Ilustrasi: Suasana Apel Siaga 'Tetap Setia Megawati-Setia NKRI, di Lapangan Manahan Solo, Mei 2018/Antarafoto

Koran Sulindo – Aksi pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menyulut protes sejumlah kader partai bergambar banteng di sejumlah daerah. Sebelumnya, saat unjuk rasa Aliansi Masyarakat Anti Komunisme (ANAK) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (25/6/2020), sekelompok orang dari massa aksi membakar bendera PDIP.

Di Depok, Jawa Barat, Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) bersama kader dan pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Jawa Barat mendatangi Polres Metro Depok untuk melaporkan pembakaran bendera Partai.

“Melaksanakan Perintah Harian Ibu Megawati Soekarnoputri, BBHAR DPC PDI Perjuangan Kota Depok tempuh upaya hukum melaporkan pembakaran bendera Partai,” kata Kepala BBHAR PDI Perjuangan Kota Depok, Sean Matthew, di Depok, Jumat (26/6/2020).

Menurut Sean, bendera adalah lambang perjuangan PDI Perjuangan yang susah payah dibangun dan telah mengakar di masyarakat.

“Bendera PDI Perjuangan selalu tegak berkibar, seluruh kader Partai siap menjaganya. Merdeka!” kata Sean.

DiSemarang,Jawa Tengah, kader partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut turun ke jalan mendesak polisi mengusut kasus tersebut.

Politikus PDI-P yang juga menjabat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta kader partai untuk tidak terprovokasi karena kasus tersebut telah ditangani sesuai prosedur hukum oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P.

Kader DPC PDIP Banyumas menggelar aksi di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2020).

“Kami dari PDIP akan menyampaikan kepada polisi, kami mendukung Polri mengusut tuntas pembakaran bendera di Jakarta dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Ketua DPC PDIP Banyumas, Budhi Setiyawan, di Alun-alun Purwokerto, Jumat (26/6/2020).

Di Jakarta Timur, kader PDIP melakukan aksi jalan kaki di Jalan Matraman Raya menuju Mapolrestro Jakarta Timur.

Di Kendal, aksi turun ke jalan juga dilakukan sejumlah kader di depan Mapolres Kendal, Jawa Tengah.

“Kami ini ke polres meminta kepada aparat kepolisian agar mengusut menindak tegas pelakunya,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kendal, Akhmad Suyuti.

PDIP Kaltim

PDI Perjuangan Kalimantan Timur, sejumlah kader dan pengurus PDI Perjuangan di Kota Balikpapan mendatangi Mapolda Kalimantan Timur untuk memberikan surat dukungan kepada institusi kepolisian agar menegakkan hukum dengan memproses para pelaku pembakar bendera partai mereka itu.

“Kami meminta Polri melalui Polda Kaltim untuk bisa menyampaikan bahwa daerah juga bergejolak terkait adanya aksi pembakaran bendera yang berlogo PDI Perjuangan tersebut. Oleh kerenanya kami berharap dengan surat dukungan ini persoalan ini bisa dengan cepat diusut tuntas,” kata Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD PDI Perjuangan Kaltim, Roy Hendrayanto, Sabtu (27/6/2020).

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ananda Emira Moeis menyayangkan aksi pembakaran tersebut.

“PDI Perjuangan selama ini merupakan partai nasionalis dan sangat militan yang selalu kokoh mengawal Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika serta NKRI dan menolak segala bentu premanisme. Jadi tindak kekerasan dalam penyelesaian suatu masalah,” kata Ananda.

Anggota DPRD Kaltim ini juga meminta kepada seluruh kader PDI Perjuangan untuk berdisiplin dan mengedepankan persaudaraan dan rekonsiliasi dalam menyikapi persoalan tersebut. Ananda mewanti-wanti agar para simpatisan, kader dan pengurus PDI Perjuangan di seluruh Kalimantan Timur agar tidak melakukan upaya apapun yang justru memperkeruh suasana.

“Bagi PDI Perjuangan, politik itu menebar kebaikan, dan membangun optimisme. Oleh kerenanya, mari kita rapatkan barisan dan jangan malah ikut membuat rusuh dan terpecah belah. Kita berharap semoga masalah ini bisa segera diusut tuntas oleh Polri,” kata Ananda. [RED]

BAGIKAN