Aparat Keamanan Bangladesh Gagalkan Upaya Perdagangan Manusia Warga Rohingya

Aparat Keamanan Bangladesh Gagalkan Upaya Perdagangan Manusia Warga Rohingya

Ilustrasi

Koran Sulindo – Aparat keamanan Bangladesh berhasil menggagalkan upaya menyelundupkan 29 orang warga Rohingya ke Malaysia dengan menggunakan kapal nelayan. Aparat keamana penjaga pantai Bangladesh menemukan 16 wanita, 7 anak-anak dan 6 pria sedang menunggu kapal di tepi pantai Pulau Saint Martin Selatan.

Diberitakan Channel News Asia pada Sabtu (30/3), perwira aparat penjaga pantai Banglades, Mahmud Hasan mengatakan, dari jumlah warga Rohingya itu, 22 orang merupakan pengungsi yang berada di kamp Bazar Cox. Sedangkan, sisanya adalah warga Bangladesh.

“Kami juga berhasil menangkap 3 orang yang diduga pelaku penyelundupan manusia dengan menggunakan kapal,” kata Hasan.

Setelah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan itu, Hasan menyerahkan para pelaku kepada kepolisian. Sementara para pengungsi yang merupakan warga Rohingya itu dikembalikan ke Kutupalong, kamp pengungsi terbesar di dunia.

Disebutkan sekitar 740 ribu warga Rohingya yang beragama Islam terpaksa mengungsi ke Bangladesh lantaran operasi militer Myanmar yang dilakukan sejak Agustus 2017. Jumlah itu menambah sekitar 300 ribu warga Rohingya yang sudah berada di kamp pengungsi itu terlebih dahulu.

Akibatnya, kamp-kamp pengungsi itu menjadi penuh. Sesak. Keberhasilan aparat keamanan Bangladesh menggagalkan upaya penyelundupan kali ini sudah keenam kalinya. Terutama dengan tujuan Malaysia, negara Muslim yang dinilai lebih makmur.

Pada bulan lalu, misalnya, aparat keamanan Bangladesh berhasil menggagalkan upaya lebih dari 100 orang warga Rohingya yang ingin meninggalkan negeri itu. Walau perjalanan yang mereka tempuh cukup berbahaya. Sebelumnya, pelaku perdagangan manusia telah berhasil menyelundupkan ribuan warga Rohingya ke Malaysia.

Setelah peristiwa itu, militer Bangladesh melakukan operasi pemberantasan perdagangan manusia pada 2015 karena temuan kuburan massal warga Rohingya yang dilakukan oleh otoritas Thailand. Warga Rohingya selalu berupaya meninggalkan kamp pengungsi Bangladesh kendati itu hanya dengan menggunakan perahu nelayan. [KRG]