Koran Sulindo – Seorang warga Cipinang Indah, Jakarta Timur yang positif Covid-19 berhasil dievakuasi di tengah banjir yang mengepung kawasan pemukiman tersebut.

Warga yang positif Covid-19 itu dievakuasi oleh petugas medis AGD Dinkes DKI Jakarta bersama personel damkar dan langsung dirujuk ke RSUD Duren Sawit.

“Informasi dari petugas damkar warga terkonfirmasi positif Covid-19, dirujuk ke RSUD Duren Sawit,” kata petugas AGD Dinkes Januari Purwoko di Jakarta, Sabtu (20/2).

Warga dengan kondisi stroke tersebut dievakuasi dari lantai dua rumahnya, dengan menggunakan perahu karet karena ketinggian air yang mencapai sekitar dua meter.

Januari yang biasa disapa Ari mengatakan, evakuasi terpaksa dilakukan karena kondisi pasien yang berusia 54 tahun itu memiliki komorbit jantung dan stroke, sehingga perlu pemantauan lebih lanjut oleh petugas kesehatan.

Sementara tempat tinggalnya yang terendam banjir itu tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri. Dengan satu unit perahu karet, sekitar pukul 17.30 WIB, Ari bersama rekannya sesama petugas kesehatan Edin Masriadin berpakaian APD lengkap dan lima petugas damkar menerjang banjir yang terjadi akibat meluapnya Kali Sunter yang merendam kawasan Cipinang Indah untuk melakukan evakuasi.

Proses evakuasi pun cukup sulit karena tingginya air dan arus yang cukup kencang menuju rumah warga tersebut, serta pasien yang berada di lantai dua mengalami kelumpuhan akibat stroke pada tubuh bagian kanannya. Pasien juga mengalami demam serta diare.

“Alhamdulillah, pasien berhasil dievakuasi. Sementara seorang anggota keluarganya tetap bertahan di kediaman,” ujar Ari.

Diketahui, sejumlah wilayah di DKI Jakarta mengalami banjir akibat curah hujan yang tinggi sejak Sabtu dini hari, termasuk di wilayah Cipinang Muara Jakarta Timur.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi selama sepekan ke depan merata di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Sementara, tim khusus pemulasaraan jenazah Covid-19 dari Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengevakuasi jenazah pasien Covid-19 yang terjebak banjir untuk kemudian dimakamkan.

“Jenazah dimakamkan di Bambu Apus,” kata Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Gatot Haribowo.

Proses evakuasi tersebut berlangsung di permukiman warga yang terkena musibah banjir di Jakarta Timur. Proses evakuasi tersebut dipimpin oleh perwira pengawas Ipda Nuryasin.

Proses evakuasi tersebut dilaksanakan enam personel Dit Samapta dan tiga personel Polwan, dengan dibantu oleh personel Damkar dan Satpol-PP.

Tim khusus pemulasaraan jenazah Covid-19 dari Direktorat Samapta akan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam segala situasi.

Pasalnya, jumlah jenazah pasien Covid-19 yang ditangani oleh Tim Khusus Pemulasaraan Jenazah Covid-19 dari Direktorat Samapta sampai Sabtu ini terhitung 330 jenazah.

Direktorat Samapta Polda Metro Jaya telah mempersiapkan personel untuk membantu mengurus jenazah terpapar Covid-19 yang meninggal di rumah.

Salah satu tujuan Polda Metro Jaya melibatkan diri dalam pengurusan jenazah adalah guna mencegah konflik sosial, misalnya penolakan warga terhadap pemakaman jenazah baik yang masih berstatus pasien dalam pengawasan maupun yang sudah positif Covid-19. [WIS]