Kuningan, Suluh Indonesia – Hujan es yang disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (2/11/2026) sore.
Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga, rumah toko (ruko), hingga fasilitas umum mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
Bencana yang terjadi di tengah hujan berintensitas sedang hingga lebat itu berdampak pada dua kecamatan, yakni Luragung dan Cidahu. Selain merusak bangunan milik warga, angin kencang juga merobohkan kandang budidaya ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diterjunkan ke sejumlah titik terdampak untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat.
“Saat ini ada dua kecamatan, yaitu Luragung dan Cidahu, yang melaporkan beberapa desa terdampak angin kencang,” kata Indra Bayu.
Salah satu wilayah dengan dampak cukup parah berada di Desa Luragung Tonggoh, Kecamatan Luragung. Kepala Desa Luragung Tonggoh, Emnar, mengungkapkan hujan es berukuran kecil yang disertai angin kencang merusak sedikitnya 50 rumah warga.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman. Kandang budidaya ayam petelur milik BUMDes setempat juga ambruk hingga rata dengan tanah.
“Untuk kerusakan lain, ada kandang ayam petelur milik BUMDes. Jumlah ayam yang masih hidup dan mati hingga saat ini masih dalam proses perhitungan,” jelas Emnar.
Ia memperkirakan total kerugian sementara yang dialami warga dan BUMDes mencapai sekitar Rp500 juta. Nilai tersebut masih berupa taksiran awal, mengingat pendataan dampak dan kerugian masih berlangsung.
Sementara itu, di Kecamatan Cidahu, angin kencang menerjang Dusun Manis, Desa Legok. Berdasarkan laporan kaji cepat BPBD Kabupaten Kuningan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB.
Dampaknya, satu rumah berukuran 6 x 6 meter milik Tarni (70) mengalami kerusakan berat setelah bagian atapnya terbawa angin. Selain itu, sebagian atap halaman Musala Irsadul Ibad di dusun setempat juga dilaporkan terbawa angin.
BPBD mencatat tidak ada korban jiwa dalam kejadian di Desa Legok tersebut. Keluarga Tarni yang terdiri atas satu kepala keluarga dengan dua jiwa untuk sementara menempati Posyandu Dusun Manis.
Petugas BPBD bersama aparat desa, kecamatan, TNI, Polri, dan PLN telah melakukan koordinasi penanganan. Kebutuhan darurat yang teridentifikasi di antaranya perbaikan rumah dan bantuan logistik.
BPBD Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan, khususnya ketika hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat juga diminta berhati-hati saat beraktivitas guna mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem. [UN]




