Film Kehidupan Taufiq Kiemas Mulai Syuting

Film Kehidupan Taufiq Kiemas Mulai Syuting

Syuting perdana film Taufiq Kiemas di Palembang, akhir November 2018.

Koran Sulindo –  Setelah riset dan persiapan produksi lebih dari setahun, biopic tentang negarawan yang mantan Ketua MPR, Taufiq Kiemas, kini sedang dalam proses pengambilan gambar. Syuting perdana telah dilakukan di kampung halaman orang tua Taufiq di Palembang, Sumatera Selatan, 25 dan 26 November 2018 lalu.

“Palembang dipilih sebagai tempat syuting perdana karena di kota inilah Taufiq Kiemas menghabiskan masa remaja dan kemudian berkiprah sebagai aktivis mahasiswa,” ujar produser eksekutif film ini, Imran Hasibuan, Kamis (6/12).

Menurut Sutradara Ismail Basbeth yang menggarap film ini, syuting di Palembang mengambil adegan-adegan masa kanak-kanak dan remaja Taufiq. Masa-masa ini merupakan masa penting dalam pembentukan karakter Taufiq.

“Ketika ditawarkan menyutradarai film ini, saya tidak langsung menyetujui. Namun, setelah membaca skenarionya dan juga biografi Pak Taufiq, saya tertarik dan merasa tertantang. Kisah hidup Pak Taufiq penuh warna. Tambahan juga, saya diberi kebebasan untuk menggarap film ini sepenuhnya oleh produser,” kata Ismail Basbeth dalam konferensi pers film ini di Yogyakarta, Selasa lalu (4/12). Ismail Basbeth adalah sutradara yang telah menggarap banyak film, antara lain film Mencari Hilal dan Arini.

Kaonferensi pers film Taufiq Kiemas di Yogyakarta, 4 Desember 2018.

Film yang akan berjudul “Taufiq: Lelaki yang Menentang Badai” ini akan mulai syuting di Yogyakarta pada Jumat besok (7/12). Rencananya, syuting di Yogyakarta akan dilakukan selama tiga pekan ke depan.

Yang akan memerankan Taufiq adalah aktor Achmad Megantara dan yang berperan sebagai Megawati Soekarno adalah Aghniny Haque. Film ini juga didukung aktor-aktor senior, antara lain Ray Sahetapy yang memerankan Bung Karno dan Ferry Salim yang didapuk sebagai Tjik Agus Kiemas, ayahanda dari Taufiq Kiemas.

“Ini merupakan kehormatan sekaligus tantangan bagi saya untuk memerankan Bung Karno. Karena, Bung Karno bukan  saja tokoh besar Indonesia, tapi juga tokoh dunia, yang disegani kawan dan lawan politiknya,” ujar Ray dalam dalam konferensi pers.

Yang juga terlibat dalam film ini antara lain Brandon Salim, Egy Fadli, dan Imelda Therinne. Dalam tim kreatif tercatat nama Ong Hari Wahyu (Desainer Produksi/Art Director), Cornelio Sunny (Produser Kreatif), dan Retno Ratih (Penata Busana). Musik untuk film ini digarap oleh Charlie Meliala, sementara penata kameranya adalah Fahmi J. Saat dan penyunting gambar Andhy Pulung. Skenarionya ditulis oleh Alim Sudio.

“Secara pribadi, setelah membaca biografi Pak Taufiq dan mempelajari aktivitasnya dari berbagai sumber lain, saya sangat mengagumi beliau. Bagi saya, beliau adalah sosok negarawan, yang mampu menjembatani berbagai perbedaan pandangan tokoh-tokoh yang ada di negara ini. Pak Taufiq adalah salah seorang tokoh besar yang pernah dimiliki bangsa ini. Saya akan berupaya sebaik-baiknya untuk memerankan sosoknya,” tutur Megantara, yang antara lain pernah membintangi film 13: The Haunted (2018), Catatan Si Boy (2016), dan Masa Muda (2017).

Biopic ini sendiri mengisahkan masa remaja dan masa ketika Taufiq Kiemas menjadi aktivis gerakan politik yang mendukung Presiden Soekarno. Karena aktivitas politiknya tersebut, Taufiq Kiemas semasa hidupnya pernah mendekam di dalam penjara pada masa rezim Soeharto.

“Sejatinya, ini bukan film politik, tapi film drama yang mengangkat perjuangan hidup seorang anak manusia sehingga menjadi pemimpin dan negarawan. Makanya, dalam film ini juga ditampilkan kisah asmara Pak Taufiq dan Bu Megawati Soekarnoputri,” tutur M. Yamin, yang juga menjadi produser eksekutif dalam produk film ini.

Adapun yang memproduksi film ini adalah Max Pictures yang digawangi Produser Ody Mulya Hidayat dan Matta Cinema. “Insya Allah, film ini akan mulai tayang di bioskop-bioskop pada Maret 2019,” kata Ody Mulya.

Sebelumnya, putri Taufiq Kiemas dan Megawati yang juga Menko Pembangunan dan Kebudayaan Puan Maharani menyambut baik rencana pembuatan film ini. Dia menuturkan, film ini bisa menggambarkan sosok Taufiq Kiemas sebagai seorang ayah dan suami, sebagai politisi/negarawan, dan orang yang bisa bergaul dengan semua kalangan.

“Dengan begitu, masyarakat lebih mengenal dan memahami sosok Taufiq Kiemas,” ungkap Puan, beberapa waktu lalu. [PUR]