Ponorogo – Presiden Republik Indonesia ke-8 Prabowo Subianto menyampaikan dalam pidatonya saat menghadiri acara Syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam, Gontor agar dapat diundang dalam acara yang diadakan tanpa ada wartawan.
“Saya bisa diundang dalam acara yang lebih tidak terlalu besar, acara kalau perlu tidak ada wartawan,” kata Prabowo di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu (19/9/2026).
Prabowo kemudian mencari sosok wartawan dan menunjuk seorang wartawan seraya mengatakan bahwa wartawan pintar menyamar diantara kerumunan pengunjung.
Prabowo kemudian menegaskaan bahwa permintaannya untuk diundang secara tertutup oleh Pondok Modern Darussalam Gontor di lain waktu. Ia juga menjelaskan alasannya ingin diundang tertutup karena didalam forum yang besar Ia harus menjaga bicaranya.
“Ini serius ini, ini permintaan saya diundang tertutup, kalau disini ya saya juga harus hati-hati bicaranya ya,” ujar Prabowo.
Dalam pidato tersebut Prabowo juga sempat meneriakan “Free Palestine” dengan gestur tangan mengepal keatas kemudain disambut riuh pengunjung di ruangan tersebut.
Disela pidatonya, Prabo tertarik dengan motto dari Pesantren ini yakni “Panca Jiwa”, Prabowo mengaku motto tersebut sejalan dengan perjuangan dirinya.
“Saya selalu ingin ikhlas, saya selalu ingin sederhana, saya ingin bangsa kita berdiri diatas kaki kita sendiri,” ungkap Prabowo.
Peringatan puncak seratus tahun Gontor berlangsung dalam rangkaian 18–20 September, dengan resepsi kesyukuran dan reuni akbar sebagai agenda utama. Presiden Prabowo Subianto diundang hadir di puncak acara.
Selain Presiden, diundang pula sejumlah mantan wakil presiden, menteri, tokoh organisasi Islam, kiai, pengasuh pesantren, dan duta besar negara sahabat. [IQT]





