Upaya pencarian kembali digencarkan sejak pukul 07.00 WIB oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Lampung Selatan, Ditpolairud Polda Lampung, KSOP Kelas IV Bakauheni Pos Pulau Sebesi, serta warga lokal. Tim SAR menyusuri sepanjang pesisir pantai, beranjak dari Dermaga Dusun Tejang di Pulau Sebesi menuju Pulau Umang guna mengumpulkan petunjuk terkait keberadaan para korban.
Kasat Polairud Polres Lampung Selatan Iptu Panpan Hermayadi menjelaskan bahwa operasi pencarian ini dikembangkan berdasarkan masukan data di lapangan serta hasil komunikasi intensif bersama pihak Syahbandar, pemerintah desa, dan warga setempat.
“Kami terus bergerak dan menyisir setiap lokasi yang memungkinkan memberikan petunjuk. Koordinasi dengan Syahbandar, aparat desa dan masyarakat juga terus dilakukan. Kami berharap setiap informasi yang masuk dapat membantu mempersempit area pencarian,” ujar Panpan dikutip Tribrata, Jum’at (11/9/2026).
Aksi hari ini menjadi ekstensi dari langkah pencarian pada hari sebelumnya. Pada Kamis (10/9/2026), tim SAR di bawah pimpinan Panpan mendarat di Pulau Sebesi untuk menindaklanjuti data koordinat yang terhubung dengan ponsel milik salah satu wartawan.
Pengecekan lokasi dilakukan saat tim tiba di titik sasaran sekitar pukul 17.09 WIB. Koordinat tersebut terdeteksi berada di sekitar pemancar BTS Telkomsel Desa Tejang, Pulau Sebesi. Lantaran titik tersebut belum bisa mengonfirmasi posisi pasti rombongan, penyisiran kemudian diperluas ke area pesisir.
Pada Jumat pagi, rute penyisiran dilanjutkan dari Dusun Tejang hingga Pulau Umang. Meski hasil sementara masih nihil, tim gabungan tak menyerah dan mengalihkan fokus pencarian ke wilayah perairan di sekeliling Gunung Anak Krakatau.
Adapun delapan orang yang kini masih dalam pencarian meliputi Arta (nakhoda), Bonsai (pemandu), Kasurahman (ABK), Ari Basuki (Merdeka), Yudis (iNews), Daus (Kompas), Donal (pekerja freelance), dan Bagus (dokumentasi).
Sebelumnya, rombongan ini berlayar dari Pantai Carita, Pandeglang, Banten menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk keperluan pengambilan dokumentasi. Pasca-laporan hilang kontak, tim SAR gabungan langsung dikerahkan menyisir perairan Selat Sunda.
Atas insiden ini, Panpan meminta warga pesisir serta nelayan di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Umang, hingga kawasan Gunung Anak Krakatau agar melapor jika menemukan kapal, korban, maupun benda mencurigakan lainnya.
“Kami berharap informasi sekecil apa pun dari masyarakat dapat membantu mempercepat proses pencarian dan membawa hasil yang baik, sehingga seluruh rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Panpan.




