Rupanya, CIA bisa memata-matai orang hingga ke rumahnya melalui barang sehari-hari. Simak penjelasannya dalam artikel ini. (Sumber: Pexels)

Selama Perang Dingin, Central Intelligence Agency (CIA) mengembangkan berbagai metode penyadapan untuk mengumpulkan informasi secara diam-diam.

Sejumlah operasi yang terungkap menunjukkan bahwa badan intelijen Amerika Serikat tersebut pernah memasang berbagai peralatan tersembunyi di rumah target.

Perkembangan teknologi membuka kemungkinan yang lebih besar bagi CIA untuk memata-matai orang melalui perangkat elektronik.

Bagaimana cara CIA melakukannya?

1. Memasang Mikrofon Tersembunyi

Pemasangan mikrofon tersembunyi merupakan salah satu metode pengumpulan intelijen CIA yang terdokumentasi pada era Perang Dingin.

National Security Archive di George Washington University mencatat bahwa operasi pengumpulan intelijen rahasia CIA di Amerika Latin pada 1960-an dilakukan dengan memasang perangkat audio di rumah sejumlah tokoh penting.

Perangkat tersebut dilaporkan menghasilkan banyak informasi intelijen mengenai kawasan itu.

Kajian teknis CIA berjudul Audiosurveillance, yang disetujui untuk dirilis pada 1994, membahas berbagai teknik pengawasan audio, termasuk penggunaan mikrofon tersembunyi, alat perekam, dan pemancar.

2. Menyisipkan Alat Penyadap ke dalam Televisi dan Furnitur

Salah satu kasus penyadapan CIA yang tercatat dalam dokumentasi sejarah berkaitan dengan Presiden Vietnam Selatan, Nguyễn Văn Thiệu.

Menurut National Security Archive, pada 1970-an CIA memberikan hadiah kepada Thiệu, termasuk televisi dan furnitur yang dilengkapi perangkat audio.

CIA juga berupaya memasang alat penyadap di kantor dan tempat tinggal seorang pengamat Vietnam Selatan yang terlibat dalam perundingan perdamaian Paris.

3. Menyadap Percakapan melalui Telepon

Kajian CIA Audiosurveillance juga menjelaskan teknik yang dikenal sebagai hot mike.

Metode ini memanfaatkan bagian mikrofon telepon untuk menangkap percakapan di sekitar perangkat meskipun telepon tidak sedang digunakan.

Dalam konfigurasi yang sesuai, suara dapat dialirkan melalui jalur telepon menuju lokasi pemantauan.

Penggunaan teknik tersebut bergantung pada rancangan perangkat dan metode yang diterapkan.

Kajian yang sama membahas penggunaan mikrofon berkabel dan perangkat audio dengan pemancar radio.

Selain itu, penyelidikan Komisi Rockefeller pada 1975 mengungkap catatan mengenai kegiatan pengawasan domestik.

Laporan komisi tersebut menyebut 32 penyadapan telepon dan 32 kejadian pemasangan alat penyadap oleh Office of Security CIA.

Menurut laporan itu, penyadapan telepon terakhir yang tercatat dilakukan pada 1965, sedangkan pemasangan alat penyadap terakhir tercatat pada 1968.

Komisi juga mendokumentasikan dua kasus ketika telepon tiga wartawan disadap pada 1959 dan 1962 untuk mengidentifikasi sumber informasi sensitif.

Laporan tersebut mencatat persoalan hukum dalam kegiatan pengawasan itu, termasuk tindakan yang dinilai melanggar hukum yang berlaku saat itu.

4. Operasi Terowongan Berlin untuk Menyadap Komunikasi Soviet

Pada 1950-an, CIA terlibat dalam pembangunan Terowongan Berlin, sebuah operasi untuk mencegat komunikasi Soviet di Berlin Timur.

National Security Archive mendokumentasikan operasi tersebut sebagai salah satu contoh pengumpulan intelijen sinyal selama Perang Dingin.

Terowongan itu memberikan akses ke jalur komunikasi yang menjadi sasaran.

