Central Intelligence Agency (CIA) merupakan badan intelijen luar negeri Amerika Serikat yang terlibat dalam berbagai operasi rahasia sejak didirikan pada 1947.

Selama Perang Dingin, lembaga ini menjalankan misi pengumpulan informasi, pengintaian militer, penyamaran, dan operasi politik di berbagai negara.

Sejumlah misi rahasia CIA baru terungkap setelah dokumen pemerintah dideklasifikasi. 11 di antaranya mengubah sejarah dunia.

1. Operation TPAJAX: Misi CIA untuk Menggulingkan Perdana Menteri Iran

Pada 1953, CIA bersama dinas intelijen Inggris terlibat dalam operasi rahasia untuk menggulingkan Perdana Menteri Iran Mohammad Mossadegh.

Operasi yang dikenal dengan nama TPAJAX ini berlangsung di tengah konflik mengenai nasionalisasi industri minyak Iran dan meningkatnya ketegangan politik antara pemerintah Iran, Inggris, dan Amerika Serikat.

Nasionalisasi industri minyak Iran pada 1951 memperburuk hubungan pemerintahan Mossadegh dengan Inggris.

Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Dwight D. Eisenhower mendukung rencana penggulingan Mossadegh melalui operasi rahasia yang melibatkan jaringan politik lokal, propaganda, serta upaya memperoleh dukungan Shah Mohammad Reza Pahlavi.

Rencana tersebut mencakup pengangkatan Fazlollah Zahedi sebagai perdana menteri pengganti.

Pelaksanaannya sempat gagal ketika Shah meninggalkan Iran setelah upaya awal tidak berhasil.

Situasi berubah pada Agustus 1953, ketika kelompok-kelompok yang menentang Mossadegh berhasil mengambil alih kekuasaan.

Mossadegh kehilangan jabatannya pada 19 Agustus 1953, dan Zahedi kemudian memimpin pemerintahan baru.

Dokumen yang diterbitkan melalui proyek Foreign Relations of the United States Departemen Luar Negeri AS mengungkap keterlibatan CIA serta tahapan perencanaan operasi tersebut.

2. Operation GOLD: Terowongan Rahasia CIA untuk Menyadap Uni Soviet

Pada awal 1950-an, CIA dan dinas intelijen Inggris MI6 merancang operasi penyadapan jaringan komunikasi Soviet di Berlin Timur.

Mereka membangun terowongan bawah tanah yang memungkinkan petugas mengakses kabel telepon dan teletipe tanpa harus memasuki fasilitas komunikasi Soviet secara langsung.

Terowongan yang menjadi bagian dari Operation GOLD selesai pada 11 Mei 1954.

Melalui fasilitas tersebut, kedua badan intelijen mengumpulkan percakapan telepon dan komunikasi teletipe yang berpotensi memberikan informasi tentang kegiatan militer dan diplomatik Soviet.

Namun, agen ganda Soviet George Blake membocorkan rencana operasi kepada KGB sejak tahap perencanaan.

Pihak Soviet membiarkan penyadapan berlangsung karena ingin menjaga identitas Blake tetap tersembunyi.

Pada 22 April 1956, terowongan tersebut ditemukan ketika tentara Soviet dan Jerman Timur memeriksa kabel bawah tanah yang mengalami gangguan.

Menurut catatan sejarah CIA, operasi itu menghasilkan sekitar 50.000 gulungan rekaman, 443.000 percakapan yang ditranskripsikan secara lengkap, 40.000 jam percakapan telepon, enam juta jam lalu lintas teletipe, serta sekitar 1.750 laporan intelijen.

Pemrosesan seluruh materi setelah terowongan ditutup membutuhkan waktu lebih dari dua tahun.

3. Project CORONA: Satelit Mata-Mata CIA yang Mengirim Film dari Luar Angkasa

Pada akhir 1950-an, Amerika Serikat membutuhkan sarana pengintaian untuk memantau instalasi militer Uni Soviet dari luar wilayah udara negara tersebut.

CIA bersama Angkatan Udara AS dan lembaga terkait mengembangkan Project CORONA, program satelit pengintaian fotografi yang merekam gambar menggunakan kamera berbasis film.

Sistem ini memiliki mekanisme pengembalian film yang rumit.

Satelit harus membawa kamera ke orbit, memotret sasaran, lalu mengirimkan kembali film dalam kapsul khusus.

