Skuter Vespa. (Foto: Sulindo/Iqyanut Taufik)

Vespa menjadi kendaraan roda dua yang sangat digemari di Indonesia. Hampir semua kalangan dari orang tua maupun anak muda, mereka ada saja yang masih menggunakan kendaraan ini di jalanan.

Indonesia bahkan dikenal sebagai salah satu basis komunitas vespa terbesar di dunia. Ada berbagai macam aliran penggemar Vespa di Indonesia seperti Vespa gembel yang merupkan perkembangan dari kreativitas lokal.

Skuter legendaris dari pabrikan Piaggio, Italia ini pertama kali mengaspal di Indonesia di awal decade 1950-an.

Masukanya Vespa ke Indonesia bukan sekadar masuknya komoditas otomotif asing, melainkan ada keterikatan sejarah yang kuat dengan militer, diplomasi, dan perkembangan gaya hidup masyarakat Indoneisa pasca kemerdekaan.

1950-an Awal Vespa Masuk Indonesia

Pasca pengakuan kedaulatan Indonesia pada tahun 1949 kebutuhan akan moda transportasi yang tangguh, murah dan efisien sangat tinggi di Indonesia untuk memulihkan mobilitas nasional.

Vespa 125 “Farobasso” mulai masuk di Indonesia melalui jaringan pedagang swasta dan importir umum salah satunya PT Danmotors Vespario.

Pada periode ini, Vespa dianggap sebagai kendaraan mewah, dimana pemiliknya didominasi oleh kalangan elit seperti pejabat pemerintah, dokter, pengusaha dan kaum professional di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung.

Periode 1960, Vespa Kongo dan Misi Perdamaian PBB

Pada tahun 160-1961 Prajurit Kontingen Garuda II baru saja menyelesaikan misi perdamaian PBB di Kongo (Afrika). Atas pencapaian ini, pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada para prajurit tersebut dengan menghadiahkan unit Vespa khusus kepada mereka sekembalinya ke Tanah Air.

Vespa tersebut seringkali disebut sebagai Vespa Kongo (merupakan model Vespa VGLA/VGLB 150). Vespa ini memiliki ciri khusus yakni penggunaan pelek roda degan ukuran 10 inci sedangka pada Vespa standar ukuran peleknya hanya 8 inci. Selain itu terdapat lambang atau penanda khusus pada bagian bodinya.

Sekarang keberadaan Vespa Kongo ini menjadi salah satu barang yang diburu para penggemar otomotif antik.

Dekade 1970-an, Era Perakitan Lokal dan Kejayaan Vespa Super/Sprint

Piaggio melihat minat masyarakat Indonesia yang tinggi akan kendaraan ini, secara resmi melakukan kerja sama untuk memproduksi Vespa secara lokal di Indonesia.

Pabrik PT Danmotors Indonesia didirikan di Kawasan Pulo Gadung, Jakarta. Atas didirikannya pabrik tersebut membuat Harga Vespa di Indonesia semakin terjangkau dikalangan menengah.

Pada dekade ini pula puncak popularitas dari model-model seperti Vespa Super 150, Vespa Sprint dan Vespa PTS (smallframe). Vespa menjadi kendaraan harian bagi para guru, pegawai negeri sipil hingga mahasiswa.

Dekade 1980-1990-an, Era PX Series dan Komunitas yang Menjamur

Masuk ke era 1980-an, desain Vespa mengalami modernisasi melingkar ke arah bentuk yang lebih kotak dan futuristik melalui lini Vespa PX Series (PX 150, Exclusive, dan Excel).

Vespa Excel menjadi simbol kemewahan skuter 2-tak pada dekade 1990-an karena sudah dilengkapi fitur electric starter dan indikator bensin yang modern pada zamannya.

Di era inilah budaya “satu Vespa, sejuta saudara” mulai mengakar kuat. Komunitas dan klub Vespa bermunculan di seluruh pelosok Nusantara, menciptakan tradisi unik di jalan raya di mana sesama pengendara Vespa selalu saling menyapa atau membatu jika ada yang mogok. [IQT]