Selama Perang Dingin, Inggris mengumpulkan informasi mengenai militer Uni Soviet melalui berbagai kegiatan intelijen di Jerman Timur.
Salah satu kegiatan yang paling tidak biasa dilakukan oleh British Commanders’-in-Chief Mission to the Soviet Forces in Germany (BRIXMIS) dan dikenal sebagai Operation Tamarisk.
Apa Itu Operation Tamarisk?
Dalam catatan BRIXMIS, kegiatan tersebut mula-mula dikenal sebagai Operation Tamarisk dan kemudian sebagai Operation Tomahawk.
Operation Tamarisk merupakan kegiatan BRIXMIS untuk mengeksploitasi artefak militer dan sampah yang yang ditinggalkan pasukan Soviet di berbagai lokasi di Jerman Timur.
BRIXMIS adalah misi militer Inggris yang menjalankan pengumpulan intelijen mengenai pasukan Soviet dan militer Jerman Timur.
Personelnya pergi ke berbagai lokasi untuk mengamati aktivitas militer, peralatan, latihan, serta fasilitas Soviet.
Pada 1980-an, kegiatan tersebut dikelola oleh sebuah sel kecil yang dikenal sebagai Spandau Office.
Mengapa Sampah Militer Soviet Dikumpulkan?
Sampah yang ditinggalkan di sekitar fasilitas dan area latihan militer Soviet dapat mengandung informasi yang berguna bagi intelijen.
Material tersebut antara lain berupa dokumen, buku catatan, material teknis, sisa amunisi, sisa logam dari peluru atau proyektil, artefak militer, dan berbagai benda lain yang berasal dari aktivitas pasukan Soviet.
Personel BRIXMIS juga mencari di tempat pembuangan yang berkaitan dengan rumah sakit Soviet.
Material yang ditemukan dapat berupa perban, dokumen, dan buku catatan. Benda-benda itu dapat memberikan informasi tertentu mengenai kegiatan fasilitas tersebut.
Setelah dibawa kembali, material tersebut diperiksa dan dianalisis.
Informasi yang diperoleh dapat berkaitan dengan organisasi unit, aktivitas militer, peralatan, dan persenjataan Soviet.
Dokumen Soviet yang Digunakan sebagai Kertas Toilet
Salah satu cerita yang paling dikenal dari Operation Tamarisk berkaitan dengan dokumen Soviet yang digunakan sebagai pengganti kertas toilet.
Royal Air Force Historical Society mencatat bahwa personel Inggris menemukan dokumen bernilai intelijen dalam kondisi tersebut.
Setelah material dibawa kembali dan disortir, informasi yang didapatkan adalah sistem sandi Soviet (cifr), kondisi dan moral tentara Soviet, instruksi pergerakan pasukan, hubungan antara militer, partai, dan Kementerian Keamanan Negara (MGB) di lapangan, serta detail terkait peralatan baru.
Pengamatan di sekitar fasilitas dan area latihan Soviet tentunya berisiko karena pasukan dapat diawasi, dihentikan, atau ditahan oleh pihak Soviet maupun Jerman Timur.
Temuan Neustrelitz pada 1981
Salah satu temuan penting dalam Operation Tamarisk terjadi pada 1981 di dekat barak tentara Soviet di Neustrelitz, Jerman Timur.
Tim BRIXMIS menemukan sebuah buku catatan pribadi berbahasa Rusia yang berisi gambar teknis.
Seorang perwira intelijen militer Inggris yang mengetahui isi temuan tersebut menilainya sebagai salah satu sumber intelijen paling penting yang diperoleh dalam sekitar satu dekade.
Buku tersebut memuat informasi mengenai komposisi lapisan baja serta kekuatan dan kelemahan T-64A dan T-80B.
Informasi tersebut memberikan data teknis yang penting bagi penilaian intelijen Barat terhadap kendaraan lapis baja Soviet.
Operation Tamarisk dan Article 219
Operation Tamarisk juga berperan dalam proses identifikasi kendaraan Soviet yang dikenal dalam laporan intelijen sebagai Article 219.
Analis Inggris telah memantau perkembangan Article 219 dan menyimpulkan dari berbagai informasi bahwa kendaraan tersebut merupakan tank baru yang menggunakan mesin turbin gas.
Pada saat itu, Amerika Serikat masih meragukan apakah Article 219 merupakan sebuah tank.
BRIXMIS kemudian menemukan papan pengumuman di Group of Soviet Forces in Germany yang mencantumkan Article 219 bersama nomor artikel lain yang diketahui merupakan tank.
Temuan lain berasal dari Operation Tamarisk. Sebuah dokumen rahasia menunjukkan bahwa Article 219 memiliki sistem pengendalian tembakan terkomputerisasi dan dapat menembakkan rudal melalui laras meriam.
Informasi itu mengonfirmasi bahwa Article 219 merupakan sebuah tank.
Pengamatan berikutnya terhadap kendaraan tersebut memberikan informasi tambahan, termasuk foto bagian belakang dan rekaman suara mesin turbin gas.
Kendaraan yang dikenal dalam laporan intelijen sebagai Article 219 tersebut kemudian diketahui sebagai T-80.
Amerika Serikat Memiliki Operation Sand Dune
Inggris bukan satu-satunya negara Barat yang mengumpulkan material dari tempat pembuangan militer Soviet.
Amerika Serikat melakukan kegiatan serupa melalui United States Military Liaison Mission (USMLM).
Pada 1976, kegiatan pengumpulan material tersebut diperkuat dan dikoordinasikan dalam program yang dikenal sebagai Operation Sand Dune.
Sand Dune menghasilkan berbagai informasi mengenai militer Soviet.
Material yang diperoleh dapat memberikan informasi mengenai jadwal latihan unit, tabel penembakan tank, manual pemeliharaan kendaraan, rencana rotasi pasukan, tanda panggil, frekuensi radio, dan dokumentasi teknis peralatan baru.
Operation Tamarisk menunjukkan bagaimana pengumpulan intelijen Perang Dingin berlangsung di lapangan.
Bagi sejarah Perang Dingin, Operation Tamarisk menjadi bagian dari pengumpulan intelijen militer Soviet selama periode ketika Inggris dan Uni Soviet berada dalam persaingan strategis. [BP]
Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia dan dapatkan informasi seputar artikel sejarah lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I





