Jakarta, koransulindo.com – Kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, kini resmi memiliki titik keramaian baru setiap akhir pekan seiring dengan ditetapkannya jalur tersebut sebagai area Car Free Day (CFD) oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta.
Memanfaatkan momentum tersebut, Yayasan Pusat Perfilman Usmar Ismail (PPHUI) bergerak cepat dengan menyediakan wadah kreatif bagi para pelaku seni, sineas, hingga pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk berekspresi secara gratis.
Ketua Yayasan Pusat Perfilman, Sonny Pudjisasono, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Pemda DKI Jakarta sekaligus upaya menghidupkan kembali marwah Gedung Usmar Ismail sebagai tempat berkumpulnya para seniman.
“Karena di Rasuna Said ini ada gedung Pusat Perfilman, kita manfaatkan sarana ini untuk memajukan seni budaya. Kami menyediakan panggung ekspresi khusus, lengkap dengan fasilitas sound system tanpa dipungut biaya bagi kawan-kawan perfilman, musik, maupun seni tari yang ingin melakukan promosi,” ujar Sonny saat diwawancarai di depan Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026).
Selain panggung hiburan yang diisi dengan senam aerobik, zumba, hingga penampilan musik, pihak yayasan juga memfasilitasi area booth kuliner untuk pembinaan UKM dengan sistem donasi sukarela guna menjaga kebersihan dan keamanan. Tak hanya itu, secara berkala PPHUI juga menggelar pameran koleksi sejarah perfilman dari museum Sinematek.
Apresiasi dari Kalangan Sineas dan Artis
Inisiatif dari Yayasan Pusat Perfilman ini disambut antusias oleh para pekerja seni yang hadir dalam kegiatan CFD perdana tersebut. Seniman senior Ageng Kiwi berharap program ini dapat merangkul seluruh elemen masyarakat yang memiliki jiwa seni.
“Usmar Ismail ini adalah legend, tempat berkumpulnya para sineman. Kami berharap tempat ini bisa terus menyelenggarakan kegiatan positif, seperti panggung open mic, promosi musik, hingga rencana lomba akting untuk anak-anak ke depannya,” kata Ageng Kiwi.
Hal senada disampaikan oleh aktor muda Valdi Mulya. Menurutnya, keberadaan wadah gratis di area CFD ini sangat membantu para sineas dan Rumah Produksi (PH) dalam mensosialisasikan karya terbaru mereka langsung kepada masyarakat tanpa terbebani biaya promosi yang besar.
“Ini acara benar-benar bagus banget. Sangat membantu kami, para sineas dan PH di Indonesia, untuk memiliki wadah berkarya. Semoga ke depan kegiatan di area CFD Rasuna Said ini semakin ramai,” tutur Valdi yang juga tengah disibukkan dengan persiapan beberapa proyek film terbarunya.
Sederet Agenda Seni Siap Meriahkan CFD Usmar Ismail
Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail dipastikan akan terus menyajikan program-program menarik bagi warga Jakarta yang berolahraga di kawasan Rasuna Said. Berbagai agenda besar pun telah mengantre untuk memanfaatkan ruang kreatif ini.
Dalam waktu dekat, Lembaga Sensor Film (LSF) dijadwalkan akan menggelar sosialisasi mengenai program Sensor Mandiri di area tersebut. Selain itu, menjelang bulan Agustus, panggung CFD Usmar Ismail akan menjadi pusat kemeriahan rangkaian acara perayaan HUT DKI Jakarta dan Hari Kemerdekaan RI ke-81.
Beberapa agenda yang siap digelar antara lain malam pementasan Lenong Modern bertajuk Zaman Now: Halte Rumpi yang dipelopori oleh Harry de Fretes (Boim) pada 19 Agustus 2026, serta puncak acara penganugerahan MAD FEST Merah Putih pada 18 Agustus 2026 mendatang. [IQT]