saya kira sangat wajar jika kader partai tertentu mendukung dan meyakini ketum partainya menang dalam pemilu. Itu sesuatu yang wajar dan tidak istimewa. Soal apa indikator klaimnya, silakan didalami. Bisa saja indikatornya survei yang mereka lakukan sendiri,” Saleh. (SAE/TGU)