Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) mengonfirmasi bahwa sembilan korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 telah berhasil diidentifikasi. Seluruh jenazah korban kini telah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga masing-masing.
Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan rekapitulasi penanganan Operasi DVI Polri per Sabtu (19/9/2026). Tim DVI melakukan pencocokan ketat menggunakan data ante mortem (AM) yang dihimpun dari keluarga serta data post mortem (PM) dari fisik korban.
“Polri melalui tim DVI terus memberikan pelayanan identifikasi kepada para korban insiden KM Virgo Transport 8. Setiap korban yang ditemukan diproses sesuai standar internasional dengan mengacu pada data ante mortem dan post mortem. Setelah identitasnya terkonfirmasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar perwakilan Divisi Humas Polri, Irjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangannya dikutip Tribratanews pada Minggu (20/9/2026).
Daftar Korban Meninggal Teridentifikasi
Berdasarkan data DVI Polri, kesembilan korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, antara lain:
1. Reyner Fausta Yosilianto (22, Laki-laki) – Jawa Timur
2. Nurul Rian Hidayat (33, Laki-laki) – Jawa Timur
3. Imam Soeparno (66, Laki-laki) – Jawa Timur
4. Denny Ridzal Saputra (30, Laki-laki) – Jawa Timur
5. Erik Maousul Latip (37, Laki-laki) – Jawa Barat
6. Risyan Kurnia Putra (28, Laki-laki) – Jawa Barat
7. Muhammad Abdianoor (30, Laki-laki) – Kalimantan Selatan
8. Surya (59, Laki-laki) – Kalimantan Selatan
9. Yuli (29, Perempuan) – Kalimantan Selatan
108 Selamat, 126 Masih Dalam Pencarian
Dari total 243 penumpang yang tercatat dalam manifes kapal, hingga saat ini tim gabungan SAR telah menemukan 117 orang. Rinciannya, 108 penumpang ditemukan dalam kondisi selamat dan sembilan orang meninggal dunia.
Seluruh korban selamat dilaporkan telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing dan tidak ada lagi yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, sebanyak 126 orang penumpang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan terus dalam pencarian oleh Basarnas bersama tim gabungan.
Pengumpulan Data Ante Mortem dan Ratusan Personel DVI
Untuk mempercepat identifikasi korban lainnya, Polri mencatat telah mengumpulkan sebanyak 153 data ante mortem dari pihak keluarga. Setelah verifikasi dan eliminasi data duplikat, diperoleh 135 data AM yang valid. Dari jumlah tersebut, 9 data telah cocok (direkonsiliasi), dan 126 data sisanya masih disiagakan sebagai pembanding untuk korban yang belum ditemukan.
Dalam operasi kemanusiaan ini, Polri mengerahkan sedikitnya 140 personel DVI yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, spesialis forensik, dokter gigi, perawat, serta tenaga medis pendukung lainnya. Dukungan pemeriksaan sampel DNA keluarga juga terus diperluas oleh Biddokkes di berbagai wilayah jajaran Polda. [KS]





