Sejumlah dokumen rahasia MKUltra terkait pemberian LSD secara diam-diam kepada subjek penelitian, interogasi, hipnosis, pengendalian perilaku manusia, dan subproyek. (Sumber: CIA)

Di tengah ketegangan Perang Dingin, CIA menjalankan sebuah program rahasia untuk meneliti cara memengaruhi perilaku manusia.

Program yang dikenal sebagai Project MKUltra ini melibatkan berbagai peneliti dan lembaga, dengan sejumlah pengujian dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang menjadi subjeknya.

Bagaimana eksperimen rahasia CIA tersebut dijalankan dan siapa saja yang menjadi korbannya? Berikut sejarahnya.

Apa Itu Project MKUltra?

Project MKUltra adalah program rahasia Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat yang meneliti penggunaan obat-obatan, teknik hipnosis, dan metode lain untuk memengaruhi perilaku manusia.

Disahkan pada 1953, program ini berkembang di tengah persaingan intelijen Perang Dingin dan mencakup penelitian yang berkaitan dengan interogasi serta operasi rahasia.

Sidney Gottlieb, seorang ahli kimia CIA, menjadi tokoh sentral dalam pelaksanaan program tersebut.

Dia terlibat dalam pengembangan penelitian obat-obatan dan pengawasan berbagai subproyek.

Menurut kesaksian Direktur CIA Stansfield Turner dalam sidang Senat AS pada 3 Agustus 1977, arsip keuangan yang ditemukan kembali mengidentifikasi 149 subproyek MKUltra.

Selain itu, dokumen yang berhasil ditemukan menunjukkan terdapat 33 subproyek lain yang didanai melalui program tersebut, tetapi tidak berkaitan langsung dengan modifikasi perilaku, obat-obatan, racun, atau bidang terkait.

Jumlah keseluruhan kegiatan program tidak dapat dipastikan secara lengkap karena sebagian besar berkas operasionalnya telah dihancurkan.

Latar Belakang MKUltra pada Masa Perang Dingin

Penelitian yang mendahului MKUltra telah berlangsung sejak awal 1950-an.

CIA mengembangkan program BLUEBIRD dan ARTICHOKE untuk mempelajari teknik interogasi khusus, termasuk penggunaan obat-obatan, hipnosis, dan metode psikologis.

Pada masa Perang Dingin, pejabat intelijen AS mengkhawatirkan kemungkinan penggunaan teknik interogasi dan manipulasi psikologis oleh negara-negara blok komunis.

Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong CIA mengembangkan penelitian terkait bahan kimia dan perilaku manusia.

Pada 1953, Direktur CIA Allen Dulles mengesahkan Project MKUltra.

Program ini memperluas penelitian sebelumnya dan melibatkan berbagai lembaga, peneliti, serta saluran pendanaan yang dirancang untuk menjaga kerahasiaan kegiatan intelijen.

Jenis Eksperimen dalam Project MKUltra

Penelitian MKUltra mencakup beberapa bidang yang berkaitan dengan pengaruh obat-obatan dan teknik psikologis terhadap manusia.

Tidak semua subproyek menggunakan metode yang sama atau melibatkan eksperimen langsung terhadap manusia.

1. Eksperimen LSD dan Obat Psikoaktif

Lysergic acid diethylamide (LSD) menjadi salah satu zat utama yang diteliti CIA.

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruhnya terhadap persepsi, kesadaran, perilaku, dan respons manusia, termasuk kemungkinan penerapannya dalam interogasi.

Sejumlah pengujian dilakukan terhadap orang yang mengetahui keterlibatan mereka dalam penelitian.

Dalam kasus lain, obat diberikan secara diam-diam kepada orang yang tidak mengetahui bahwa mereka sedang menjadi subjek eksperimen.

Dokumen sejarah intelijen Amerika Serikat juga menyebut berbagai zat lain digunakan dalam subproyek MKUltra, termasuk barbiturat, mescaline, scopolamine, dan senyawa yang berkaitan dengan kanabis

2. Pengujian Obat secara Rahasia di Safehouse

CIA menggunakan lokasi rahasia di New York dan San Francisco untuk mengamati efek obat terhadap manusia.

