ewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (istimewa)

Subang, koransulindo.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Pertemuan tersebut berlangsung hangat di kediaman KDM di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat pada Selasa (28/7/2026) malam. Jajaran DPP GPM diwakili langsung oleh Ketua Umum GPM Emir Moeis dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) GPM Olly Soediono, sementara DPD GPM Jawa Barat diwakili oleh H. Akhmad Dimyati.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum GPM Emir Moeis menjelaskan peran strategis GPM sebagai organisasi kepemudaan yang berkomitmen penuh untuk bergerak dan bekerja demi masyarakat. Salah satu agenda utama yang diusung GPM adalah program pengenalan serta pendidikan nilai-nilai marhaenisme dan nasionalisme kepada masyarakat Jawa Barat.

Emir Moeis mengingatkan kembali bahwa ajaran marhaenisme memiliki akar sejarah yang sangat kuat di tanah Pasundan. “Marhaenisme itu akarnya ada di Jawa Barat, yang lahir dari hasil pertemuan historis Bung Karno dengan Pak Marhaen,” ujar Emir Moeis saat menyampaikan pandangannya kepada Gubernur Jawa Barat.

Selain agenda penguatan ideologi kebangsaan, DPD GPM Jawa Barat juga menyiapkan aksi nyata di sektor pertanian. GPM Jawa Barat berpartisipasi aktif dalam memperkenalkan serta membagikan pupuk organik cair secara gratis kepada kelompok-kelompok tani di Jawa Barat guna mendukung produktivitas pertanian warga.

Inisiatif dan program kerja yang dipaparkan pengurus GPM ini mendapat respons dan tanggapan yang sangat positif dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. KDM menyambut baik komitmen GPM dalam merawat sejarah kebangsaan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi para petani di Jawa Barat [IQT]