Jenderal Douglas MacArthur (kiri) dan Kaisar Jepang Hirohito (kanan). (sumber: Wikimedia)

Kaisar Jepang merupakan pemegang kewenangan tertiggi kepercayaan Shinto karena Ia dan keluarganya dipandang sebagai keturunan dari Dewi Matahari Amaterasu.

Kepercayaan masyarakat Jepang terhadap garis keturunan ini menjadikan Kaisar dianggap merupakan sosok yang tangguh, kuat, dan berwibawa seperti layaknya Dewa. Namun mistisisme Ilahi seorang Kaisar, runtuh akibat sebuah foto.

Pada masa perang dunia II, Jepang dipimpin oleh Kaisar Hirohito. Kaisar Hirohiito merupakan Kaisar terlama yang memimpin Jepang, Ia memimpin dari tahun 1926 hingga wafat pada tahun 1989.

Dikutip dari History, Hirohito menjadi pemimpin jepang yang paling signifikan dan penting dalam sejarah Jepang. Hirohito memerintah Jepang selama masa perang Asia-Pasifik dan sepanjang Perang Sino-Jepang Kedua.

Kebangkitan militerisme serta pertumbuhan Jepang pasca perang dunia II juga diinisiasi saat masa kepemimpinannya.

Saat perang dunia II berlangsung, Jepang sempat mengalami kehancuran. Bom Atom yang dijatuhkan Amerika di kota Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 menjadi bagian terparahnya. Akibat dari dijatuhkannya bom Atom ini, puluhan ribu masyarakat Jepang meninggal dunia.

Dari kejadian tersebut, Kaisar Jepang menyerukan penyerahan diri melalui siaran Radio pada tanggal 15 Agustus 1945. Penyerahan diri kepada Amerika secara resmi dilakukan pada tanggal 26 September 1945 di kapal USS Missouri, sehari sebelum foto ikonik tersebut diambil.

Jenderal Douglas MacArthur

Jenderal Douglas MacArthur merupakan seorang komandan yang memegang perang penting selama Perang Korea dan Perang Dunia II. Pada tahun 1945 sampai 1951, Jenderal Douglas MacArthur menjadi Panglima Tertinggi Sekutu yang bertanggung jawab mengawasi pendudukan Jepang.

MacArtur juga merupakan orang yang berpengaruh dalam pemulihan Jepang seperti Kaisar Hirohiita meskipun Ia sedikit otokratis. Ia mengarahkan pemulihan Jepang serta demiobilisasi dan pengusiran militeris Jepang. Ia juga melakukan pengawasan pengdilan kejahatan perang selama periode ini.

Selama periode ini, Jepang berada dibawah kendali pemerintah Amerika, MacArthur juga memeberikan tekanan kepada Kaisar agar mamastikan perubahan demokratis.

Pertemuan Kaisar Hirohito dan Jenderal MacArthur

Pertemuan antara pihak Amerika yang diwakili MacArthur dan Jepang, Kaisar Hirohito dilakukan pada tanggal 27 September 1945 di kedutann besar Amerika Serikat di Tokyo. Pertemuan ini akan menjadi sejarah besar dan menjadi titik balik hilangnya mistisisme Ilahi seorang Kaisar.

Dalaam foto tersebut, Kaisar Hirohito mengenakan setelan jas barat dan topi tinggi, menekankan hubungan baru antara Jepang dan Amerika Serikat.

Sebelumnya tidak ada fotografer yang diperbolehnkan mendekati Kaisar untuk mengambil foto, karena saat berdiri berdampingan dengan MacArthur, postur tubuh dan tinggi badan Kaisar terlihat sangat pendek dibandingkan MacAthur yang memiliki posttur tinggi besar.

Foto tersebut tidak hanya sekedar jepretan kamera melaikan memperlihatkan sisi manusia dari seorang yang dianggap keturunan Dewa bahkan terlihat lebih kecil daripada orang Amerika.

Pemerintah Jepang awalnya melarang foto tersebut beredar, namun MacArthur mencabut larangan ini dan foto tersebut kemudian dicetak di surat kabar Jepang yang memperlihatkan sisi manusia dari seorang Kaisar yang dianggap sebagai keturunan Dewa Amaterasu. [IQT]