Hughes Glomar Explorer, kapal penambangan laut dalam komersial milik Amerika Serikat yang digunakan untuk mengangkat kapal selam K-129 Soviet (pojok kiri bawah) dari dasar laut. (Sumber: CIA)

Project Azorian adalah operasi rahasia Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat untuk mengangkat bangkai kapal selam Soviet K-129 dari dasar Samudra Pasifik pada 1974.

Operasi ini menggunakan Hughes Glomar Explorer, kapal khusus yang disamarkan sebagai kapal penelitian laut dalam dan penambangan mineral.

Misi yang dikembangkan sejak akhir 1960-an tersebut bertujuan memperoleh informasi intelijen mengenai teknologi militer Uni Soviet.

Pelaksanaannya melibatkan rekayasa pengangkatan laut dalam, kontraktor swasta, dan penyamaran yang akhirnya terbongkar melalui pemberitaan media pada 1975.

Latar Belakang Project Azorian dan Hilangnya Kapal Selam K-129

Project Azorian berawal dari hilangnya kapal selam Soviet K-129 pada Maret 1968.

Kapal selam diesel-elektrik kelas Golf II tersebut berangkat dari pangkalan angkatan laut di Petropavlovsk, Semenanjung Kamchatka, pada 1 Maret 1968 untuk menjalankan patroli di Samudra Pasifik.

K-129 membawa tiga rudal balistik SS-N-4 berkemampuan nuklir.

Kapal beserta seluruh awaknya kemudian hilang.

Uni Soviet mengerahkan operasi pencarian, tetapi tidak berhasil menemukan bangkai kapal tersebut.

Amerika Serikat akhirnya menemukan lokasi bangkai K-129 di Samudra Pasifik bagian utara, sekitar 1.500–1.800 mil laut di barat laut Hawaii.

Bangkai kapal itu berada pada kedalaman sekitar 16.500 kaki atau 5.000 meter.

Penemuan tersebut membuka peluang bagi CIA untuk mendapatkan informasi mengenai kemampuan strategis militer Soviet.

Bangkai K-129 berpotensi menyediakan akses terhadap teknologi rudal, perangkat kriptografi, sistem komunikasi, peralatan navigasi, dan komponen militer lainnya.

Dalam memorandum pemerintah Amerika Serikat tertanggal 28 Mei 1974, pemulihan kapal selam tersebut tercatat sebagai sasaran intelijen.

Namun, penyebab pasti tenggelamnya K-129 belum dapat dipastikan berdasarkan sumber resmi yang tersedia untuk publik.

Perencanaan Operasi Rahasia CIA

CIA mengembangkan Project Azorian melalui Special Projects Staff, unit yang dibentuk pada 1 Juli 1969 di bawah Directorate of Science and Technology.

John Parangosky memimpin unit tersebut, sedangkan Ernest “Zeke” Zellmer menangani pelaksanaan harian proyek.

Tantangan utamanya adalah mengangkat bagian kapal selam dari kedalaman sekitar lima kilometer.

Operasi tersebut memerlukan kapal khusus, perangkat mekanis berkapasitas besar, rangkaian pipa baja, serta sistem yang mampu mengendalikan beban selama proses pengangkatan.

Pada 1970, para insinyur CIA bersama kontraktor menyimpulkan bahwa pendekatan yang layak adalah menggunakan capit mekanis berukuran besar untuk mencengkeram bangkai kapal selam.

Alat tersebut kemudian akan menarik bagian kapal menuju permukaan melalui sistem pengangkatan yang dipasang pada kapal khusus.

Proyek ini menghadapi keraguan teknis, biaya yang meningkat, dan risiko terbongkarnya operasi.

Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk melanjutkannya.

Presiden Richard Nixon memberikan persetujuan politik terhadap kelanjutan proyek pada Desember 1972.

Nama Azorian merupakan nama sandi operasi pemulihan kapal selam tersebut.

Sementara itu, Jennifer adalah nama sandi untuk sistem keamanan dan kompartemen informasi rahasia CIA yang melindungi Project Azorian.

