BEKASI – Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Said Aqil Siradj, menyampaikan duka mendalam atas insiden tabrakan yang melibatkan Kereta Api dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Hal tersebut disampaikannya usai menjenguk para korban yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
“Saya sebagai Komut hanya bisa mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semuanya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, baik pengendara mobil maupun masinis harus betul-betul waspada,” ujar Said Aqil kepada awak media, Selasa (28/4).
Dalam kunjungannya yang didampingi oleh Direktur Utama KAI, Said Aqil menyempatkan diri berdialog dengan delapan pasien. Ia menyebutkan kondisi para korban secara umum mulai membaik meski ada beberapa yang mengalami patah tulang dan luka di bagian perut.
“Semuanya mengagetkan, tidak ada yang mengira. Berdasarkan keterangan korban, alarm sebenarnya ada, tapi memang tidak mungkin kereta mengerem mendadak. Informasi yang saya terima, ada taksi yang menyeberang,” jelasnya.
Menanggapi desakan evaluasi terkait keamanan di perlintasan, Said Aqil meluruskan persepsi publik mengenai kewenangan pembangunan palang pintu kereta api. Ia menegaskan bahwa secara regulasi, hal tersebut bukan merupakan tanggung jawab PT KAI.
“Ini banyak orang yang tidak tahu, termasuk saya sebelum jadi Komut. Bikin palang pintu itu bukan kewajiban KAI, melainkan kewajiban pemerintah daerah setempat yang berkoordinasi dengan Kemenhub dan Kemendagri,” tegas Said Aqil.
Ia menambahkan bahwa KAI telah berulang kali melakukan imbauan dan koordinasi dengan kepala daerah, termasuk di wilayah Jawa Timur, untuk berkolaborasi menangani perlintasan sebidang. Namun, kendala biaya seringkali menjadi hambatan di lapangan.
“Bikin satu palang pintu yang bagus itu biayanya mencapai Rp3 miliar. Bukan barang murah,” ungkapnya.
Terkait langkah selanjutnya, Said Aqil mengonfirmasi bahwa jajaran manajemen KAI akan menggelar rapat evaluasi internal pada Rabu (29/4) pagi pukul 09.00 WIB. Ia juga mengapresiasi respons cepat Presiden yang telah meninjau langsung kondisi di lapangan.
Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan, Said Aqil menjamin bahwa seluruh biaya medis para korban akan ditanggung sepenuhnya oleh PT KAI.
“Semua pengobatan ditanggung KAI. Untuk korban yang meninggal dunia, mudah-mudahan syahid dan diterima di sisi Allah SWT,” tutupnya. [IQT]