Ubur-ubur pulau Kakaban yang kehilangan sengatnya karena berevolusi. (Foto: Wikimedia)

Koransulindo.com – Danau Kakaban, merupakan danau yang terbentuk akibat air laut yang terperangkap di pulau Kakaban, wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Danau Kakaban terbentuk dari zaman parasejarah sekitar 2 juta tahun yang lalu Ketika zaman peralihan Holosin. Danau ini memiliki luas sekitar 5 km², dengan dinding karang setinggi kurang lebih 50 m. Dinding inilah yang menyebabkan air laut terperangkap sehingga terbentuk sebuah danau.

Meskipun danau ini terbentuk dari air laut namun karena perubahan dan evolusi yang cukup lama oleh air hujan dan air tanah, danau ini memiliki air yang lebih tawar dari laut disekitarnya.

Perubahan ini juga mempengaruhi adapatasi dari biota laut yang ikut terperangkap didalamnya. Ubur-ubur danau Kakaban menjadi kehilangan daya sengatnya karena tidak ada predator yang memangsanya di danau tersebut.

Selain kehilangan sengatnya, Ubur-ubur di pulau ini juga melakukan symbiosis mutualisme dengan Algae. Alagae membutuhkan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis sedangkan ubur-ubur tersebut mendapatkan sumber makanan karena sumber makanan alami Ubur-ubur di danau Kakaban sangat terbatas.

Ubur-ubur menempatkan kakinya di alga dan kepalanya terbalik. Kebiasaan ini menjadi hal unik yang terjadi di danau Kakaban.

Pulau Kakaban juga merupakan satu-satunya pulau yang memiliki danau di tengahnya di Indonesia. Dr. Thomas Tomascik, seorang ahli kelautan berkebangsaan Kanada, mengatakan Pulau Kakaban merupakan surga kekayaan biologi yang ada di Indonesia.

Pulau Kakaban dalam Bahasa daerah memiliki arti pulau yang “memeluk”. Maksudnya pulau ini merupakan pulau yang memeluk danau, termasuk flora dan fauna yang ada didalamnya. [IQT]