Ketua Umum Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Emir Moeis. (Foto: Sulindo/Iqyanut Taufik)
Ketua Umum Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Emir Moeis. (Foto: Sulindo/Iqyanut Taufik)

Catut Nama DPP GPM di Kasus CMNP, Emir Moeis Keberatan

JAKARTA — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM), Emir Moeis, menyampaikan keberatan keras terkait pencatutan nama dan simbol organisasinya dalam pemberitaan mengenai kasus perdata yang melibatkan sejumlah tokoh nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Emir Moeis kepada Suluh Indonesia pada Selasa (20/10/2026) di Jakarta, menanggapi unggahan berita di akun Instagram resmi iNews (@OfficialInewstv).

Dalam berita yang diunggah di Instagram tersebut, muncul sosok bernama Sugiarto Albert yang mengaku sebagai anggota GPM Bidang Agitasi dan Propaganda DPP GPM. Sosok tersebut memberikan komentar mengenai permasalahan terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) dimana pelapor dugaan korupsi tersebut yakni Anshor Mu’min justru diproses hukum karena dianggap melakukan pencemran nama baik dan pelanggaran UU ITE.

Emir Moeis menegaskan bahwa dirinya selaku Ketua Umum DPP GPM sama sekali tidak mengenal Sugiarto Albert dan tidak pernah memberikan mandat atau izin kepada yang bersangkutan untuk berbicara atas nama organisasi.

“DPP Gerakan Pemuda Marhaenis keberatan bahwa nama organisasinya dan gambar-gambarnya diekspos dalam berita yang diterbitkan oleh iNews, berdasar dari pembicaraan orang itu… entah siapa, gua enggak kenal itu,” ujar Emir Moeis.

Menurut Emir, tindakan yang mengatasnamakan DPP GPM dalam isu perselisihan tersebut sangat berbahaya dan dapat disinyalir sebagai bentuk penyalahgunaan atau pemalsuan nama organisasi. Ia menegaskan bahwa DPP GPM tidak pernah terlibat maupun mengurus persoalan tersebut.

“DPP Gerakan Pemuda Marhaenis tidak terlibat dan tidak mengurus hal-hal begitu. Ini namanya penggunaan atau pemalsuan nama organisasi,” tegasnya.

Atas kejadian ini, Emir Moeis mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan segala bentuk pemberitaan atau pernyataan yang menggunakan nama Pemuda Marhaenis secara ilegal. Jika hal ini terus berlanjut, pihak DPP GPM siap mengambil langkah tegas.

“Kami berharap agar pihak yang terlibat menghentikan penggunaan nama Pemuda Marhaenis,” pungkas Emir.

Adapun unggahan yang dipersoalkan tersebut dimuat di akun Instagram resmi iNews (OfficialInewstv) pada tautan: [https://www.instagram.com/p/Deg39y0mLr_/?img_index=3&obrf=Z2E1ZTZpNnI4MGZo].