TKN 01: Jangan Pilih Pemimpin Melarang Tertawa

TKN 01: Jangan Pilih Pemimpin Melarang Tertawa

Ilustrasi: Sekretaris TKN 01, Hasto Kristiyanto/Istimewa

Koran Sulindo – Perhelatan demokrasi yang berlangsung sekali dalam lima tahun, baik pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) yang berjalan serentak, sejati menjadi momentum yang disambut dengan riang gembira, bukan dengan melarang orang tertawa.

“Yang raganya sehat tapi jiwanya tak sehat biasanya suka temperamental. Kampanye, orang mau salaman dipukul misalnya. Lalu tiba-tiba gebrak-gebrak meja. Kalau sedang emosi saat debat tiba-tiba menari,” kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) 01, Hasto Kristiyanto, saat berbicara di acara “Jokfest, Pesta Rakyat 01 Optimis”, yang dihadiri ribuan warga Bandung di Tugu Pahlawan, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019).

Menurut Hasto,  dalam Pilpres 2019 ini, rakyat memilih pemimpin  yang sehat jiwa dan raganya.

“Kalau ada yang tertawa dia marah-marah. Ketawa saja dilarang. Buat apa kita dipimpin yang ketika belum memimpin saja sudah melarang orang tertawa,” katanya.

Hasto memastikan kualitas sepeti itu tak melekat pada pasangan calon Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Paslon nomor urut 01 justru terus menunjukkan kualitas kepemimpinan yang diinginkan oleh rakyat.

Hasto juga mengimbau kepada para pendukung Jokowi-Ma’ruf, agar semangat perjuangan tanpa menyerah terus digelorakan. Karenanya, segala ruang sosial dan media sosial harus diisi oleh seluruh masyarakat Jawa Barat dengan kebaikan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Bahwa di bawah pemimpin baik ini, bahwa dengan kerja kerja kerja akan bisa mengatasi seluruh permasalahan rakyat,” ujar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu.

Secara khusus Hasto meminta para kaum muda milenial untuk menyosialisasikan tiga kartu sakti Jokowi-Ma’ruf. Yakni kartu sembako, KIP Kuliah, dan Kartu Prakerja.

“Kami harap jaga TPS. Kita putihkan TPS dengan 12 saksi. Jangan buat teori-teori Donald Trump berlaku di Indonesia karena kita berbeda dengan Amerika Serikat. Jangan sampai ada yang golput. Sebab golput berarti tak mau melaksanakan tanggung jawab dan kewajiban sebagai warga negara. Mari kita berbondong-bondong ke TPS demi kemajuan kita bersama,” katanya.

Di acara itu, selain Hasto, hadir juga sesepuh Jawa Barat Solichin GP dan para pimpinan kelompok relawan di Kota Bandung. Selain itu, hadir juga perwakilan 120 perguruan silat dari Bandung dan berbagai kota di Jawa Barat untuk melakukan ikrar kesetiaan. Yakni ikrar kepatuhan terhadap Pancasila dan NKRI.

Menurut Hasto, ikrar tersebut menjadi penting karena memang ada gerakan yang ingin mengganti ideologi Pancasila.

“Kita sudah melihat bukti di Jawa Timur bagaimana ideologi kegelapan itu bekerja melalui teror yang dilakukan. Mereka telah menjadi penumpang gelap demokrasi. Mari kita tegakkan Pancasila, NKRI Harga Mati,” kata Hasto.

Dukungan Beralih

Pada kesempatan sama, Hasto meyakini bahwa dukungan rakyat Bandung yang pada 2014 memenangkan Prabowo Subianto kini beralih ke Joko Widodo. Sebab, beberapa laporan yang diterima Hasto, kampanye Prabowo kerap sepi di Kota Bandung maupun Kabupaten Bandung.

“Kalau kami lihat laporan kampanye yang kami terima, Prabowo-Sandi di Bandung Raya sepi sehingga dukungan yang diberikan pada putaran terakhir oleh masyarakat Bandung dan Jabar khususnya beralih ke Pak Jokowi,” kata Hasto.

Banyàknya dukungan, tokoh-tokoh Jabar seperti Ridwan Kamil, Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi menandakan bahwa kemenangan petahana di Bumi Parahiyangan itu bulat. Belum lagi, dukungan dari sepuluh partai politik dan relawan semakin memperkuat kemenangan.

“Kami optimistis menang di sini,” kata Hasto.

Bandung adalah pusat kreativitas dan menjadi pionir dalam memajukan citra Indonesia.

Hasto juga mengapresiasi penyelenggaraan tersebut  sebagai bentuk ekspresi watak kaum muda yang kreatif dan berkemajuan. Dalam acara itu hadir juga mantan Gubernur Jawa Barat Solihin Gautama Purwanegara atau Mang Ihin.

“Dari Kota Bandung, Jokfest ini kami semakin optimistis Jabar akan memenangkan Pak Jokowi – KH Maruf Amin karena kinerjanya, kerendahan hatinya, menggunakan politik putih, politik tanpa hoaks yaitu politik kebenaran,” kata Hasto.

Acara Jokfest dimulai sejak pagi tadi. Kaum muda dari anak-anak SMA bergantian secara maraton silih berganti menyambangi lokasi acara. Ada juga penampilan dari 140 kelompok silat di Jabar menunjukkan aksinya. Juga ditampilkan hologram Jokowi yang memaparkan program andalan yang akan direalisasikan jika terpilih kelak. Di antaranya Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Prakerja dan Kartu Sembako Murah. Ibu-ibu yang melihat presentasi Jokowi soal programnya itu tampak antusias. [CHA/DAS]