Presiden Joko Widodo/jokowi.org

Koran Sulindo – Presiden Joko Widodo direncanakan melantik Kapolri baru Komjen Pol Tito Karnavian pada Rabu (13/7) nanti.

“Pelantikan Kapolri baru direncanakan Rabu siang sekitar pukul 13.30 WIB,” kata Mensesneg Pratikno seusai halalbihalal dengan Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin (11/7).

DPR menyetujui penetapan Komjen Pol Tito Karnavian menjadi Kapolri dalam rapat paripurna DPR pada Senin (27/6) lalu.

Pelantikan itu langsung dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Dengan dilantik sebagai Kapolri, maka Tito akan berpangkat Jenderal.

Kabar pelantikan Kapolri baru itu menghidupkan kembali kabar perombakan kabinet, yang sudah diwacanakan Prsiden Jokowi sejak akhir tahun lalu.

“Yang selama ini kita dengar, konon, berbarengan dengan pelantikan kapolri. Saya melihat presiden sudah mengantongi beberapa pos yang akan diganti atau digeser,” kata Sekretaris Fraksi Hanura, Dadang Rusdiana.

Dadang mengatakan Presiden Jokowi sedang mempertimbangkan posisi partai yang lebih dahulu mendukung pemerintah, partai yang mendukung belakangan, hingga posisi menteri-menteri dari kalangan profesional.

Isu

Isu perombakan menteri beredar di kalangan media belakangan ini. Dari kabar yang ramai datang dari media sosial, Presiden Jokowi akan mengumumkan kabinet baru usai hari raya Idul Fitri.

Ada lima menteri yang diganti dan berpindah pos kementrian.

  1. Rini Soemarno menteri BUMN digeser menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Teten Masduki.
  2. Hendri Saparini ditetapkan sebagai menteri BUMN yang baru menggantikan Rini. Hendri Saparini, wanita kelahiran Kebumen 1964 saat ini menjadi Preskom PT Telkom. Ia menyelesaikan S-1 di FE UGM kemudian ambil S2 dan S3 di Tsukuba University Jepang.
  3. Teten Masduki diangkat jadi Menteri Agraria. Pos lamanya sebagai KSP diisi oleh Rini Soemarno. Sementara Feri Mursidan Baldan tidak jadi menteri lagi.
  4. Idrus Marham (sekjen Golkar) akan menggusur Marwan Ja`far (representasi PKB) menjadi menteri PDT & Transmigrasi. Marwan dikeluarkan dari kabinet Jokowi.
  5. Mulfachri Harahap (Kader Partai Amanat Nasional) jadi menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemen PAN). Anggota DPR RI Komisi III ini menggusur kursi Yuddi Chrisnandi. Yuddi kemungkinan akan digeser menjadi Kepala Staf Penasehat Wakil Presiden menggantikan posisi Sofian Wanandi. Namun Mulfachri mungkin juga menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Imam Nahrowi.

Selain itu, ada dua pati Polri yang baru saja diangkat pangkatnya menjadi Jenderal penuh berbintang empat dari pangkat sebelumnya yaitu Komjen. Keduanya adalah Jederal (Pol) Drs Tito Karnavian Phd dan Jenderal (pol) Drs Budi Gunawan.

Jenderal (pol) Drs Budi Gunawan akan dilantik sbg Ka BIN menggantikan Sutiyoso. Mantan gubernur DKI ini akan mendpt tugas baru sebagai Duta Besar. Pelantikan Jenderal BG sebagai Ka-BIN akan dilakukan serentak.

Kemudian untuk pos Waka Polri, Irjen Pol Drs Lutfi Lubihanto sudah ditetapkan dan akan dilantik menggantikan Budi Gunawan. Pangkatnya pun sudah dinaikkan menjadi Komjen Pol. Lutfi Lubihanto adalah Lulusan Akpol 1984 dan pernah jadi Kapolda Jambi. Hari ini, pria kelahiran Bandung 55 tahun lalu itu masih menjabat sbg Waka Baintelkam Polri.

Sementara posisi Jaksa Agung M Prasetyo aman. Ia tidak digeser bukan karena faktor Nasdem (induk parpolnya) tapi karena ia punya hubungan baik dengan Jokowi.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan juga dalam posisi aman. Sebelumnya ada rumor mantan Direkttur Kereta Api Indonesia (KAI) ini akan diganti. Menteri Agama  Lukman Hakim (PPP) juga dalam posisi aman. [DS]