Kereta api kini menjadi salah satu moda transportasi yang menghubungkan berbagai kota, mengangkut jutaan penumpang dan barang, serta menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Namun, perjalanan panjang kereta api hingga menjadi transportasi modern bermula dari sebuah tonggak penting di Inggris pada 27 September 1825.
Pada tanggal tersebut, Stockton and Darlington Railway (SDR) resmi dibuka di timur laut Inggris. Jalur yang menghubungkan Stockton-on-Tees dan Darlington itu menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan kereta api modern karena mulai memperlihatkan kemampuan kereta api sebagai sarana transportasi yang tidak hanya mengangkut barang, tetapi juga penumpang.
Peristiwa itu terjadi lebih dari dua abad lalu. Sehari setelah tanggal tersebut, tepatnya 28 September, Indonesia memperingati Hari Kereta Api Nasional. Mengutip berbagai sumber, berikut sejarah panjang kereta api dan hari kereta api nasional.
Kereta Api Mulai Mengubah Cara Manusia Bepergian
Stockton and Darlington Railway pada awalnya dibangun untuk menunjang pengangkutan batu bara dari wilayah pertambangan di sekitar Shildon menuju pelabuhan Stockton. Jalur tersebut dirancang dengan peran penting insinyur George Stephenson dalam pengembangan lokomotif uap.
Saat peresmian pada 27 September 1825, lokomotif Locomotion No. 1 menarik rangkaian kereta yang mengangkut batu bara, barang, serta penumpang.
Perjalanan tersebut menjadi pertunjukan besar bagi masyarakat pada zamannya. Kereta api menawarkan kemampuan mengangkut muatan dalam jumlah besar melalui jalur rel dengan cara yang sebelumnya belum pernah dilakukan dalam skala serupa.
Pengoperasian Stockton and Darlington Railway kemudian menjadi salah satu tonggak yang mendorong perkembangan jaringan kereta api di Inggris. Dari sana, teknologi perkeretaapian terus berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah dunia.
Kereta api pun perlahan mengubah cara manusia berpindah. Jarak yang sebelumnya ditempuh menggunakan kereta kuda atau moda transportasi lain dapat dilalui dengan waktu yang lebih singkat.
Perkembangan tersebut tidak hanya berdampak pada transportasi. Kereta api ikut mendorong aktivitas perdagangan, industri, pertumbuhan kota, hingga mobilitas masyarakat.
Dari Inggris ke Indonesia
Kesuksesan di Inggris memicu negara-negara lain membangun jaringan rel serupa. Perkembangan kereta api kemudian menjangkau wilayah Indonesia pada masa Hindia Belanda
Pembangunan jalur kereta api pertama di Jawa dimulai pada 1864. Jalur tersebut dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), perusahaan swasta yang memperoleh konsesi pembangunan dan pengoperasian jaringan kereta api.
Lintas Semarang–Tanggung menjadi salah satu jalur awal yang dibangun. Jalur sepanjang sekitar 25 kilometer itu mulai beroperasi pada 10 Agustus 1867.
Jaringan tersebut kemudian berkembang. Jalur diperpanjang menuju Solo pada 1870 dan Yogyakarta pada 1873.
Pemerintah kolonial juga kemudian membangun jaringan kereta api melalui perusahaan Staatsspoorwegen (SS). Perusahaan tersebut didirikan berdasarkan Undang-Undang 6 April 1875 dan kemudian mengembangkan sejumlah jalur di Jawa.
Seiring waktu, jaringan perkeretaapian semakin luas dan menjadi bagian penting dari mobilitas sekaligus kegiatan ekonomi di Pulau Jawa.
Namun, sejarah kereta api di Indonesia tidak berhenti pada pembangunan rel dan stasiun. Perkeretaapian juga menjadi bagian dari perjalanan bangsa menuju dan mempertahankan kemerdekaan.
28 September 1945 dan Lahirnya Sejarah Baru Kereta Api Indonesia
Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, berbagai fasilitas yang sebelumnya dikuasai pemerintah pendudukan Jepang mulai diambil alih oleh rakyat Indonesia.
Jaringan perkeretaapian menjadi salah satu fasilitas strategis yang ikut diperjuangkan para pekerja dan pemuda.
Puncak pengambilalihan terjadi di Bandung pada 28 September 1945. Para pekerja kereta api dan pemuda mendatangi kantor pusat perkeretaapian di Bandung yang saat itu masih berada di bawah penguasaan Jepang.
Setelah penguasaan berhasil dilakukan, Merah Putih dikibarkan di halaman kantor tersebut dan lagu “Indonesia Raya” dinyanyikan. Peristiwa itu menjadi salah satu momentum penting dalam sejarah perkeretaapian Indonesia setelah kemerdekaan.
Tanggal 28 September kemudian diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional.
Perlu dicatat, momentum pengambilalihan pada 28 September 1945 dan pembentukan organisasi perkeretaapian Republik Indonesia merupakan rangkaian peristiwa yang berlangsung dalam beberapa hari. Pada 30 September 1945, para perwakilan perkeretaapian dari sejumlah wilayah menggelar musyawarah dan membentuk Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI).
Dengan demikian, sejarah Hari Kereta Api Nasional tidak hanya berkaitan dengan keberadaan kereta api sebagai alat transportasi, tetapi juga dengan perjuangan para pekerja kereta api dalam mengambil alih sarana strategis setelah Indonesia merdeka.
Perjalanan kelembagaan perkeretaapian Indonesia terus mengalami perubahan setelah kemerdekaan.
Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia, DKARI dan perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen/Verenigd Spoorwegbedrijf (SS/VS), kemudian dilebur menjadi Djawatan Kereta Api (DKA) pada 1 Januari 1950.
Dalam perjalanan berikutnya, lembaga perkeretaapian Indonesia mengalami sejumlah perubahan bentuk hingga akhirnya menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Saat ini, KAI merupakan Badan Usaha Milik Negara yang mengelola layanan transportasi kereta api di Indonesia.
Pada 2026, peringatan Hari Kereta Api Nasional bertepatan dengan HUT ke-81 KAI. Berdasarkan informasi resmi KAI, peringatan tahun ini mengusung tema “Semakin Melayani”.
Tema tersebut menjadi bagian dari upaya KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, antara lain melalui pengembangan layanan, teknologi, serta konektivitas perkeretaapian.
Jika 27 September 1825 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah kereta api dunia, 28 September memiliki makna tersendiri bagi perjalanan perkeretaapian Indonesia.
Dari lokomotif uap Locomotion No. 1 yang melintasi jalur Stockton–Darlington, teknologi kereta api berkembang menjadi sistem transportasi modern dengan rangkaian kereta berkecepatan tinggi, teknologi digital, dan jaringan yang menghubungkan berbagai wilayah.
Di Indonesia, perjalanan tersebut memiliki cerita yang berbeda. Rel dan kereta api yang pada awalnya dibangun pada masa kolonial kemudian menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa setelah para pekerjanya mengambil alih fasilitas perkeretaapian pada awal kemerdekaan.
Lebih dari sekadar perjalanan dari satu stasiun ke stasiun lain, sejarah kereta api memperlihatkan bagaimana sebuah teknologi dapat ikut mengubah wajah masyarakat, ekonomi, dan mobilitas manusia. [UN]