Kapsul tersebut memasuki atmosfer dengan parasut dan harus ditangkap di udara di atas Samudra Pasifik atau dipulihkan setelah mendarat di laut.

Sejumlah misi awal gagal akibat masalah pada roket, sistem satelit, kamera, atau pemulihan kapsul.

Keberhasilan penting akhirnya dicapai pada 18 Agustus 1960 melalui misi CORONA XIV, yang juga dikenal sebagai Discoverer 14. Film pengintaian berhasil dipulihkan setelah kembali dari orbit.

Citra yang dikumpulkan membantu analis Amerika Serikat mempelajari pangkalan udara, fasilitas rudal, dan instalasi militer strategis Soviet.

Program CORONA beroperasi hingga 1972. CIA mencatat bahwa misi-misi CORONA dan penerusnya menjadi sumber penting bagi analisis intelijen strategis serta membantu pemerintah Amerika Serikat memantau perkembangan persenjataan yang relevan dengan perundingan pengendalian senjata.

4. Insiden U-2: Pesawat Mata-Mata CIA yang Ditembak Jatuh Soviet

CIA menggunakan pesawat pengintai U-2 untuk memotret instalasi militer dari ketinggian ekstrem.

Misi-misi tersebut membantu pemerintah AS memperoleh informasi tentang perkembangan kemampuan nuklir dan rudal strategis Uni Soviet.

Pada 1 Mei 1960, pesawat U-2 yang diterbangkan Francis Gary Powers ditembak jatuh oleh rudal permukaan-ke-udara di dekat Sverdlovsk, wilayah Uni Soviet.

Powers selamat setelah keluar dari pesawat dengan parasut, kemudian ditangkap oleh pihak Soviet.

Pemerintah AS semula menyampaikan penjelasan bahwa pesawat tersebut merupakan pesawat penelitian cuaca yang mengalami masalah sistem oksigen.

Penjelasan itu tidak dapat dipertahankan setelah pemimpin Soviet Nikita Khrushchev mengumumkan bahwa Powers masih hidup dan pihak Soviet telah memperoleh bagian penting pesawat beserta peralatan pengintainya.

Presiden Dwight D. Eisenhower akhirnya mengakui keberadaan program penerbangan rahasia itu.

Insiden U-2 memperburuk hubungan Washington dan Moskow serta menggagalkan pertemuan puncak Paris pada Mei 1960.

Powers diadili di Uni Soviet dan dijatuhi hukuman penjara. Pada Februari 1962, dia ditukar dengan Rudolf Abel, perwira intelijen Soviet yang ditahan AS,

5. Operation PBSUCCESS: Operasi CIA yang Menggulingkan Presiden Guatemala

Pada 1953–1954, CIA menjalankan Operation PBSUCCESS untuk menggulingkan Presiden Guatemala Jacobo Árbenz.

Pemerintah AS memandang perkembangan politik Guatemala dalam konteks persaingan Perang Dingin, sementara reformasi agraria Árbenz memengaruhi kepentingan pemilik tanah besar dan United Fruit Company, perusahaan AS yang memiliki aset penting di negara tersebut.

Operasi ini melibatkan dukungan terhadap pasukan oposisi yang dipimpin Carlos Castillo Armas, propaganda, perang psikologis, dan upaya memengaruhi militer Guatemala.

CIA juga mengembangkan jaringan politik yang ditujukan untuk melemahkan pemerintahan Árbenz.

Pada Juni 1954, pasukan oposisi yang didukung CIA bergerak melawan pemerintah.

Operasi udara dan siaran propaganda turut digunakan untuk menimbulkan tekanan psikologis.

Situasi tersebut berlangsung ketika pemerintahan Guatemala menghadapi ketidakpastian mengenai kesetiaan militer dan kemungkinan meluasnya pemberontakan.

Árbenz mengundurkan diri pada 27 Juni 1954. Castillo Armas kemudian menjadi tokoh utama dalam pemerintahan baru.

Arsip resmi menunjukkan bahwa para perencana Amerika Serikat sangat memperhatikan sikap militer Guatemala dan menilai hal itu sebagai faktor penting dalam menentukan hasil operasi.

6. Project OXCART dan Operation BLACK SHIELD: Pesawat Mata-Mata Mach 3

CIA mengembangkan pesawat A-12 OXCART untuk menjalankan misi pengintaian strategis dengan kecepatan dan ketinggian ekstrem.