Hughes Glomar Explorer, Kapal Khusus untuk Project Azorian

Hughes Glomar Explorer merupakan kapal yang dibangun khusus untuk mendukung Project Azorian.

Kapal sepanjang sekitar 600 kaki atau 183 meter ini dirancang untuk mengangkat beban berat dari dasar laut pada kedalaman ekstrem.

CIA melibatkan pengusaha Howard Hughes untuk membantu menyamarkan tujuan sebenarnya.

Kapal tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari usaha penelitian laut dalam dan penambangan nodul mangan.

Mineral ini memang ditemukan di dasar laut dan menjadi objek eksplorasi industri.

Kedok komersial tersebut memberikan penjelasan mengenai kebutuhan kapal besar dengan sistem pengangkatan berat dan peralatan untuk bekerja di laut dalam.

Tujuan sebenarnya, yang dirahasiakan dari publik, adalah mendukung operasi intelijen Amerika Serikat.

Pembangunan dan pengoperasian kapal melibatkan beberapa kontraktor.

Global Marine menangani pembangunan serta pengoperasian kapal, Lockheed Missiles and Space Company mengembangkan perangkat pengangkat, sedangkan Honeywell terlibat dalam sistem penjagaan posisi otomatis dan pemrosesan data.

Teknologi Pengangkatan Kapal Selam dari Dasar Laut

Salah satu bagian penting Hughes Glomar Explorer adalah moon pool, ruang terbuka di tengah lambung kapal yang dilengkapi pintu pada bagian bawah.

Melalui ruang ini, peralatan dapat diturunkan ke laut dan bagian bangkai kapal yang berhasil diangkat dapat dipindahkan ke dalam lambung.

Sistem pengangkatannya menggunakan rangkaian pipa baja yang disambungkan secara bertahap.

Pipa tersebut menopang capture vehicle, perangkat mekanis besar yang dirancang untuk mencengkeram bangkai K-129.

Setelah berada di dasar laut, perangkat itu diposisikan untuk mencengkeram bagian kapal selam.

Sistem pengangkat kemudian menariknya ke permukaan menggunakan mekanisme derek dan hidraulis.

Rancangan tersebut memerlukan koordinasi antara perangkat pengangkat, sistem penanganan pipa, dan mekanisme pengendali posisi kapal.

Seluruh peralatan dirancang untuk mendukung pengangkatan beban berat dari kedalaman sekitar lima kilometer.

Kronologi Pengangkatan Kapal Selam Soviet K-129 pada 1974

Hughes Glomar Explorer berangkat dari Long Beach, California, dan tiba di lokasi bangkai K-129 pada 4 Juli 1974.

Kapal kemudian memulai persiapan untuk menjalankan operasi pengangkatan di Samudra Pasifik bagian utara.

Kegiatan Glomar Explorer menarik perhatian kapal-kapal Soviet yang mengawasi wilayah tersebut.

Meskipun demikian, operasi tetap dilanjutkan.

Pengangkatan dimulai pada 1 Agustus 1974. Awak kapal menurunkan capture vehicle menggunakan rangkaian pipa baja hingga mencapai bangkai K-129 di dasar laut.

Setelah perangkat tersebut mencengkeram bagian kapal selam, sistem pengangkat mulai menariknya menuju permukaan.

Proses ini menghadapi kendala besar ketika bangkai K-129 pecah selama pengangkatan.

Sebagian struktur terlepas dari perangkat pencengkeram dan jatuh kembali ke dasar laut.

Meskipun mengalami kerusakan, sebagian bangkai kapal berhasil diamankan di dalam Hughes Glomar Explorer pada 8 Agustus 1974.

Enam jenazah awak Soviet ditemukan dalam bagian yang berhasil diangkat.

Mereka dimakamkan melalui upacara militer di laut.

Pada 1992, Direktur CIA Robert Gates menyerahkan rekaman upacara tersebut kepada Presiden Rusia Boris Yeltsin.

Hasil Project Azorian dan Informasi Intelijen yang Diperoleh

Project Azorian memberi Amerika Serikat kesempatan memeriksa bagian bangkai kapal selam Soviet yang sebelumnya berada di kedalaman ekstrem.

