Able Archer 83 adalah salah satu dari setidaknya enam latihan yang termasuk dalam Autumn Forge 83, sebuah latihan militer NATO. (Sumber: Smithsonian Magazine)

Bagi NATO, Able Archer 83 merupakan latihan. Namun, sejumlah karakteristik latihan tersebut memicu kekhawatiran di pihak Uni Soviet.

Dokumen yang telah dideklasifikasi menunjukkan bahwa Soviet merespon dengan meningkatkan aktivitas intelijen dan kesiagaan sejumlah unit militernya selama latihan berlangsung.

Apa Itu Able Archer 83?

Able Archer 83 adalah Command Post Exercise (CPX), sebuah latihan militer NATO yang berlangsung pada 7–11 November 1983.

Latihan itu berlangsung saat hubungan Amerika Serikat dan Uni Soviet berada dalam kondisi sangat tegang.

Latihan ini melibatkan markas dan staf komando NATO untuk menguji prosedur pengambilan keputusan, komunikasi, serta komando dan kendali dalam menghadapi eskalasi perang hingga penggunaan senjata nuklir.

Salah satu bagian penting dalam Able Archer 83 adalah simulasi transisi dari perang konvensional menuju penggunaan senjata nuklir.

NATO juga menguji prosedur baru mengenai pelepasan senjata nuklir setelah dilakukan perubahan terhadap prosedur yang digunakan dalam latihan sebelumnya.

Latihan ini tidak melibatkan serangan sungguhan.

Penggunaan senjata nuklir yang muncul dalam skenario merupakan bagian dari permainan perang NATO.

Skenario Perang Nuklir dalam Able Archer 83

Dalam skenario Able Archer 83, NATO menghadapi pihak yang disebut Orange.

Konflik kemudian berkembang dan mencakup penggunaan senjata kimia.

Pada 7 November, SACEUR atau Supreme Allied Commander Europe meminta arahan politik mengenai kemungkinan penggunaan senjata nuklir.

Keesokan harinya, permintaan untuk melakukan penggunaan awal senjata nuklir terhadap target tertentu diajukan dan disetujui.

Dalam skenario latihan, senjata nuklir akan digunakan pada pagi 9 November 1983.

Simulasi tersebut berlanjut hingga penggunaan nuklir berikutnya pada 11 November.

Seluruh penggunaan senjata nuklir itu hanya bagian dari simulasi perang nuklir NATO, bukan serangan terhadap Uni Soviet.

Mengapa Uni Soviet Khawatir terhadap Able Archer 83?

Able Archer 83 berlangsung dalam situasi hubungan AS dan Uni Soviet yang sangat tegang.

Pada 31 Agustus 1983, Uni Soviet menembak jatuh Korean Air Lines Flight 007.

Ketegangan juga berkaitan dengan rencana NATO menempatkan rudal jarak menengah di Eropa Barat.

Pada Oktober 1983, AS melakukan invasi ke Grenada. Pada bulan yang sama, terjadi pengeboman barak Marinir AS di Beirut.

Berbagai perkembangan tersebut berlangsung ketika hubungan Washington dan Moskwa sudah berada dalam kondisi yang buruk.

Dalam situasi seperti itu, latihan NATO yang melibatkan prosedur penggunaan senjata nuklir menjadi perhatian bagi intelijen Soviet.

Perubahan dalam Latihan NATO 1983

Able Archer 83 memiliki sejumlah karakteristik yang berbeda dari latihan sebelumnya.

NATO mengubah prosedur dan format komunikasi yang digunakan dalam transisi menuju perang nuklir.

Latihan juga memberikan perhatian lebih besar pada komunikasi dari markas tingkat atas kepada unit-unit di bawahnya.

Skenario tahun 1983 turut menggambarkan perpindahan pasukan secara bertahap dari kondisi kesiagaan normal menuju General Alert.

Perubahan tersebut membuat latihan Able Archer 83 memiliki karakteristik yang dapat diamati oleh intelijen Soviet sebagai indikasi aktivitas militer yang lebih serius.

Uni Soviet Mengetahui Able Archer Adalah Latihan

Uni Soviet mengetahui bahwa NATO sedang melakukan latihan.

Karena itu, kekhawatiran Soviet tidak muncul karena mereka sama sekali tidak mengetahui konteks aktivitas NATO.

Persoalannya berkaitan dengan kemungkinan bahwa Able Archer 83 dapat menjadi kedok untuk serangan sungguhan.

