Ini cara membuat CV ATS-friendly dengan format yang tepat untuk melamar kerja. (Sumber: Pexels)

Sebelum melamar kerja, kita harus membuat Curriculum Vitae (CV) yang berisi pengalaman, skill, dan informasi sesuai dengan posisi yang kita pilih.

Hal ini semakin penting ketika perusahaan menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk membantu mengelola dan menyaring CV pelamar.

Karena itu, memahami cara membuat CV ATS-friendly dapat membantu kamu menyusun informasi yang lebih relevan dengan posisi yang dituju.

Berikut ini 10 tips yang bisa diterapkan saat membuat atau memperbaiki CV.

1. Sesuaikan CV dengan setiap lowongan

Jangan menggunakan satu CV yang sama untuk melamar banyak posisi.

Sesuaikan pengalaman, skill, keyword, dan bagian yang paling ditonjolkan berdasarkan persyaratan pekerjaan yang dilamar.

2. Prioritaskan pengalaman yang relevan

Tampilkan pengalaman yang paling berkaitan dengan posisi yang dituju.

Susun pengalaman kerja dari yang terbaru ke yang paling lama agar recruiter dapat langsung melihat pengalaman terkinimu.

3. Tulis professional summary yang singkat dan relevan

Jika menggunakan professional summary, jelaskan secara singkat latar belakang, pengalaman atau skill utama, serta relevansinya dengan posisi yang dilamar.

Hindari summary yang terlalu panjang atau berisi informasi yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.

4. Gunakan job title yang jelas

Gunakan nama posisi yang mudah dikenali dan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan.

Jika job title internal perusahaan kurang umum, kamu dapat menambahkan istilah yang lebih mudah dipahami selama tetap akurat.

5. Gunakan heading bagian yang standar

Gunakan heading yang jelas seperti Experience, Education, Skills, Projects, atau padanan Bahasa Indonesia seperti Pengalaman Kerja, Pendidikan, Keterampilan, dan Proyek.

Heading yang familiar membantu informasi CV lebih mudah dikenali dan dikelompokkan.

6. Gunakan kata kunci dari job description

Perhatikan keyword yang muncul dalam lowongan kerja, terutama yang berkaitan dengan skill, software, tools, kualifikasi, tanggung jawab, dan posisi.

Gunakan keyword tersebut jika memang sesuai dengan pengalaman dan kemampuanmu.

7. Gunakan istilah yang sesuai dengan lowongan

Jika perusahaan menggunakan istilah tertentu dan istilah tersebut memang menggambarkan pengalamanmu, gunakan istilah yang sama.

Misalnya, jika lowongan menyebut Social Media Management, kamu dapat menggunakan istilah tersebut jika memang sesuai dengan pengalamanmu.

8. Gunakan nama lengkap dan singkatan jika relevan

Jika sebuah skill atau istilah memiliki singkatan yang umum digunakan, kamu dapat menuliskan keduanya.

Contohnya, Search Engine Optimization (SEO). Cara ini membuat istilah tetap jelas bagi pembaca sekaligus mencakup bentuk keyword yang relevan.

9. Gunakan keyword dalam konteks pengalaman

Jangan hanya mengumpulkan keyword di bagian Skills.

Gunakan keyword yang relevan dalam deskripsi pengalaman, proyek, dan pencapaian sehingga skill tersebut memiliki konteks yang jelas.

10. Tulis skills secara spesifik

Cantumkan skill yang konkret dan relevan dengan posisi, seperti software, tools, bahasa, atau kompetensi teknis.

Hindari hanya menulis kemampuan umum seperti “pekerja keras” atau “team player”.

Dengan menyesuaikan CV, memilih pengalaman yang tepat, dan menggunakan keyword secara natural, informasi yang kamu tampilkan bisa lebih terarah dan mudah dipahami. [BP]

Follow channel WhatsApp SULUH INDONESIA agar kamu tidak ketinggalan berbagai informasi dan tips bermanfaat lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I