Tentara Jerman yang menyerah kepada Tentara Merah dalam Pertempuran Stalingrad.

Koran Sulindo – Memasuki Rusia bakal menjadi ‘mimpi buruk militer’ bagi setiap tentara manapun di dunia. Rusia menjadi negara yang paling sulit diserang di antara semua negara di dunia.

Menurut koran Swedia, Svenska Dagladet selain kekuatan militer, luas wilayah dan kesulitan medan menjadi faktor paling menentukan mengapa Rusia menjadi sangat sulit diserang.

Berdasarkan kriteria itu, Svenska Dagladet menyebut, “siapa pun yang menganggap ide penyerbuan Rusia harus siap untuk menangani semua jenis medan.”

Mereka yang menyerbu Rusia bakal menghadapi musuh alami berupa pegunungan yang sepi, rawa yang tak dapat ditembus, padang tundra yang beku, sungai bergolak, hingga hutan-hutan gelap di Rusia.

Tak perduli musim dingin atau musim panas, kedua iklim itu bakal menjadi musuh yang benar-benar mematikan. Jikapun penyerbu berhasil mengatasi kondisi alam, maka mereka masih harus menghadapi rakyat Rusia.

“Mereka sudah ribuan tahun tertempa dalam perang besar dan gerilya. Mereka sudah amat berpengalaman,” tulis Svenska Dagladet.

Artikel Svenska Dagbladet itu sebenarnya hanya mengkonfirmasi sejarah. Sejak terbentuk secara terpusat di abad ke-15, Rusia tak pernah sekali pun takluk di tangan negara asing.

Bangsa itu pernah mengalahkan kekuatan-kekuatan besar dunia yang menyerbu negeri itu antara lain pasukan Perancis pimpinan Napoleon pada 1812 dan invasi Nazi Jerman tahun 1941-1945.

Di masanya masing-masing, baik Prancis maupun Jerman merupakan kekuatan adi daya.

Pada era Perang Dunia II, Nazi Jerman yang tak terkalahkan mencoba peruntungan menyerbu Rusia dengan ‘Operasi Barbarossa’.

Meski berhasil melaju cepat di awal-awal penyerbuan dengan merebut banyak wilayah Rusia, serangan itu segera terhenti ketika musim dingin tiba.

Jerman kehilangan inisiatif menyerang akibat panjangnya rantai pasokan dan segera berubah menjadi taktik defensif.

Dalam Pertempuran Stalingrad, meski dikepung rapat Tentara Merah berhasil membalikkan keadaan dengan memukul mundur Wehrmacht yang menjadi titik balik peperangan.

Sebuah studi menulis, 8 dari 10 tentara Jerman yang tewas pada Perang Dunia II umumnya terbunuh di Front Timur melawan Rusia.

Selain Rusia, Svenska Dagbladet menyebut Swiss dan Selandia Baru sebagai negara kedua dan ketiga yang paling susah ditaklukkan.

Walaupun hanya memiliki kekuatan  150.000 personel, Swiss sulit dikalahkan karena dibentengi oleh Pegunungan Alpen.

Negara itu juga memiliki sistem pertahanan yang amat baik, selain infrastruktur seperti jembatan dan jalan raya yang bisa dihancurkan untuk menghambat gerak maju musuh.

Sementara menaklukkan Selandia Baru bakal menjadi masalah luar biasa dari sudut pandang logistic.

Negara pulau itu terletak lebih dari 2.000 km dari daratan besar terdekat, Australia, yang membuat pasokan pada pasukan dengan senjata dan kebutuhan “hampir tidak mungkin”.(TGU)