Kegiatan Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) di TK Pertiwi Kabupaten Kuningan, Rabu (16/9/2026). Edukasi keselamatan lalu lintas dikenalkan kepada anak-anak melalui metode interaktif dan menyenangkan. [Foto: Sulindo/Ulfa Nurfauziah]

Kuningan – Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) diperingati setiap 17 September. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat kembali peran sektor perhubungan sekaligus mendorong peningkatan pelayanan dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan transportasi.

Melansir laman Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Harhubnas ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor SK 274/G/1971 pada 26 Agustus 1971. Keputusan tersebut menyatukan hari jadi atau hari bakti berbagai organisasi dan lembaga di sektor perhubungan ke dalam satu peringatan yang dilaksanakan setiap 17 September.

Berdasarkan keputusan tersebut, terdapat tiga tujuan utama Harhubnas, yakni meningkatkan rasa kebersamaan dan jiwa korsa insan perhubungan bersama mitra kerja jasa perhubungan, meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab untuk membudayakan pelayanan yang lebih baik, serta meningkatkan penghayatan dan pengamalan Lima Citra Manusia Perhubungan.

Semangat membangun kesadaran keselamatan lalu lintas juga dapat dilakukan melalui pendidikan sejak usia dini. Hal tersebut terlihat dari kegiatan Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) yang digelar Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan di TK Pertiwi, Rabu (16/9/2026).

Meskipun kegiatan SALUD tersebut bukan merupakan rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional, tetapi kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi keselamatan lalu lintas kepada anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak PAUD dan TK diperkenalkan dengan rambu lalu lintas, cara menyeberang jalan yang benar, serta pentingnya disiplin ketika berada di jalan. Materi disampaikan dengan metode sederhana dan interaktif agar mudah dipahami anak-anak.

Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan sekaligus Bunda PAUD Hj. Ela Helayati, S.Sos., menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, termasuk dalam menanamkan kedisiplinan dan kepedulian terhadap keselamatan di jalan.

“Nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian, dan keselamatan akan lebih mudah tertanam apabila diajarkan sejak usia dini melalui keteladanan orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan HM. Nurdijanto, SH, M.Si., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan SALUD. Ia menilai edukasi keselamatan lalu lintas perlu dikenalkan sejak anak-anak.

“Keselamatan berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini. Anak-anak TK Pertiwi hari ini adalah pelopor keselamatan di masa depan. Melalui SALUD, kita tidak hanya mengajarkan rambu, tapi membentuk karakter disiplin dan peduli keselamatan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan bernyanyi bersama lagu bertema lalu lintas, praktik baris-berbaris ala Dishub, dan foto bersama dengan Maskot SALUD.

Harhubnas sendiri pada dasarnya bukan sekadar peringatan hari jadi organisasi di sektor perhubungan. Momentum tersebut juga menjadi pengingat mengenai pentingnya kerja bersama dalam meningkatkan pelayanan serta membangun kesadaran masyarakat terhadap keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas. [UN]