George Hunter White, agen Federal Bureau of Narcotics, membantu menjalankan kegiatan tersebut.

Sejumlah orang diberi LSD atau zat lain tanpa diberitahu tujuan sebenarnya dari kegiatan yang mereka ikuti.

Perilaku mereka kemudian diamati oleh petugas yang terlibat dalam operasi.

Dokumen yang terungkap menunjukkan bahwa beberapa subjek mengalami efek obat yang berlangsung berjam-jam atau berhari-hari.

Catatan program juga memperlihatkan risiko yang muncul ketika eksperimen dilakukan tanpa persetujuan yang memadai.

3. Metode Eksperimen MKUltra di Luar Penggunaan Obat

Penelitian Project MKUltra tidak terbatas pada pemberian zat psikoaktif.

CIA juga membiayai penelitian mengenai hipnosis, psikoterapi, isolasi sensorik, elektrosyok, tidur yang diinduksi, dan poligraf.

Berbagai metode tersebut dipelajari dalam konteks perubahan perilaku, respons psikologis, interogasi, serta kemungkinan memengaruhi kondisi mental seseorang.

Salah satu kasus yang paling dikenal melibatkan psikiater Donald Ewen Cameron di Allan Memorial Institute, Montreal, Kanada.

Melalui penelitian yang didanai CIA, Cameron menjalankan prosedur yang mencakup psychic driving, yaitu pemutaran pesan rekaman secara berulang kepada pasien, serta penggunaan tidur yang diinduksi dan elektrosyok.

Dampak psychic driving terhadap pasien mencakup tekanan emosional yang intens, kecemasan, dan ketakutan saat mereka dipaksa mendengarkan rekaman pesan yang sama berulang kali.

Dalam laporan penelitian Cameron pada 1950-an, sejumlah pasien menunjukkan reaksi seperti gelisah, gemetar, dan memohon agar pemutaran dihentikan.

Dokumen MKUltra turut mencatat penelitian mengenai cara memberikan bahan secara diam-diam, termasuk teknik yang dipelajari dari dunia sulap.

Selain itu, arsip program mencakup penelitian tentang bahan kimia, aerosol, gas, dan bahan biologis untuk kepentingan intelijen.

Siapa yang Menjadi Subjek Eksperimen MKUltra?

Eksperimen Project MKUltra terutama terdokumentasi di Amerika Serikat, tetapi penelitian juga melibatkan subjek di luar negeri.

Dalam sidang Senat AS pada 3 Agustus 1977, Direktur CIA Stansfield Turner mengonfirmasi bahwa penelitian MKUltra dilakukan di Kanada.

Subjek Project MKUltra sendiri berasal dari berbagai latar belakang, termasuk warga sipil, tahanan, pasien psikiatri, pecandu narkoba, mahasiswa, dan sukarelawan penelitian.

Sebagian mengetahui bahwa mereka mengikuti eksperimen, sementara sebagian lainnya tidak mengetahui bahwa mereka menerima obat atau sedang diamati oleh CIA.

Kondisi ini menimbulkan persoalan serius mengenai persetujuan, keselamatan, dan penyalahgunaan wewenang dalam penelitian terhadap manusia.

Sementara itu, catatan mengenai tahanan yang diinterogasi di fasilitas rahasia CIA di Jepang dan Jerman berkaitan dengan program pendahulu MKUltra, yaitu BLUEBIRD dan ARTICHOKE.

Kematian Frank Olson dalam Kasus MKUltra

Frank Olson adalah ilmuwan sipil Angkatan Darat AS yang bekerja di Fort Detrick.

Pada November 1953, dia menerima LSD tanpa sepengetahuannya dalam sebuah pertemuan yang melibatkan personel CIA.

Sekitar sepekan kemudian, Olson jatuh dari jendela kamar hotel di New York dan meninggal.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu kasus paling terkenal yang berkaitan dengan eksperimen rahasia CIA.

