Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Harbiyanto menyoroti hasil survey terbaru yang dirilis oleh SMRC yang menyatakan bahwa elektabilitas Presiden Prabowo Subianto anjlok hingga menyisakan 14,5% saja. Dalam kesempatan ini dirinya menyatakan bahwa bagaimana mungkin elektabilitas seorang Presiden aktif turun sedemikian drastis hanya dalam 3 bulan.
“Dalam 3 bulan ini, Presiden Prabowo justru secara progresif melakukan pembenahan pada seluruh sektor. Yang paling mencolok adalah restrukturasi total dalam tubuh Badan Gizi Nasional, yang dianggap salah satu biang kerok kebocoran anggaran besar-besaran negara,” ujarnya.
Sebagaimana dilansir oleh Poltracking (14/04/26), Presiden Prabowo Subianto berada di posisi teratas dalam bursa elektabilitas calon presiden (capres). Dalam simulasi pertanyaan “Jika Pemilu dilakukan hari ini, siapa yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih sebagai Presiden RI?”, Presiden Prabowo mencatat elektabilitas sebesar 32,9 persen, unggul jauh dibandingkan kandidat lainnya.
Berdasarkan data ini, Harbiyanto meyakini bahwa terdapat subjektifitas dalam pengambilan sampel data dan metodologi yang digunakan oleh SMRC. Ia menyatakan “SMRC ini kan punya Prof. Saiful Munjani.
Tanpa mengurangi rasa hormat saya, tapi beliau ini kan punya catatan khusus berkaitan dengan upaya pemakzulan Presiden Prabowo beberapa bulan lalu. Jadi tentu menjadi masuk akal jika survey SMRC berusaha menggiring opini seolah masyarakat tidak lagi percaya pada Presiden Prabowo Subianto.”
Disisi lain, hasil survey yang diluncurkan oleh SMRC mengandung anomali tajam jika dilihat dari dua aspek, antara elektabilitas dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Dalam hasil surveynya, seperti disebutkan diatas bahwa elektabilitas Presiden Prabowo Subianto anjlok hingga menyisakan 14,5%, namun disisi lain survey hasil kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto sebesar 51%.
Menanggapi hal tersebut Harbiyanto menekankan, “Bagaimana judulnya kepuasan 51% tapi elektabilitas 14,5%? Inkonsistensi hasil survey lembaga ini sangat terpampang jelas. Bagaimana kita bisa sepenuhnya percaya? Yang benar yang mana? Ayolah kita saling jujur soal penilaian terhadap Presiden Prabowo Subianto.”
Dalam kesempatan yang sama, Harbiyanto juga menuturkan sebagai penutup, “Saya pikir kita semua mesti bijaksana ya dalam memaparkan data, harus objektif dan jujur. Saya berharap akan muncul hasil survey lain yang bisa dijadikan data pembanding atas hasil survey SRMC yang terlalu subjektif penilaiannya. Alasannya jelas kok, ada resistensi khusus Prof. Saiful Munjani terhadap Presiden Prabowo Subianto yang kita juga tidak benar-benar mengerti kan, kenapa beliau ini berhasrat sekali melihat pemerintahan ini carut-marut dan Presiden Prabowo turun sebelum masa bhaktinya habis.” (rls)