Pesawat ini dirancang oleh Lockheed dan menjadi bagian dari upaya AS mengembangkan kemampuan pengintaian setelah meningkatnya risiko penerbangan pesawat mata-mata di atas wilayah Soviet.

A-12 mampu terbang pada kecepatan sekitar Mach 3,29 dan ketinggian 90.000 kaki, sehingga dapat menjalankan misi pengintaian dengan waktu tempuh yang singkat.

Untuk mempertahankan performa pada kondisi tersebut, pesawat membutuhkan rancangan aerodinamika khusus, material yang mampu menahan panas akibat gesekan udara, serta sistem kamera yang dapat menghasilkan citra berkualitas tinggi ketika pesawat bergerak sangat cepat.

Pada Mei 1967, CIA mulai menjalankan Operation BLACK SHIELD menggunakan pesawat A-12 yang ditempatkan di Pangkalan Udara Kadena, Okinawa.

Hingga Mei 1968, detasemen tersebut menjalankan 29 misi pengintaian di Asia Timur, termasuk misi yang mendukung kebutuhan intelijen Amerika Serikat selama Perang Vietnam.

Foto-foto yang dihasilkan oleh pesawat A-12 juga membantu mengintai Korea Utara, termasuk pencarian kapal intelijen Amerika Serikat USS Pueblo yang direbut pada Januari 1968.

Presiden Lyndon B. Johnson memerintahkan penghentian program A-12 pada 1968.

Keputusan tersebut berlangsung di tengah pertimbangan biaya, perkembangan satelit pengintai, dan keberadaan SR-71 milik Angkatan Udara AS yang memiliki kemampuan serupa.

7. Operation MONGOOSE: Operasi Rahasia CIA terhadap Pemerintahan Kuba

Setelah invasi Teluk Babi pada April 1961 gagal menggulingkan Fidel Castro, pemerintahan Presiden John F. Kennedy mengembangkan program rahasia baru yang dikenal sebagai Operation MONGOOSE.

Distujui oleh Kennedy pada 3 November 1961, program tersebut dirancang untuk melemahkan dan menggulingkan pemerintahan Kuba.

Operasi ini melibatkan CIA, Departemen Pertahanan AS, dan sejumlah pejabat yang bertugas mengoordinasikan rencana lintas lembaga.

Dokumen pemerintah AS mencatat bahwa kegiatan MONGOOSE mencakup pengumpulan intelijen, propaganda, pengembangan jaringan perlawanan, serta perencanaan sabotase dan tindakan paramiliter.

Rencana operasi juga memuat berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan pemberontakan di dalam negeri Kuba.

Operation MONGOOSE berlangsung ketika hubungan Washington dan Havana memburuk.

Pada 1962, ketegangan tersebut mencapai titik penting dalam Krisis Rudal Kuba, ketika penempatan rudal nuklir Soviet di Kuba memicu konfrontasi antara kedua negara adidaya.

8. Project AZORIAN: Upaya CIA Mengangkat Kapal Selam Soviet

Pada 1968, kapal selam Soviet K-129 menghilang di Samudra Pasifik ketika berpatroli.

Kapal selam kelas Golf II tersebut membawa rudal balistik dan seluruh awaknya hilang.

AS kemudian menemukan lokasi bangkai kapal itu di dasar laut, sekitar 1.500 mil laut di barat laut Hawaii.

CIA memimpin Project AZORIAN dengan menggunakan kapal Hughes Glomar Explorer.

Untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya, kapal tersebut diperkenalkan kepada publik sebagai bagian dari proyek penambangan mineral laut dalam yang dikaitkan dengan pengusaha Howard Hughes.

Operasi pengangkatan kapal selam Soviet berlangsung pada 1974.

Sistem mekanis kapal berhasil membawa sebagian bangkai K-129 ke permukaan, tetapi bagian lainnya patah dan jatuh kembali ke dasar laut.

Dengan demikian, operasi tersebut tidak berhasil mengangkat seluruh kapal selam secara utuh.

Pada 18 Maret 1975, pemberitaan media mengungkap hubungan Hughes Glomar Explorer dengan CIA.

Pengungkapan itu mengakhiri kerahasiaan operasi dan mempersulit kemungkinan misi pengangkatan lanjutan.

