Koran Sulindo – Akun Instragram @thelovewidya mengepos sebuah video pada Rabu malam (24/1). Video itu segera menjadi viral karena memperlihatkan seorang perempuan muda di sebuah kamar rumah sakit sedang menangis. Perempuan muda itu mengatakan, dirinya ketika sedang dalam keadaan setengah sadar akibat pengaruh obat bius dilecehkan seorang perawat.

“Kamu remas-remas payudara saya, dua atau tiga kali. Kamu masukin tangan kamu…,” kata perempuan muda itu kepada seorang perawat. Ia meminta perawat itu mengaku dan memang si perawat itu kemudian mengaku. Si perawat mengaku nafsu dan khilaf. Menurut jawapos.com, peristiwa pelecehan itu terjadi di sebuah rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur.

Kaepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera membenarkan peristiwa kejahatan yang diungkapkan video itu. Namun, katanya, korban belum melaporkan dugaan pencabulan itu ke kepolisian. “Ya, tapi sayang belum ada laporan,” tutur Frans.

Kasus semacam ini yang terekspos media bukan pertama kali terjadi. Pada Oktober 2017 lalu, seorang perempuan remaja juga diduga menjadi korban pelecehan seksual setelah menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Banda Aceh.

Awalnya, keluarga perempuan remaja sempat meragukan pengakuan tersebut. Karena, saat kejadian, korban masih setengah sadar akibat obat bius. “Saya dapat kabar dari nenek korban atau ibu saya. Beliau bilang, ‘Alhamdulillah anakmu sudah siuman. Tapi anakmu dilecehkan.’ Saya bilang, positif saja pikirannya, mungkin dipegang untuk ditaruh alat medis,’ tutur R.Y., ibu kandung korban, kepada wartawan dalam konferensi pers di Banda Aceh, 14 Oktober 2017.

Ternyata, pria yang diduga melakukan pelecehan itu adalah petugas kebersihan. Dia melakukan perbuatan itu dua kali pada 5 Oktober 2017. Pelaku sedang menggu korban pulih kesadarannya di ruang operas. Korban sempat berusaha melawan ketika pelaku melecehkannya. Namun karena masih dalam pengaruh obat bius, korban tidak berdaya.

“Setelah tahu kejadiannya, saya laporkan. Pertama, saya laporkan ke perawat, keluarga, satpam. Saya juga sudah ketemu sama Direktur RSUZA dan saya ngomong sama wakil direktur. Sudah saya ceritakan,” tutur R.Y. [RAF]