KUNINGAN, koransulindo.com – Upaya pemerintah memperkuat kemandirian ekonomi desa terus dilakukan melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Selain pembangunan gedung koperasi, pemerintah pusat juga menyalurkan berbagai sarana dan prasarana pendukung guna memastikan koperasi dapat beroperasi secara optimal dan menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Bantuan tersebut diberikan secara bertahap kepada desa-desa yang telah menyelesaikan pembangunan fisik gedung koperasi hingga 100 persen. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa perlengkapan penunjang kantor, tetapi juga kendaraan operasional yang diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan koperasi sekaligus mendukung distribusi barang dan hasil usaha masyarakat.
Di Kabupaten Kuningan contohnya, penyaluran bantuan dilakukan secara berjenjang. Hingga saat ini, Kodim 0615/Kuningan telah menyalurkan 100 unit sepeda motor roda tiga kepada 50 desa penerima, dengan masing-masing desa memperoleh dua unit kendaraan operasional.
Selain itu, setiap lokasi koperasi juga mendapatkan fasilitas penunjang berupa tiga unit pendingin ruangan (AC) berkapasitas 2 PK dan dua unit AC berkapasitas 1 PK. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang kenyamanan pelayanan serta mendukung penyimpanan barang yang dikelola koperasi.
Penguatan sarana operasional juga dilakukan melalui distribusi kendaraan roda empat. Sebelumnya, sebanyak 27 unit mobil truk dan 30 unit mobil pick up telah disalurkan kepada sejumlah desa yang memenuhi persyaratan.
Pada tahap lanjutan yang berlangsung Jumat (19/6/2026), pemerintah kembali menyalurkan bantuan kendaraan operasional berupa truk kepada 31 desa. Masing-masing desa menerima satu unit kendaraan yang akan digunakan untuk mendukung aktivitas usaha dan pelayanan koperasi.
Pasi Ter Kodim 0615/Kuningan, Kapten Inf Nandang Hendarsyah, mengatakan dari total 31 unit truk yang dialokasikan pada tahap tersebut, sebanyak 28 unit telah diterima oleh desa penerima, sementara tiga unit lainnya masih dalam proses pengiriman.
“Alhamdulillah, hari ini 31 desa menerima jatah masing-masing satu unit truk operasional. Baru 28 unit yang sudah tersalurkan, sisanya masih dalam perjalanan dan akan segera tiba. Semua bantuan ini bertujuan agar KDMP dapat bergerak lebih leluasa dalam melayani warga,” ujar Nandang.
Salah satu desa yang menerima bantuan lengkap adalah Desa Muncangela. Desa tersebut memperoleh satu unit mobil pick up, satu unit truk, dan dua unit sepeda motor roda tiga untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih.
Kepala Desa Muncangela, Enco Carsa (58), menyampaikan bahwa pembangunan gedung koperasi di desanya telah rampung sepenuhnya. Koperasi yang berlokasi di Jalan Raya Desa Muncangela Dusun Wage RT 07 RW 04 itu juga telah memiliki kepengurusan yang dibentuk dari warga setempat.
Menurut Enco, koperasi saat ini sudah mulai menjalankan aktivitas usaha dengan menyediakan kebutuhan sembako bagi para anggota.
“Bangunan koperasi kami sudah selesai 100 persen dan lokasinya sangat strategis di Jalan Raya Desa Muncangela Dusun Wage RT 07 RW 04. Kepengurusannya pun sudah terbentuk dari warga sendiri, dan koperasi sudah mulai beroperasi menjual sembako kepada 98 orang anggota. Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi, dan dengan hadirnya kendaraan ini, kami semakin semangat mengembangkan usahanya,” ungkap Enco usai menerima satu unit kendaraan truk.
Ia menilai program Koperasi Desa Merah Putih membawa harapan baru bagi penguatan ekonomi masyarakat desa. Kehadiran fasilitas yang semakin lengkap diyakini dapat memperluas manfaat koperasi, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang menjadi bagian dari perekonomian desa.
“Tujuan program ini sangat mulia, yaitu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Harapan kami, dengan adanya fasilitas yang lengkap ini, kesejahteraan warga dapat terus meningkat, serta pelaku UMKM di desa dapat merasakan manfaat nyata dari keberadaan Koperasi Desa Merah Putih ini,” katanya.
Dengan dukungan sarana operasional yang semakin memadai, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa. Selain memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, koperasi juga diharapkan mampu menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan produsen lokal untuk menampung, mengelola, serta memasarkan hasil produksi mereka, sehingga tercipta rantai ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan warga. [UN]