9. Project MKULTRA: Eksperimen Rahasia CIA terhadap Manusia

Project MKULTRA merupakan program penelitian CIA yang dimulai pada awal 1950-an untuk mempelajari kemungkinan memengaruhi perilaku manusia melalui obat-obatan dan metode psikologis.

Program tersebut berkembang di tengah kekhawatiran AS mengenai teknik interogasi, pencucian otak, dan dugaan penggunaan metode pengendalian perilaku oleh negara lawan.

Penelitian yang berkaitan dengan MKULTRA melibatkan LSD, zat psikoaktif lain, hipnosis, serta metode yang ditujukan untuk memengaruhi persepsi dan respons seseorang.

Sejumlah eksperimen melibatkan peneliti eksternal dan lembaga yang menerima pendanaan CIA.

Dalam beberapa kasus, subjek penelitian tidak memperoleh informasi memadai mengenai eksperimen yang mereka dijalani.

Pada 1973, Direktur CIA Richard Helms memerintahkan pemusnahan dokumen MKULTRA.

Namun, sebagian dokumen keuangan ditemukan dan membantu penyelidik mengidentifikasi kegiatan yang sebelumnya tidak diketahui secara lengkap.

Pada 1977, sidang Senat AS membahas MKULTRA dan mengungkap sejumlah informasi mengenai penelitian, pendanaan, serta persoalan etika dalam eksperimen terhadap manusia.

Pemusnahan dokumen menyebabkan sebagian kegiatan program tidak dapat direkonstruksi secara menyeluruh.

10. Operation CHAOS: Pengawasan CIA terhadap Aktivitas Politik Domestik

Operation CHAOS merupakan program CIA yang berkembang pada 1960-an untuk menyelidiki kemungkinan pengaruh asing terhadap gerakan politik di AS.

Program tersebut berlangsung ketika demonstrasi antiperang Vietnam dan aktivitas kelompok politik radikal menjadi perhatian pemerintah.

CIA mengumpulkan informasi mengenai individu dan organisasi yang dianggap mungkin memiliki hubungan dengan pihak asing.

Namun, cakupan pengumpulan informasi juga meluas hingga mencakup warga AS dan aktivitas politik domestik, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai batas kewenangan CIA.

Pada 1974, laporan jurnalis Seymour Hersh di The New York Times mengungkap dugaan pengawasan CIA terhadap aktivis antiperang.

Pengungkapan ini diikuti penyelidikan pemerintah dan Kongres, termasuk pemeriksaan oleh komite khusus Senat yang dikenal sebagai Church Committee.

Dokumen terkait Operation CHAOS menyebut bahwa CIA menyusun berkas mengenai sekitar 7.200 warga AS.

11. Operation ARGO: Misi Penyelamatan Enam Diplomat Amerika di Iran

Pada 4 November 1979, mahasiswa militan Iran mengambil alih Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran.

Enam pegawai Departemen Luar Negeri AS berhasil menghindari penangkapan dan berlindung di tempat tinggal para pejabat Kedutaan Besar Kanada.

CIA menyusun operasi penyelamatan yang menggunakan kedok produksi film fiksi ilmiah.

Tony Mendez, petugas CIA yang memiliki keahlian dalam penyamaran dan menyediakan dokumen perjalanan, membantu menyiapkan identitas samaran bagi keenam warga Amerika tersebut.

Untuk mendukung cerita penyamaran, tim membentuk perusahaan produksi fiktif bernama Studio Six Productions.

Tim operasi menyiapkan identitas samaran, dokumen perjalanan, materi promosi, dan latar belakang produksi film fiksi ilmiah berjudul Argo.

Konsultan perfilman Hollywood John Chambers membantu menyiapkan unsur-unsur penyamaran yang berkaitan dengan industri film.

Pemerintah Kanada bahkan turut membantu dengan menyediakan enam paspor Kanada.

Pada Januari 1980, Mendez dan seorang spesialis CIA lainnya pergi ke Teheran untuk membantu mempersiapkan keberangkatan mereka.

Keenam orang tersebut berhasil meninggalkan Iran pada 27 Januari 1980.

Operasi yang dikenal sebagai Canadian Caper ini diumumkan secara terbuka oleh CIA pada 1997.

Kisahnya diadaptasi menjadi film berjudul Argo pada 2012, meskipun sejumlah adegan didramatisasi untuk kebutuhan sinema. [BP]

Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia agar tidak ketinggalan artikel baru lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I