CIA menyatakan bahwa operasi tersebut memberikan kontribusi terhadap pemahaman AS mengenai kemampuan strategis Uni Soviet.

Namun, misi ini tidak memenuhi seluruh sasaran intelijen yang direncanakan.

Sebagian besar bangkai K-129 tetap berada di dasar laut, sedangkan dokumen yang tersedia untuk publik tidak mengungkapkan seluruh rincian hasil pemeriksaan bagian kapal yang berhasil diangkat.

Setelah pengangkatan pertama, CIA sempat mempertimbangkan operasi lanjutan untuk memulihkan bagian K-129 yang tertinggal.

Rencana tersebut terhambat setelah penyamaran Glomar Explorer terbongkar.

Terbongkarnya Project Azorian pada 1975

Pengungkapan Project Azorian bermula dari pencurian dokumen pada Juni 1974.

Kantor Summa Corporation di Los Angeles dibobol dan sejumlah dokumen dibawa oleh pencuri.

Dokumen tersebut menghubungkan Howard Hughes, CIA, dan Hughes Glomar Explorer.

CIA meminta bantuan FBI untuk menemukan dokumen yang hilang.

FBI kemudian melibatkan kepolisian Los Angeles dalam pencarian.

Pada 7 Februari 1975, Los Angeles Times menerbitkan laporan yang menghubungkan pencurian dokumen dengan operasi pemulihan kapal selam.

Pemberitaan semakin meluas pada Maret 1975.

Pada 18 Maret 1975, Jack Anderson mengungkap operasi tersebut melalui siaran nasional.

Sehari kemudian, Seymour Hersh menerbitkan laporan di The New York Times yang turut menjelaskan hubungan Glomar Explorer dengan CIA.

Pemerintahan Presiden Gerald Ford tidak mengonfirmasi maupun menyangkal berbagai laporan tersebut.

Pendekatan ini kemudian berkaitan dengan istilah Glomar response, yaitu jawaban pemerintah yang menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat mengonfirmasi ataupun menyangkal keberadaan informasi tertentu.

Istilah tersebut berkembang dalam praktik penanganan permintaan informasi berdasarkan Freedom of Information Act di Amerika Serikat.

Dalam perkara Phillippi v. CIA pada 1976, pengadilan banding federal mempertahankan penggunaan jawaban tersebut dalam konteks permintaan dokumen mengenai operasi rahasia.

Setelah penyamaran kapal terbongkar, pemerintah Amerika Serikat membatalkan rencana pengangkatan lanjutan.

Kapal-kapal Soviet juga mengawasi lokasi operasi pada periode tersebut.

Nasib Hughes Glomar Explorer dan Pengungkapan Dokumen CIA

Selama bertahun-tahun, informasi mengenai Project Azorian tetap terbatas.

Pada 2010, National Security Archive menerbitkan sejarah internal CIA yang telah dideklasifikasi dengan judul Project Azorian: The Story of the Hughes Glomar Explorer.

Dokumen tersebut memberikan gambaran lebih terperinci tentang perencanaan, teknologi, pelaksanaan, dan pengungkapan operasi.

Namun, sejumlah bagian masih disunting sehingga rincian lengkap mengenai hasil intelijen belum seluruhnya diketahui publik.

Setelah menjalani beberapa pelayaran eksperimental untuk kegiatan penambangan laut, Hughes Glomar Explorer tidak digunakan selama lebih dari seperempat abad.

Pada akhir 1990-an, kapal tersebut dipulihkan untuk mendukung kegiatan pengeboran dan eksplorasi minyak laut dalam, kemudian menggunakan nama GSF Explorer.

Project Azorian tercatat sebagai salah satu operasi intelijen paling kompleks pada masa Perang Dingin.

Penggunaan kapal khusus dan sistem pengangkatan dari kedalaman ekstrem memperlihatkan skala rekayasa yang diperlukan untuk menjalankan misi tersebut. [BP]

Untuk membaca kisah sejarah dunia, operasi intelijen, dan berbagai peristiwa penting lainnya, follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I