Tugas Intelijen Morley Berakhir pada 1919

Setelah perang berakhir, ONI mulai membubarkan jaringan intelijen yang dibangun di Meksiko dan Amerika Tengah.

Morley masih melakukan perjalanan selama beberapa bulan dan menyusun rencana mengenai kemungkinan sistem intelijen AS di kawasan tersebut setelah perang.

Dia mengusulkan jaringan yang terdiri dari tiga agen dengan biaya kurang dari 22.000 dolar AS per tahun.

Rencana tersebut tidak terlaksana. Pada 16 Juli 1919, Morley menandatangani laporan militernya yang terakhir.

Setelah itu, dia kembali memusatkan pekerjaannya pada arkeologi.

Selama masa tugasnya sebagai agen, Morley menghasilkan lebih dari 10.000 halaman laporan yang berkaitan dengan pekerjaannya.

Catatan tersebut kemudian menjadi salah satu sumber penting bagi penelitian mengenai aktivitas intelijennya.

Kontroversi Arkeolog sebagai Mata-Mata

Keterlibatan arkeolog dalam kegiatan intelijen memicu perdebatan di kalangan antropolog AS.

Pada 20 Desember 1919, antropolog Franz Boas menerbitkan tulisan berjudul Scientists as Spies di The Nation.

Dia mengkritik penggunaan kegiatan ilmiah sebagai kedok spionase dan memperingatkan dampaknya terhadap kepercayaan terhadap penelitian antropologi.

Boas tidak menyebut nama empat antropolog yang menjadi sasaran kritiknya dalam tulisan tersebut.

Penelitian sejarah selanjutnya menghubungkan kasus tersebut dengan sejumlah antropolog AS yang bekerja sebagai agen pemerintah selama Perang Dunia I.

Sekitar sepuluh hari setelah tulisan tersebut diterbitkan, American Anthropological Association mengambil tindakan terhadap Boas dan mengecam pernyataan yang dia sampaikan.

Karier Arkeologi Sylvanus Morley Setelah Perang

Setelah menyelesaikan tugas intelijennya, Morley kembali menjalankan penelitian mengenai peradaban Maya.

Pada 1923, dia memulai Chichén Itzá Project melalui Carnegie Institution.

Dia kemudian memimpin program penelitian Maya Carnegie hingga 1929 dan tetap aktif dalam penelitian mengenai arkeologi dan hieroglif Maya.

Riwayat Morley sebagai agen intelijen kemudian dipelajari melalui dokumen dan arsip yang sebelumnya tidak banyak diketahui publik.

Salah satu karya utama mengenai periode tersebut adalah The Archaeologist Was a Spy: Sylvanus G. Morley and the Office of Naval Intelligence karya Charles H. Harris III dan Louis R. Sadler, yang diterbitkan pada 2003.

Morley meninggal di Santa Fe, New Mexico, pada 2 September 1948, dalam usia 65 tahun. [BP]

Untuk membaca artikel sejarah dan informasi menarik lainnya, follow channel WhatsApp Koran Suluh Indonesia.
https://whatsapp.com/channel/0029VbByPYj3WHTNpxLmO93I