Jakarta — Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt. Viktor Tinambunan menyoroti dampak ekologis dan sosial yang menurutnya berkaitan dengan persoalan PT Toba Pulp Lestari di kawasan Tapanuli. Ia berharap apabila terdapat kerugian negara yang terbukti secara hukum, dana yang dikembalikan dapat dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi Tapanuli Raya.
“Kalau keputusan akhir nanti terbukti kerugian negara, sangat-sangat berharap uang yang akan dikembalikan bisa digunakan untuk memulihkan Tapanuli Raya, kerusakan-kerusakan, korban-korban,” kata Viktor.
Viktor mengatakan dirinya bukan pihak yang sejak awal memimpin advokasi terkait persoalan PT Toba Pulp Lestari. Menurutnya, perhatian terhadap persoalan tersebut telah diperjuangkan masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta kalangan kampus selama puluhan tahun.
Menurut Viktor, perhatian terhadap persoalan lingkungan semakin kuat setelah terjadi berbagai bencana ekologis di kawasan Tapanuli. Ia mengaku sebelumnya telah mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan agar tidak terjadi bencana yang lebih besar.
“Saya bilang kita harus betul-betul menjaga jangan sampai terjadi bencana yang lebih dahsyat. Dan memang terbukti November tahun yang lalu, kita ketemu bersama, bencana ekologis itu begitu dahsyat,” ujarnya.
Viktor juga menyoroti keberadaan tanaman monokultur, khususnya ekaliptus, dari sisi keseimbangan ekosistem. Ia menilai keragaman hayati dapat terancam ketika hutan asli ditebang dan digantikan dengan tanaman monokultur.
“Jadi keragaman hayati terancam, dan juga karena hutan-hutan asli itu ditebangi, sehingga kalau hujan datang itulah banjir dan tanah longsor,” katanya.
Selain kerusakan lingkungan, Viktor menilai persoalan PT Toba Pulp Lestari juga memiliki dampak sosial. Ia menyebut konflik di tengah masyarakat dapat merusak hubungan persaudaraan, sementara kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang disebutnya berjalan dinilai belum sebanding dengan persoalan ekologis dan sosial yang dirasakan sebagian masyarakat.
“Kerusakan alam, kerusakan persaudaraan, yang satu kampung berkonflik. Ada begitu banyak sebetulnya korban ekologis, korban sosial,” ujarnya. Viktor berharap penyelesaian persoalan PT Toba Pulp Lestari pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Tapanuli dan negara.





