BOYOLALI – Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Boyolali berlangsung lancar dan demokratis di Joglo Kopi, Jalan Jambu, Boyolali, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut berhasil membentuk kepengurusan baru sebagai kelanjutan estafet kepemimpinan setelah berakhirnya masa bakti pengurus periode sebelumnya.
Ketua Dewan Pembina DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Willem Tutuarima, menegaskan bahwa seluruh proses Konfercab berjalan sesuai mekanisme organisasi dan mengedepankan aspirasi peserta.
“Konfercab ini merupakan forum untuk membentuk kepengurusan baru setelah masa bakti pengurus periode sebelumnya berakhir. Alhamdulillah, Konfercab berjalan dengan lancar dan berhasil menyusun kepengurusan baru sesuai aspirasi para peserta,” ujar Willem.
Ia menegaskan, tidak ada praktik penunjukan sepihak dalam proses pemilihan kepengurusan. Menurutnya, seluruh pengurus terpilih merupakan hasil keputusan peserta konferensi.
“Kami menegaskan bahwa dalam proses ini tidak ada mekanisme penunjukan secara sepihak. Seluruh pengurus terpilih merupakan hasil pilihan dan keputusan peserta konferensi,” tegasnya.
Dalam Konfercab tersebut, peserta secara mufakat memilih sebanyak 11 orang pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GPM Kabupaten Boyolali serta lima orang dewan pembina.
Dari susunan kepengurusan yang terbentuk, Ribut Budi Santoso dipercaya sebagai Ketua DPC GPM Kabupaten Boyolali. Sementara posisi Sekretaris dijabat Rohmiyanto dan Bendahara dipercayakan kepada Wuri Ayu Kusuma Ratih.
Selain itu, Suratmin Ragil ditetapkan sebagai Dewan Penasehat yang akan didampingi oleh empat anggota dewan penasehat lainnya guna memperkuat arah dan konsolidasi organisasi.
Usai proses pemilihan, seluruh pengurus terpilih langsung dilantik oleh Willem Tutuarima selaku Ketua Dewan Pembina DPP GPM yang mewakili Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPM.
Sementara itu, Ketua DPC GPM Kabupaten Boyolali terpilih, Ribut Budi Santoso, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Konfercab berlangsung dengan baik dan hasilnya telah dituangkan dalam laporan resmi organisasi.
“Seluruh proses konferensi berjalan dengan baik dan hasilnya telah tertuang dalam laporan resmi yang sudah disampaikan,” kata Ribut.
Ke depan, kata Ribut, kepengurusan baru berkomitmen untuk memperkuat persatuan dan soliditas kader di Kabupaten Boyolali. Menurutnya, persatuan merupakan amanat perjuangan yang diwariskan oleh Bung Karno.
“Kami berkomitmen untuk terus menyatukan seluruh kader di Kabupaten Boyolali. Sebagaimana pesan Bung Karno, persatuan adalah kunci utama dalam perjuangan. Persatuan sangat penting agar gerakan ini semakin kuat dan mampu memenangkan cita-cita kaum Marhaen,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses konferensi dan kembali bersatu demi memperkuat perjuangan organisasi.
“Selamat kepada pengurus yang telah terpilih. Selamat bekerja, selamat berjuang, dan terus kobarkan semangat Marhaenisme demi kesejahteraan rakyat. Marhaen Menang!” pungkasnya.