Jakarta – Presiden Prabowo mencopot Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya. Posisi Menkeu saat ini diisi oleh Suahasil Nazara yang resmi dilantik pada siang ini, Senin (13/9/2026) di Istana Negara.
Nazara dilantik menjadi Menteri Keuangan meneruskan sisa masa jabatan 2024-2029.
Usai dilantik di Istana, Nazara menyampaikan dirinya mendapatkan arahan khusus dari Presiden untuk terus menjaga kesehatan dan kredibilitas Keuangan negara.
”APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah. Karena itu, APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel,” Kata Nazara kepada wartawan.
Nazara juga mengatakan bahwa penggunaan APBN sebaiknya dapat dipercaya oleh masyarakat dan dapat menstabilkan ekonomi Indonesia.
Terkait dengan efisiensi yang dikeluhkan banyak daerah karena dianggap menghambat pembangunan, Nazara mengatakan pihaknya akan berusaha mencari belanja yang lebih efisien namun menghasilkan output sesuai yang direncanakan.
”Jadi, dengan output yang ada, dengan dengan belanja yang ada menghasilkan output yang maksimal. Ini adalah bentuk efisiensi dari APBN,” Ujarnya.
Perombakan posisi ini menimbulkan pertanyaan terkait alasan digantinya Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menkeu. Pengamat Ekonomi Defiyan Cori menduga pencopotan Purbaya tak lepas dari beberapa peryataan kontroversialnya belakangan ini, salah satunya terkait penyelesaian utang Kereta Cepat Whoosh yang dinilai kurang didahului analisis komprehensif.
Menurut Defiyan, pengambil kebijakan di bidang keuangan negara seharusnya tidak bertindak impulsif demi menjaga kepastian dan stabilitas fiskal.
“Penyelesaian beban keuangan seperti Whoosh sebaiknya mengedepankan skema Business-to-Business (B2B) atau kajian hukum dan tata kelola yang matang,” ujar Defiyan.
Suahasil Nazara sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, sepulang lawatan dari India bersama Prabowo dirinya kemudian dilantik menjadi Menteri Keuangan.
Saat pencopotan jabatannya, Purbaya saat itu masih berada di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk melaksanakan agenda rapat (Senin, 14/9/2026). Beredar video saat Purbaya berada di Kantor DPD RI, Ia terlihat menerima telepon dari Istana kemudian Ia menyempatkan untuk mengangkat telepon tersebut dan keluar dari ruangan rapat.
Dalam video tersebut terdengar kalimat yang diucapkan Purbaya saat menjawab telepon. “Siap Pak! Saya masih di DPD,” ujarnya. Telepon tersebut diduga terkait dengan pencopotan dirinya dari jabatan Menteri Keuangan. [IQT]