Kematian Olson memicu kontroversi dan penyelidikan.

Universitas dan Pendanaan Terselubung CIA

Pelaksanaan MKUltra melibatkan hubungan dengan berbagai universitas, rumah sakit, peneliti, laboratorium, dan lembaga perantara.

CIA menggunakan saluran pendanaan yang dapat menyamarkan hubungan keuangan antara badan intelijen tersebut dan pihak yang menjalankan penelitian.

Arsip menyebut sejumlah universitas yang terkait dengan subproyek MKUltra, termasuk Cornell, Georgetown, Rutgers, University of Illinois, dan University of Oklahoma.

Keterlibatan suatu universitas dalam penelitian yang didanai CIA tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh pimpinan atau stafnya mengetahui sumber pendanaan dan tujuan intelijen di balik proyek tersebut.

Sebagian pendanaan disalurkan melalui organisasi perantara agar hubungan dengan CIA tidak mudah dilacak.

Kritik Internal terhadap Program MKUltra

Pada 26 Juli 1963, Inspektur Jenderal CIA John S. Earman menerbitkan laporan mengenai pelaksanaan dan pengawasan MKUltra.

Laporan tersebut menyoroti kelemahan dokumentasi, pengendalian program, dan persoalan terkait prosedur persetujuan.

Laporan internal itu juga membahas risiko pengujian obat secara diam-diam terhadap orang yang tidak mengetahui bahwa mereka sedang menjadi subjek penelitian.

Dalam kesaksian di hadapan Senat pada 1977, Direktur CIA Stansfield Turner menjelaskan bahwa rekomendasi internal tersebut diikuti dengan penghentian pengujian rahasia terhadap warga AS yang tidak mengetahui keterlibatan mereka.

Penghancuran Dokumen MKUltra pada 1973

Pada Januari 1973, Direktur CIA Richard Helms memerintahkan penghancuran sebagian besar berkas utama MKUltra.

Sidney Gottlieb melaksanakan perintah tersebut.
Penghancuran arsip membuat banyak informasi mengenai eksperimen, subjek penelitian, prosedur, dan hasil pengujian tidak lagi tersedia.

Kondisi ini menyulitkan penyelidik pemerintah untuk menentukan keseluruhan cakupan program.

Namun, tidak semua dokumen musnah. Sejumlah catatan keuangan tersimpan secara terpisah dari berkas operasional utama dan ditemukan pada 1977.

Dokumen inilah yang membantu penyelidik mengidentifikasi jumlah subproyek dan sebagian hubungan pendanaan program.

Bagaimana Skandal MKUltra Terungkap?

Pada Desember 1974, wartawan investigasi Seymour Hersh menerbitkan laporan di The New York Times mengenai aktivitas ilegal CIA di dalam negeri AS.

Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang mendorong penyelidikan pemerintah terhadap operasi rahasia CIA.

Pada 1975, Komisi Rockefeller dan komite Senat yang dikenal sebagai Church Committee menyelidiki berbagai aktivitas badan intelijen tersebut.

Penyelidikan mengungkap persoalan pengawasan dan eksperimen rahasia yang melibatkan manusia.

Apakah MKUltra Berhasil Mengendalikan Pikiran Manusia?

Dokumen MKUltra menunjukkan bahwa CIA meneliti berbagai metode untuk memengaruhi perilaku manusia.

Namun, bukti yang tersedia tidak mendukung klaim bahwa program tersebut berhasil menciptakan teknologi yang dapat mengendalikan pikiran manusia secara sempurna.

Dalam kesaksian tertutup pada 1975, Sidney Gottlieb menyatakan bahwa penelitian penggunaan LSD dan obat-obatan lain mengalami kegagalan maupun keberhasilan.

Dia menilai manfaat intelijen program secara keseluruhan kemungkinan rendah jika dibandingkan dengan biaya, usaha, dan risiko keamanan yang ditimbulkannya. [BP]

Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia dan temukan berbagai kisah sejarah serta informasi menarik lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I