Sejak 2015, Rp 187 Triliun Dikucurkan untuk Dana Desa

Sejak 2015, Rp 187 Triliun Dikucurkan untuk Dana Desa

Presiden Jokowi menghadiri Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019, di Alun-alun Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur[Humas]

Koran Sulindo –  Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah sudah mengucurkan total uang uang hinga Rp 187 triliun untuk Program Dana Desa sejak tahun 2015 yang lalu.

Jokowi juga mengatakan 85 persen masyarakat Indonesia puas dengan program tersebut.

Pada tahun 2015 tercatat dana desa berjumlah Rp20,7 triliun dna meningkat menjadi Rp47 triliun pada tahun berikutnya dan naik lagi menjadi Rp 50 triliun di tahun 2017 dan Rp60 triliun di tahun 2018.

“Tahun ini Dana Desa naik menjadi Rp70 triliun plus Dana Kelurahan Rp3 triliun, sehingga keseluruhanya mencapai Rp73 triliun. Artinya, sampai kemarin 2018 akhir di Desember sudah Rp187 triliun yang kita kucurkan kepada desa-desa di seluruh tanah air,” kata Jokowi di Alun-alun Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (4/1).

“Saya ingin dana desa naik terus. Bukan karena apa-apa. Karena dari hasil survei yang kita lakukan, 85 persen masyarakat puas terhadap pengelolaan dana desa dan bermanfaat bagi masyarakat dan bagi desa,” kata dia.

Lebih lanjut Jokowi menjelaskan dari pengucuran Dana Desa tersebut di seluruh tanah air telah terealisasi jalan desa sepanjang 191ribu km dan Pos Pelayanan Terpadu sebanyak 24.000. Dana desa juga berhasil membangun Pendidikan Anak Usia Dini sebanyak 50.000 dan 8.900 pasar desa.

“Pasar desa itu penting sehingga produk-produk petani produk nelayan bisa masuk kesana bisa dijual baik ke kota baik juga kepada kpnsumen langsung,” kata Jokowi.

Irigasi, menurut Jokowi, ada 58.000 yang telah dibangun dari Dana Desa di seluruh tanah air sementara pembangunan embung jumlahnya mencapai 4.100 buah.

“Artinya, dana ini betul-betul menetas dipakai oleh desa itu netes. Sehingga kalau tadi Pak Bupati menyampaikan ditambah juga dari kabupaten ya layak,” kata dia.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga menyampaikan, jika dalam 4 tahun terakhir pemerintah lebih konsentrasi fokus ke infrastruktur, saluran irigasi, jalan desa, jembatan desa atau embung, maka  mulai tahun ini mulai digeser  kepada pemberdayaan ekonomi, digeser kepada inovasi-inovasi baru.

Jokowi menunjuk contoh pengembangan wisata desa seperti yang dilakukan di Umbul Ponggok, di Klaten, Jawa Tengah yang memberikan income hingga Rp14 miliar per tahun.

“Karena umbulnya digarap bagus, di situ ada persewaan untuk menyelam, ada warung-warung rumah makan kecil-kecil banyak. Sehingga income desa itu menjadi Rp14 miliar pertahun,” kata dia.

Oleh sebab itu, Jokowi menyarankan jika potensi wisata yang bisa dikembangkan untuk wisata, sarana prasarana yang memberikan dukungan pada desa itu. Presiden juga mengingatkan pentingnya marketing.

“Kalau masih merasa ragu-ragu jangan coba-coba masuk kesana. Begitu uang itu masuk disana misalnya membuat desa wisata, dana itu menjadi muspro. Hati-hati harus ada kalkulasi,harus ada hitung-hitungan yang detil sehingga untung dan rugi betul-betul bisa dikalkulasi dengan baik,” kata Jokowi.

Lebih lanjut ia berpesan agar pengelolaan dan penggunaan Dana Desa dilakukan dengan baik. Terutama terkait dengan pembelian bahan untuk bangunan menggunakan Dana Desa.

Jokowi menegaskan, jangan sampai uang Rp 257 triliun termasuk dana desa yang disalurkan ke desa-desa di seluruh Indonesia kembali lagi ke pemerintah pusat.

“Karena apa? Kita ingin dana yang Rp257 triliun sampai akhir tahun ini beredar terus di desa-desa. Jangan sampai keluar dari desa itu. Usahakan terus berputar. Karena teori ekonominya, semakin banyak peredaran uang yang ada di sebuah wilayah, kesejahteraan masyarakat yang berada di wilayah itu akan semakin baik. Itu teori ekonomi,” kata dia,

Misalnya untuk membuat infrastruktur jalan desa, atau membuat irigasi desa, atau membuat jembatan desa. Desa diminta untuk mengusahakan pembelian material dari desa itu sendiri.

“Jadi kalau mau beli pasir beli di desa itu. Mau beli batu beli di desa itu. Mau beli bata beli di desa itu. Mau beli semen beli di desa itu. Tenaga kerja gunakan 100 persen dari desa itu. Semuanya,” kata Jokowi.

Kepada para pendamping desa, Jokowi meminta agar mereka terus menjalin komunikasi dengan kepala desa dan kalau ada yang macam-macam agar diingatkan.

“Pak Kades hati-hati pak kades,dana ini diawasi, saya mungkin mata saya mungkin cuma 2, tapi intelijen saya banyak sekali. Intelijen saya siapa sih rakyat. Jangan sampai ada yang masuk ke kuping saya, pak dari Rp1,3 miliar yang dikerjain hanya Rp300 nah hati-hati. Hati-hati. Semuanya gunakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” kata Jokowi.[TGU]