Penilaian tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam kajian mengenai Soviet War Scare.

Kekhawatiran Soviet terhadap kemungkinan serangan nuklir mendadak dari Barat juga sudah ada sebelum latihan tersebut.

KGB menjalankan program RYaN, yang berkaitan dengan pencarian indikasi kemungkinan serangan nuklir Barat.

Intelijen Soviet Meningkatkan Pengawasan

Selama Able Archer 83, aktivitas pengumpulan intelijen Soviet dan negara-negara Pakta Warsawa meningkat.

Pada 8 atau 9 November, Moskwa mengirim telegram kepada residensi KGB di Eropa Barat.

Mereka diminta melaporkan peningkatan kesiagaan pangkalan militer AS di Eropa serta mencari tanda-tanda aktivitas militer tertentu.

Direktorat Intelijen Utama (GRU) juga menerima instruksi untuk mengumpulkan informasi mengenai aktivitas militer AS.

Pengawasan teknis terhadap latihan tersebut turut meningkat.

Mulai 1 November, sejumlah unit Soviet, Jerman Timur, Cekoslowakia, dan Polandia diarahkan untuk berkonsentrasi pada aktivitas yang berkaitan dengan Able Archer.

Lebih dari 36 Penerbangan Intelijen Soviet

Salah satu indikator yang tercatat dalam kajian President’s Foreign Intelligence Advisory Board (PFIAB) adalah peningkatan penerbangan intelijen Soviet.

Selama periode tersebut, Uni Soviet melakukan lebih dari 36 penerbangan intelijen, jumlah yang lebih tinggi dibandingkan latihan Able Archer sebelumnya.

Penerbangan tersebut mencakup wilayah Norwegia, Laut Utara, Baltik, dan Barents.

Penerbangan tersebut dinilai berkaitan dengan upaya mencari indikasi pengerahan atau aktivitas militer AS yang berhubungan dengan Able Archer.

Sejumlah Unit Soviet Meningkatkan Kesiagaan

Sejumlah elemen Angkatan Udara Soviet di wilayah Eropa Timur meningkatkan status kesiagaannya.

Dokumen yang dikaji PFIAB mencatat indikasi pemindahan senjata nuklir dari lokasi penyimpanan menuju unit pengguna dengan helikopter.

Soviet juga menghentikan sejumlah penerbangan operasional pada 4–10 November, dengan pengecualian penerbangan intelijen.

Beberapa unit ditempatkan dalam kesiapan sekitar 30 menit dan diberikan target prioritas.

Langkah-langkah tersebut dinilai tidak biasa jika dibandingkan dengan latihan Able Archer sebelumnya.

Apakah Soviet Bersiap Melancarkan Serangan Nuklir?

Bukti yang tersedia tidak menunjukkan bahwa Uni Soviet telah memutuskan untuk melancarkan serangan nuklir terhadap NATO.

Respons Soviet memang menunjukkan peningkatan kesiagaan dan kekhawatiran yang serius.

Namun, tidak terdapat bukti mobilisasi besar-besaran seluruh pasukan Pakta Warsawa yang biasanya diharapkan jika sedang dilakukan persiapan untuk serangan besar.

Karena itu, Able Archer 83 tidak dapat digunakan sebagai bukti bahwa Soviet telah memutuskan menyerang NATO.

Leonard Perroots dan Respons AS

Peningkatan kesiagaan Soviet diketahui oleh Letnan Jenderal Leonard H. Perroots, yang saat itu bertugas sebagai pejabat intelijen Angkatan Udara AS di Eropa.

Perroots mengetahui adanya peningkatan kesiagaan sejumlah unit Angkatan Udara Soviet dan membahas informasi tersebut dengan pejabat Angkatan Udara AS lainnya.

Pada saat latihan berlangsung, komunitas intelijen AS belum memiliki gambaran lengkap mengenai keseluruhan aktivitas Soviet.

Berbagai informasi dan indikator yang ada tidak langsung dipahami sebagai satu rangkaian respons Soviet terhadap Able Archer.

Sebagian informasi baru diketahui atau dipahami setelah latihan berakhir.

Able Archer 83 berakhir pada 11 November 1983 tanpa terjadinya serangan nuklir atau perang antara NATO dan Uni Soviet.

Pada hari yang sama, kesiagaan Angkatan Udara Soviet di Jerman Timur kembali ke tingkat normal. [BP]

Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia dan dapatkan lebih banyak artikel sejarah serta informasi menarik lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I