Ratusan Warga dan Instansi Bersihkan Eceng Gondok di Waduk Darma Kuningan

Suasana pembersihan eceng gondok di Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, yang melibatkan sekitar 410 peserta dari berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat, Sabtu (13/6/2026). (Foto: Sulindo/Ulfa Nurfauziah)

KUNINGAN, koransulindo.com – Upaya penyelamatan kawasan Waduk Darma dari ancaman ledakan populasi eceng gondok dilakukan melalui kegiatan gotong royong pembersihan yang melibatkan ratusan peserta pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 12.00 WIB itu dipusatkan di kawasan wisata Waduk Darma, Jalan Lingkar Waduk Darma, Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan.

Sebanyak sekitar 410 orang terlibat dalam aksi bersih-bersih tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, TNI, Polri, pengelola sumber daya air, hingga masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriyani, S.H., M.Kn., Dandim 0615/Kuningan yang diwakili Pasi Ops Kapten Kav Sutardi, serta Kapolres Kuningan yang diwakili Kapolsek Darma AKP Farikin, S.M., beserta sejumlah pejabat dan perwakilan instansi lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa Waduk Darma memiliki peran strategis bagi masyarakat. Menurutnya, waduk tersebut bukan hanya menjadi ikon pariwisata Kabupaten Kuningan, tetapi juga sumber kehidupan bagi sektor pertanian dan perikanan.

“Waduk Darma adalah denyut nadi, ikon pariwisata, sekaligus sumber kehidupan bagi sektor pertanian dan perikanan, bukan hanya untuk Kuningan tetapi juga wilayah sekitarnya. Hari ini kita melihat pemandangan yang memprihatinkan. Ledakan populasi gulma eceng gondok telah mengancam kelestarian ekologis, menurunkan kualitas air, dan mengganggu perputaran ekonomi di sektor wisata serta budidaya ikan,” ujar Dian.

Ia menjelaskan, kegiatan pembersihan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan beberapa hari sebelumnya.

“Sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Pak Sekda pada hari Rabu lalu, hari ini kita hadir di sini membawa komitmen, membawa cangkul, sabit, pengait, perahu, dan alat berat untuk satu tujuan, yaitu membersihkan dan menyelamatkan Waduk Darma,” katanya.

Dian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai elemen menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam menyelesaikan persoalan daerah.

“Saya sangat bangga dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang hadir. Inilah wujud nyata dari kolaborasi pentahelix. Ketika pemerintah, TNI, instansi vertikal, pelaku usaha, penggiat lingkungan, dan masyarakat bergerak bersama, tidak ada persoalan daerah yang tidak bisa kita selesaikan,” tuturnya.

Kegiatan pembersihan eceng gondok dilakukan mulai dari sektor depan SDN 1 Jagara hingga kawasan objek wisata Waduk Darma. Tanaman air yang bersifat invasif tersebut dibersihkan untuk mengoptimalkan fungsi waduk, menjaga kelestarian ekosistem perairan, serta mendukung sektor pariwisata.

Selain itu, pembersihan dilakukan guna mencegah pendangkalan yang dapat terjadi akibat pembusukan eceng gondok serta meminimalkan penurunan kualitas air. Upaya tersebut juga bertujuan menjaga pasokan air, mengoptimalkan fungsi Waduk Darma sebagai infrastruktur sumber daya air, serta melindungi keseimbangan ekosistem perairan.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), TNI, Polri, serta unsur masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Aksi gotong royong tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menjaga keberlanjutan fungsi Waduk Darma sebagai salah satu aset penting Kabupaten Kuningan, baik bagi sektor lingkungan, pertanian, perikanan, maupun pariwisata. [UN]