Sejarah Route 66. (Unsplash.com)

Di Amerika Serikat, tidak banyak jalan yang memiliki status layaknya sebuah monumen sejarah. Salah satunya adalah Route 66, jalan raya yang selama puluhan tahun menjadi saksi perpindahan jutaan orang, perkembangan ekonomi, hingga perubahan wajah transportasi modern di negeri itu.

Meski kini tak lagi berstatus sebagai jalan nasional, Route 66 tetap dikenang sebagai salah satu ikon budaya sekaligus simbol perjalanan panjang sejarah Amerika.

Route 66 bukan sekadar jalan raya yang membentang dari Chicago hingga Los Angeles. Selama puluhan tahun, jalur ini menjadi saksi perpindahan jutaan penduduk, perkembangan ekonomi, hingga perubahan besar dalam sistem transportasi Amerika Serikat.

Lalu, bagaimana sejarah Route 66 hingga dijuluki “The Mother Road” dan menjadi salah satu ikon paling terkenal di Amerika? Mengutip berbagai sumber, termasuk Encyclopaedia Britannica, berikut sejarah lengkapnya.

Lahir dari Perdebatan Politik

Cikal bakal Route 66 bermula dari upaya pemerintah Amerika Serikat menyusun sistem penomoran jalan nasional pada dekade 1920-an. Awalnya, jalur tersebut direncanakan menggunakan nama U.S. Highway 60.

Rencana itu memicu penolakan dari sejumlah negara bagian, terutama Kentucky, yang merasa pembagian jalur nasional tidak adil karena wilayah mereka tidak dilalui rute utama tersebut. Setelah melalui berbagai perdebatan, nama jalan akhirnya diubah menjadi U.S. Highway 66 atau Route 66.

Pada 11 November 1926, Route 66 resmi disetujui sebagai salah satu jalan raya nasional pertama bagi kendaraan bermotor di Amerika Serikat. Jalan ini awalnya dirancang untuk menghubungkan pusat-pusat ekonomi dari Chicago, Illinois, hingga Los Angeles, California.

Meski telah diresmikan, pembangunan fisik jalan tidak langsung selesai. Setiap negara bagian bertanggung jawab membangun segmennya masing-masing sehingga pada masa awal pengoperasian, banyak bagian Route 66 yang masih berupa jalan tanah atau belum tersambung sepenuhnya.

Secara resmi, Route 66 memiliki panjang sekitar 2.448 mil atau hampir 3.940 kilometer. Jalur ini membentang dari Chicago menuju Los Angeles dengan melintasi delapan negara bagian.

Sepanjang perjalanan, Route 66 melewati tepian Danau Michigan dan kawasan pertanian Illinois, perbukitan Ozarks di Missouri, kota-kota pertambangan di Kansas, padang rumput Oklahoma dan Texas, wilayah gurun New Mexico serta Arizona, hingga Gurun Mojave sebelum berakhir di pesisir Samudra Pasifik.

Namun, panjang Route 66 tidak selalu tetap. Jalurnya beberapa kali mengalami realignment atau pengalihan rute. Salah satu perubahan terbesar terjadi pada 1937 ketika jalur memutar menuju Santa Fe dihapus. Keputusan tersebut memangkas lebih dari 160 kilometer perjalanan dan mengubah fungsi Route 66 dari jalur perdagangan lokal menjadi jalan utama perjalanan jarak jauh lintas negara bagian.

Menariknya, hanya segmen Route 66 di Kansas sepanjang sekitar 21 kilometer yang tetap mempertahankan jalur aslinya sejak pertama kali dibangun.

Dijuluki “The Mother Road”

Julukan “The Mother Road” melekat pada Route 66 setelah muncul dalam novel The Grapes of Wrath (1939) karya John Steinbeck. Dalam novel tersebut, Route 66 digambarkan sebagai jalan penuh harapan bagi ribuan keluarga korban Dust Bowl yang bermigrasi ke California pada masa Great Depression.

Kisah itu bukan sekadar fiksi. Pada dekade 1930-an, Route 66 memang menjadi jalur utama migrasi masyarakat dari kawasan Midwest menuju Pantai Barat untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.

Memasuki Perang Dunia II, fungsi Route 66 kembali berkembang. Jalan ini menjadi salah satu jalur penting distribusi logistik militer, pengangkutan peralatan perang, serta perpindahan tenaga kerja menuju kawasan industri di Pantai Barat. Peran tersebut membuat Route 66 dikenal sebagai simbol mobilitas dan ketahanan masyarakat Amerika.

Memasuki era 1950-an, pemerintah Amerika Serikat mulai membangun jaringan jalan bebas hambatan melalui Federal-Aid Highway Act 1956 yang disahkan Presiden Dwight D. Eisenhower.

Sedikit demi sedikit, Route 66 tergantikan oleh jaringan Interstate Highway seperti I-55, I-44, dan I-40 yang menawarkan perjalanan lebih cepat, lebih lebar, dan lebih aman.

Setelah hampir enam dekade menjadi tulang punggung transportasi lintas negara bagian, Route 66 akhirnya resmi dinonaktifkan sebagai jalan raya nasional pada 27 Juni 1985 ketika segmen terakhirnya digantikan oleh jalan tol modern.

Meski tidak lagi berfungsi sebagai jalan nasional, Route 66 tidak benar-benar hilang. Banyak bagiannya kini ditetapkan sebagai Historic Route 66 dan National Scenic Byway.

Pemerintah Amerika Serikat bahkan mengalokasikan dana pelestarian sejak 1999 untuk menjaga berbagai bangunan bersejarah, jembatan, motel, restoran, serta situs budaya yang berada di sepanjang jalur tersebut.

Kini, Route 66 tetap menjadi destinasi wisata legendaris yang dikunjungi pelancong dari berbagai negara. Jejak sejarahnya masih terlihat di kota-kota kecil yang berkembang berkat jalan ini, bangunan-bangunan klasik yang tetap dipertahankan, hingga rute perjalanan yang membawa wisatawan menelusuri salah satu jalan paling bersejarah di Amerika Serikat.

Lebih dari sekadar jalan raya, Route 66 telah menjadi saksi perjalanan sebuah bangsa menghubungkan bukan hanya kota demi kota, tetapi juga kisah perjuangan, harapan, dan perubahan Amerika Serikat selama hampir satu abad. [UN]