KUNINGAN, koransulindo.com – Kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, belum sepenuhnya teratasi hingga Kamis (13/8/2026) dini hari.
Kebakaran yang terjadi sejak sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (12/8/2026), itu melanda areal TPSA yang memiliki luas sekitar 5 hektare. Besarnya timbunan sampah membuat proses pemadaman menghadapi kendala karena api tidak hanya membakar bagian permukaan.
Bara masih bertahan di bagian dalam timbunan sampah. Kondisi tersebut menyebabkan titik api dapat kembali muncul meski kobaran di permukaan telah berhasil dipadamkan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Dr. Teten Ali Mulku Engkun, Ph.D., mengatakan hingga pukul 02.30 WIB Kamis (13/08/2026) dini hari, titik api masih tersebar di sejumlah bagian TPSA.
“Kami dengan Kalak BPBD Kuningan masih dalam penanganan. Sampai pukul 02.30 api masih tetap ada dan titik-titik api masih tersebar keseluruhan,” ujar Teten dalam keterangan yang disampaikan melalui akun Instagram BPBD Kabupaten Kuningan.
Menurut Teten, sejumlah kendaraan tangki air telah tiba di lokasi untuk mendukung proses pemadaman. Namun, kondisi di dalam timbunan membuat petugas harus bekerja lebih keras.
Ia menduga masih terdapat gas metana atau material lain di dalam timbunan yang dapat memengaruhi proses pemadaman.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP., mengatakan tiga unit kendaraan telah mendapat suplai untuk mendukung penanganan kebakaran.
Tim penanganan juga telah berada di lokasi sejak sekitar pukul 11.00 WIB dan terus melakukan upaya pemadaman.
“Penanganan ini masih berlanjut semaksimal mungkin. Kita memanfaatkan waktu yang ada untuk meminimalisir persebaran api tidak sampai lebih luas lagi,” kata Indra.
Hingga Kamis dini hari, petugas masih berjibaku menangani titik-titik api. Selain memadamkan kobaran yang tersisa, upaya dilakukan untuk mencegah api menjalar ke bagian lain dari kawasan TPSA.
Kebakaran di TPSA Ciniru menunjukkan tantangan berbeda dalam penanganan kebakaran timbunan sampah. Api yang terlihat di permukaan belum tentu menandakan kebakaran telah sepenuhnya padam karena bara dapat bertahan di lapisan bawah dan kembali memicu titik api. [UN]


