WikiLeaks sebut CIA awasi miliaran orang lewat telepon pintar [Foto: Istimewa]

Koran Sulindo – Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) berpotensi memata-matai aktivitas miliaran orang di dunia. Itu dilakukan lewat perangkat elektronik yang digunakan setiap hari dan bisa dipergunakan memata-matai pemiliknya.

Merujuk pada dokumen yang dirilis WikiLeaks pada Selasa (7/3), telepon pintar, televisi hingga perangkat anti-virus rentan diretas CIA. Dokumen tersebut menjelaskan kemampuan meretas tersebut meliputi rekaman suara, gambar dan pesan pribadi berbentuk teks.

Washington Post melaporkan dalam sebuah konferensi tentang keamanan dunia siber banyak membahas tentang teknologi meretas, para ahli kaget melihat CIA bisa menggunakan perangkat elektronik bisa digunakan untuk meretas. Termasuk router internet, telepon pintar dan komputer Mac dan Windows.

Berdasarkan dokumen itu, CIA juga menciptakan sebuah program bernama “Weeping Angel”.  Program ini digunakan untuk menyerang televisi pintar merek Samsung. Pengguna mengira televisi padam dengan mode “Fake Off”, justru sedang merekam percakapan dan mengirimnya melalui internet ke server rahasia CIA.

CIA juga disebut sedang mempelajari apakah bisa mengontrol kendaraan seperti mobil, truk yang menurut WikiLeaks diduga bisa dipakai untuk membunuh tanpa diketahui. Unit khusus CIA yang disebut sebagai “Mobile Devices Branch” memproduksi virus untuk mengendalikan dan mencuri informasi dari iPhone. WikiLeaks menduganya CIA fokus pada itu karena popularitas perangkat itu di antara pejabat diplomatik, bisnis sosial politik.

Unit khusus ini juga menargetkan telepon seluler yang menggunakan Android, sistem operasi mobile terpopuler di dunia. CIA disebut menargetkan kawasan Amerika Latin, Eropa dan Amerika Serikat. Apa yang dilakukan CIA ini disebut untuk melindungi kemanan dunia siber AS.

CIA juga dilaporkan menargetkan perangkat aplikasi populer seperti Signal dan WhatsApp. Lembaga ini disebut mampu memotong langsung meretas aplikasi Signal dan WhatsApp. [KRG]