Gedung Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi - KPK
Ilustrasi/FAJAR INDONESIA NETWORK-Iwan Tri wahyudi

Koran Sulindo – Adanya usulan pengadaan mobil dinas jabatan untuk pimpinan, dewas dan pejabat struktural di lingkungan KPK ternyata tidak diketahui oleh dewan pengawas.

“Dewas sama sekali tidak tahu adanya usulan pembelian mobil dinas untuk pimpinan dan dewas tahun anggaran 2021,” kata Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris dalam keterangannya, Jumat (16/10).

Dewas KPK, dipastikan Syamsuddin, pihaknya akan menolak adanya fasilitas mobil dinas tersebut.

“Siapa yang mengusulkan kita tidak tahu. Intinya, dewas akan menolak mobil dinas tersebut,” ucap Syamsuddin.

Sementara, Anggota Dewas KPK lainnya Albertina Ho mengungkapkan, pihaknya tidak pernah mengikuti pembahasan di internal KPK soal mobil dinas tersebut.

“Seperti yang sudah disampaikan oleh Ketua Dewas (Tumpak Hatorangan Panggabean), dewas tidak pernah mengikuti pembahasan di internal KPK mengenai hal ini,” ujar Albertina.

Sebelumnya diinformasikan, DPR RI telah menyetujui anggaran pengadaan mobil dinas tersebut.

“Dalam anggaran KPK 2021, informasi yang kami terima benar telah ada persetujuan DPR terkait anggaran pengadaan mobil dinas jabatan untuk pimpinan, dewas, dan pejabat struktural di lingkungan KPK,” kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (15/10).

Berdasarkan informasi, anggaran untuk mobil dinas Ketua KPK senilai Rp1,45 miliar, empat Wakil Ketua KPK masing-masing Rp1 miliar, dan Dewas KPK masing-masing Rp702 juta.

Namun, kata Ali, mengenai besaran rincian anggaran untuk pengadaan mobil dinas itu saat ini belum final.

“Masih dalam pembahasan terutama terkait detil rincian pagu anggaran untuk masing-masing unit mobil dinas jabatan tersebut,” ujar Ali. [WIS]