Ketua KPK Agus Rahardjo menjenguk Novel Baswedan setelah disiram air keras/AFP

Koran Sulindo – Aksi teror yang mencederai penyidik KPK Novel Baswedan terus menuai kecaman dari berbagai pihak, dari presiden, tokoh politik, para akademisi hingga masyarakat awam. Aksi mengecam tindakan teror terhadap Novel Baswedan terus menggelinding di berbagai kota.

‘Aliansi Rakyat Sidoarjo Antikorupsi’, misalnya, melakukan aksi dukungan terhadap KPK di depan Monumen Jayandaru, Sidoarjo, Jawa Timur. Kemudian ‘Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi’ di Semarang, sekelompok aktivis di Denpasar juga menggelar aksi mengecam teror pada Novel Baswedan.

Sementara di Yogya, Kamis (13/4), sejumlah pemuda yang tergabung dalam ‘Komite Aksi Kamisan’ menggelar aksi diam di simpang empat Tugu Pal Putih. Mereka menyerukan aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas motif di balik penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

“Rakyat melihat keberanian dan komitmen Novel Baswedan dalam memberantas korupsi,. Berkali-kali dia mendapat serangan tetap tidak menyerah pada pekerjaannya untuk memberantas korupsi,” ujar Koordinator Aksi Ahmad Rifai.

Menurut Rifai, aksi penyerangan terhadap Novel bukannya hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya, lanjutnya, Novel pernah ditabrak saat mengendarai motor, dan  dikriminalisasi saat menangani kasus simulator SIM. “Jelas ini upaya untuk menghentikan Novel Baswedan membongkar kasus korupsi besar,” katanya lagi.

Dalam aksinya tersebut, massa Komite Aksi Kamisan’ menyerukan seluruh bangsa Indonesia bergerak mendukung KPK dalam memberantas korupsi. “Kami mengajak semua elemen bangsa

untuk berdiri di samping KPK dan mendukung KPK dalam memperjuangkan keadilan memberantas korupsi,” tutur Rifai. [YUK]