Informasi diperoleh dengan mencegat komunikasi yang melintasi infrastruktur tersebut.

5. Program HTLINGUAL: CIA Membuka dan Memeriksa Surat

Penyadapan CIA juga mencakup pengumpulan informasi dari komunikasi tertulis.

Program HTLINGUAL melibatkan pemeriksaan surat yang melintasi Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Program ini menjadi salah satu subjek penyelidikan Senat Amerika Serikat pada 1975 mengenai pembukaan surat secara diam-diam.

Dokumen Komisi Rockefeller mencatat 91 kejadian penggunaan mail covers, yakni pemotretan bagian depan dan belakang amplop.

Dokumen yang sama mencatat 12 kejadian surat diintersepsi dan dibuka.

Pemeriksaan tersebut dapat memberikan informasi mengenai pengirim, penerima, dan hubungan komunikasi antarindividu.

6. Menyadap Televisi Pintar

Pada 7 Maret 2017, WikiLeaks menerbitkan dokumen yang disebut Vault 7.

Dokumen itu berisi kumpulan materi yang diklaim berasal dari sistem internal Central Intelligence Agency (CIA).

Salah satu proyek yang tercantum di dalamnya bernama Weeping Angel, sebuah perangkat pengawasan yang dikembangkan CIA bersama badan intelijen Inggris, MI5, untuk memanfaatkan Samsung Smart TV sebagai alat perekam suara.

Dokumen itu menjelaskan mode bernama Fake-Off.

Dalam mode ini, televisi dibuat seolah-olah telah dimatikan, padahal sebagian sistem elektroniknya tetap beroperasi.

Mikrofon bawaan televisi digunakan untuk menangkap percakapan di ruangan, lalu rekaman suaranya dikirim ke server tersembunyi.

Televisi Samsung yang digunakan memiliki fitur Smart Interaction, karena memungkinkan pengguna memberikan perintah suara.

Laporan yang diterbitkan pada Maret 2017 menyebut sejumlah televisi Samsung generasi 2012–2013, termasuk seri F8000.

Sementara itu, materi yang ditinjau Consumer Reports mengaitkan metode penyadapan tersebut dengan versi firmware 1111, 1112, dan 1116.

Firmware versi 1118 dan yang lebih baru dilaporkan tidak terpengaruh oleh metode yang sama.

Pemasangan alat penyadap juga dapat dilakukan dengan mengakses televisi secara langsung melalui perangkat USB.

Namun, pembaruan firmware Samsung telah menghilangkan metode instalasi melalui USB.

7. Meretas Ponsel dan Komputer

Selain membahas penyadapan televisi pintar, dokumen Vault 7 juga menguraikan beragam perangkat lunak dan teknik yang dikaitkan dengan kemampuan siber CIA.

Materinya mencakup metode untuk menargetkan iPhone, perangkat Android, komputer Windows, macOS, dan Linux.

Sebagian teknik dirancang untuk mengeksploitasi celah keamanan perangkat, sedangkan metode lainnya memerlukan akses fisik ke komputer sasaran.

Dokumen-dokumen tersebut tampak berasal dari periode 2013–2016, sehingga tidak dapat digunakan sebagai gambaran pasti mengenai kemampuan CIA saat ini.

8. Mengumpulkan Informasi dari Sumber Terbuka

Pada Maret 2024, CIA dan Office of the Director of National Intelligence mengumumkan Strategi Open Source Intelligence (OSINT) di tingkat komunitas intelijen Amerika Serikat untuk periode 2024–2026.

Strategi tersebut menempatkan pengumpulan dan analisis informasi dari sumber terbuka maupun komersial sebagai bagian penting kegiatan intelijen.

Informasi yang tersedia secara terbuka dapat mencakup unggahan media sosial, foto, video, dan publikasi daring.

Semua itu dapat membantu mengidentifikasi lokasi, aktivitas, atau hubungan yang relevan dengan kebutuhan intelijen. [BP]

Follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia dan temukan lebih banyak artikel tentang peristiwa dunia yang jarang dibahas.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I